Something to Share With…

just from a learner who still in the learning stage…

Archive for April, 2007

SEBUAH RENUNGAN…

Posted by Ismadi Santoso on April 30, 2007

Sering kali aku berkata,
ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,

bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi,
mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?

Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang
bukan milikku?

Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?

Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja
untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa,

kuminta titipan yang cocok dengan hawa
nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,

Seolah …
semua “derita” adalah hukuman bagiku.

Seolah …
keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti
matematika:

aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan Nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan
bukan Kekasih.

Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai
keinginanku,

Gusti,

padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…
“ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan
keberuntungan sama saja”

(WS Rendra).

Advertisements

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Air Mata Malam…

Posted by Ismadi Santoso on April 27, 2007

Oleh : Dede Farhan Aulawi

Tuhan …
Malam ini
Disini begitu sunyi
terdengar suara merdu ayat2 cintaMu yang berkumandang
sejuk terdengar, merasuk dalam dada
lupakan sejenak kebingungan, gelisah, kecewa …
hentikan sejenak bulir air mata yang perlahan menetes …

Tuhan
kini aku tidak tau sedang berjalan dimana
siapa aku??
dimana aku??
yang aku tau
aku adalah aku yang menanggung ribuan dosa
aku adalah aku yang terseok mengetuk pintu ampunanMu
jangan tutup pintu itu Tuhan
kan kutukar dengan semua yang kumiliki, asal aku bisa sampai di depan
pintu AmpunanMu
mengetuknya ….
dan Kau bukakan untukku …

Aku tidak tau apa yang harus kupinta
di malam ini
malam indah milikMu
dimana semua berlomba memohon hajat padaMu
ada yang memohon perubahan dalam hidup
memohon curahan rahmat
dan berbagai kenikmatan lainnya …

Aku …
aku sadar,
aku malu Tuhan tuk meminta …
pantaskah aku, dengan segudang dosa …
kemaren ..
aku memohon padamu akan teman sejati…

Malam ini
adalah malam 10 yang kedua di bulan penuh berkah
Kau beri waktu bagi kami tuk meminta hajat
Aku meminta padamu Tuhan ..
Ampunan Mu … ampunan… dan ampunan
ampuni aku atas kebodohanku
ampuni aku atas terbuangnya waktu yang seringkali kusia-siakan
ampuni aku yang selalu berkhayal… berkhayal dan berandai-andai …
ampuni aku atas berbagai perbuatan maksiat yang selalu kulakukan
ampuni aku atas kesalahanku pada kedua orang tuaku
sayangi mereka Tuhan
sayangi Ibuku
sayangi ayahku
jaga mereka

Terima kasih Tuhan …
atas semua cerita-cerita indah yang Kau berikan padaku
terima kasih Tuhan atas seluruh nikmatMu
meskipun hanya sebatas pada layar kaca
semua ini karena Kau yang menyutradarainya …
dan aku ..
adalah seorang aktor dalam panggung dunia Mu …

Tolong aku Tuhan
tuk memahami maksud dalam seluruh orbit hidupku
hilangkan buruk sangka dalam hati yang merambat dalam pikiranku
Jujur Tuhan…
banyak hal yang tak bisa saya pahami dalam alunan ritme kehidupan …

Cukup hanya Kau yang tau apa yang sudah kulakukan
cukup hanya Kau yang tau berapa bulir air mata yang menetes di malam
sepi ini
berdoa..memohon…berharap…menanti….

Beri aku kekuatan tuk menggapai Ridlo-Mu.. Yaa Rabb …
tegakkan aku kembali Tuhan
Jika memang ini adalah waktu yang Kau tentukan untukku
beranjak dari kursi penantian …
jadikanlah ini indah Yaa Rabb … jadikan indah dengan senyuman
senyuman keikhlasan atas kehendakMu

Tuhan …
aku tidak akan bertanya lagi pada waktu yang tlah berlalu
kan kucoba tuk mensyukuri apa yang terjadi di hari ini
dan mempersiapkan segala sesuatu yang kan terjadi
dan aku bertanya…tuk siapa aku diciptakan…???
KepadaMu dan hanya padaMu ku selalu bertanya Tuhan …

aku selalu … dan selalu memohon bahagia kepadaMu…

Aku …
aku ingin terus belajar….
belajar akan bab – bab kehidupan yang penuh kebahagiaan
seperti yang sering kupanjatkan padaMu yaa Rabb…

Tuhan
aku nggak tau ini apa…
dari siapa…..
dan untuk siapa …
kemana ku harus melangkah….
dan kapan aku harus bermukim di tanah merah…

Tuhan
dekap aku, tolong aku …
kasihani aku dengan Nur kasihMu Ya Rabb ..

Tuhan aku tau apa yang kupinta di Malam ini
sebuah kebahagiaan abadi dalam ridloMu
dan memohon damba kasih
sibakkan tirai yang menghalangi kasih…
berbagi kasih…saling menyapa antar hati dan jiwa
berjuang bersama menggapai limpahan Rahmat dan RidhaMu

Tuhan
kini aku memohon padamu sebuah senyuman
senyuman yang tersungging dari sebuah jiwa
seperti kemaren …
beri aku keikhlasan dan kekuatan untuk tersenyum
tersenyum untuk diriku ..dan untuk sesamaku

Terima kasih Tuhan atas waktu ini …

Satu lagi Tuhan
redakan perasaan rindu ini.., selain untuk rinduMu semata
ijinkan tuk terakhir kali
ku teriakkan asa ini untuk dunia yang penuh khayalan
rindu ini tersimpan rapi dalam almari ketidakpastian
harapan ini selalu tertuju pada lukisan tanpa perasaan
sampai kapanpun…
bimbing aku menuju muara kasihMu

Tuhan
malam ini
ku memohon padaMu …
tidak ingin kusudahi cerita ini Tuhan …

Tuhan…
beri aku sedikit ilmuMu
agar bisa kupahami bait2 kehidupan indah ini

Jaga sahabatku Yaa Rabb …
bahagiakan dia Yaa Rabb
hapus air matanya …
biarkan tetesan air mata malamku…
sebagai pengganti duka air matanya….
Amin

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Ikhlas…

Posted by Ismadi Santoso on April 18, 2007

Semoga Allah mengaruniakan kepada kita hati yang ikhlas. karena betapapun kita melakukan sesuatu hingga bersimbah peluh berkuah keringat, habis tenaga dan terkuras pikiran, kalau tidak ikhlas melakukannya, tidak akan ada nilainya di hadapan Allah. Bertempur melawan musuh, tapi kalau hanya ingin disebut sebagai pahlawan, ia tidak memiliki nilai apapun. Menafkahkan seluruh harta kalau hanya ingin disebut sebagai dermawan, ia pun tidak akan memiliki nilai apapun. Mengumandangkan adzan setiap waktu shalat, tapi selama adzan bukan Allah yang dituju, hanya sekedar ingin memamerkan keindahan suara supaya menjadi juara adzan atau menggetarkan hati seseorang, maka itu hanya teriakan-teriakan yang tidak bernilai di hadapan Allah, tidak bernilai!
Ikhlas, terletak pada niat hati. Luar biasa sekali pentingnya niat ini, karena niat adalah pengikat amal. Orang-orang yang tidak pernah memperhatikan niat yang ada di dalam hatinya, siap-siaplah untuk membuang waktu, tenaga, dan harta dengan tiada arti. Keikhlasan seseorang benar-benar menjadi amat penting dan akan membuat hidup ini sangat mudah, indah, dan jauh lebih bermakna.
Apakah ikhlas itu? Orang yang ikhlas adalah orang yang tidak menyertakan kepentingan pribadi atau imbalan duniawi dari apa yang dapat ia lakukan. Konsentrasi orang yang ikhlas cuma satu, yaitu bagaimana agar apa yang dilakukannya diterima oleh Allah SWT. Jadi ketika sedang memasukan uang ke dalam kotak infaq, maka fokus pikiran kita tidak ke kiri dan ke kanan, tapi pikiran kita terfokus bagaimana agar uang yang dinafkahkan itu diterima di sisi Allah.
Apapun yang dilakukan kalau konsentrasi kita hanya kepada Allah, itulah ikhlas. Seperti yang dikatakan Imam Ali bahwa orang yang ikhlas adalah orang yang memusatkan pikirannya agar setiap amalnya diterima oleh Allah. Seorang pembicara yang tulus tidak perlu merekayasa kata-kata agar penuh pesona, tapi ia akan mengupayakan setiap kata yang diucapkan benar-benar menjadi kata yang disukai oleh Allah. Bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Bisa dipertanggungjawabkan artinya. Selebihnya terserah Allah. Kalau ikhlas walaupun sederhana kata-kata kita, Allah-lah yang kuasa menghujamkannya kepada setiap qalbu.
Oleh karena itu, jangan terjebak oleh rekayasa-rekayasa. Allah sama sekali tidak membutuhkan rekayasa apapun dari manusia. Allah Mahatahu segala lintasan hati, Mahatahu segalanya! Makin bening, makin bersih, semuanya semata-mata karena Allah, maka kekuatan Allah yang akan menolong segalanya.

Buah apa yang didapat dari seorang hamba yang ikhlas itu? Seorang hamba yang ikhlas akan merasakan ketentraman jiwa, ketenangan batin. Betapa tidak? Karena ia tidak diperbudak oleh penantian untuk mendapatkan pujian, penghargaan, dan imbalan. Kita tahu bahwa penantian adalah suatu hal yang tidak menyenangkan. Begitu pula menunggu diberi pujian, juga menjadi sesuatu yang tidak nyaman. Lebih getir lagi kalau yang kita lakukan ternyata tidak dipuji, pasti kita akan kecewa.
Tapi bagi seorang hamba yang ikhlas, ia tidak akan pernah mengharapkan apapun dari siapapun, karena kenikmatan baginya bukan dari mendapatkan, tapi dari apa yang bisa dipersembahkan. Jadi kalau saudara mengepel lantai dan di dalam hati mengharap pujian, tidak usah heran jikalau nanti yang datang justru malah cibiran.
Tidak usah heran pula kalau kita tidak ikhlas akan banyak kecewa dalam hidup ini. Orang yang tidak ikhlas akan banyak tersinggung dan terkecewakan karena ia memang terlalu banyak berharap. Karenanya biasakanlah kalau sudah berbuat sesuatu, kita lupakan perbuatan itu. Kita titipkan saja di sisi Allah yang pasti aman. Jangan pula disebut-sebut, diingat-ingat, nanti malah berkurang pahalanya.
Lalu, dimanakah letak kekuatan hamba-hamba Allah yang ikhlas? Seorang hamba yang ikhlas akan memiliki kekuatan ruhiyah yang besar. Ia seakan-akan menjadi pancaran energi yang melimpah. Keikhlasan seorang hamba Allah dapat dilihat pula dari raut muka, tutur kata, serta gerak-gerik perilakunya. Kita akan merasa aman bergaul dengan orang yang ikhlas. Kita tidak curiga akan ditipu, kita tidak curiga akan dikecoh olehnya. Dia benar-benar bening dari berbuat rekayasa. Setiap tumpahan kata-kata dan perilakunya tidak ada yang tersembunyi. Semua itu ia lakukan tanpa mengharap apapun dari orang yang dihadapinya, yang ia harapakan hanyalah memberikan yang terbaik untuk siapapun.
Sungguh akan nikmat bila bergaul dengan seorang hamba yang ikhlas. Setiap kata-katanya tidak akan bagai pisau yang akan mengiris hati. Perilakunya pun tidak akan menyudutkan dan menyempitkan diri. Tidak usah heran jikalau orang ikhlas itu punya daya gugah dan daya ubah yang begitu dahsyat.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang pernah diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang telah dikerjakannya.” (QS Al-Baqarah 2:286)

(Manajemen Qalbu : A’AGym)

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Teman atau Sahabat

Posted by Ismadi Santoso on April 16, 2007

ada satu perbedaan antara menjadi seorang teman/kenalan dan seorang sahabat

 

pertama, seorang teman adalah orang yang namanya kau ketahui, yang kau lihat

berkali-kali, yang bersamanya mungkin kau miliki persamaan, dan disekitarnya

kau merasa aman.

 

Ia adalah orang yang kau undang ke rumah mu dan dengan nya kau berbagi. Namun

mereka adalah orang yang yang dengan nya tidak akan kau bagi hidup mu, yang

tindakan-tindakan nya kadang-kadang tidak kau mengerti karena kau tidak cukup

tahu tentang mereka.

 

sebaliknya, seorang sahabat adalah seorang yang kau cintai, bukan karena kau

jatuh cinta pada nya, namun kau peduli akan orang itu, dan kau memikirkan nya

ketika mereka tidak ada.

 

sahabat-sahabat adalah orang dimana kau diingatkan ketika kau melihat sesuatu

yang mungkin kau sukai dan kau tahu itu karena kau mengenal mereka dengan baik.

 

mereka adalah orang yang diantara nya kau merasa aman karena kau tahu mereka

peduli terhadap mu.

 

mereka menelepon hanya untuk mengetahui apa kabar mu, karena sahabat

sesungguhnya tidak butuh suatu alasan pun.

 

mereka berkata jujur pertama kali dan kau melakukan hal yang sama. kau tahu

bahwa jika kau memiliki masalah mereka akan bersedia mendengar.

 

mereka adalah orang-orang yang tidak akan menertawakan mu atau menyakiti mu,

dan jika mereka benar-benar menyakiti mu, mereka akan berusaha keras

memperbaikinya.

 

mereka adalah orang-orang yang kau cintai secara sadar ataupun tidak.

mereka adalah orang-orang dengan siapa kau menangis ketika kau tidak diterima

diperguruan tinggi dan selama lagu terakhir dipesta perpisahan kelas dan saat

wisuda.

 

mungkin mereka adalah orang yang memegang cincin pernikahan mu, atau orang

yang mengantarkan/ mengiring mu pada saat pernikahan mu,

atau mungkin adalah orang yang akan menikah dengan mu

dan menjadi sahabat sejatimu seumur hidup.

 

Yaa Allah! Berikanlah kekuatan kepadaku,untuk menegakkan perintah-perintah- MU,&

berilah aku manisnya berdzikir mengingat-MU.

Berilah aku kekuatan untuk menunaikan syukur kepada-MU,

dengan kemuliaan-MU. Dan jagalah aku dengan penjagaan-MU & perlindungan- MU,

Wahai dzat Yang Maha Melihat lagi Maha Mendenger.

thaks to Mba manda_cute

Jazakillaha Khairan Katsiraa…

 

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Malam Pertama Bersama…?

Posted by Ismadi Santoso on April 14, 2007

Apa kabar sahabatku… ??
Lama nian kita tak jumpa dan tak bertegur sapa
Saya yakin bukan karena kebencian diantara kita
Sayapun yakin bukan karena apa – apa…
Tapi rutinitas kesibukan yang tlah menjebak kita

Satu hal sebagai bahan renungan kita…
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa

Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Mauuut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak Saudara

Hari itu…mempelai sangat dimanjakan
Mandipun…harus dimandikan
Seluruh badan kita terbuka….
Tak ada sehelai benangpun menutupinya. .
Tak ada sedikitpun rasa malu…
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang – lubang itupun ditutupi kapas putih…
Itulah sosok kita….
Itulah jasad kita waktu itu

Setelah dimandikan.. .,
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu …jarang orang memakainya..
Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan ke baju kita…

Bagian kepala..,badan. .., dan kaki diikatkan
Tataplah…. tataplah. ..itulah wajah kita
Keranda pelaminan… langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian…

Mempelai di arak menuju peridtirahatan terakhir bertandukan tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul kita
Diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan

Gamelan syahdu bersyairkan kalimah kalimah quddus
Akad nikahnya bacaan Laailaahaillah…
Berwalikan liang lahat..
Saksi – saksinya nisan-nisan. .
yang tlah tiba duluan
bersama Siraman air mawar….
pengantar akhir kerinduan….

dan akhirnya…. .
Tiba masa pengantin..
Menunggu dan ditinggal sendirian…
Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan

Malam pertama bersama KEKASIH..
Ditemani rayap – rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah pengantar tlah pergi….
Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat…
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur…
Ataukah kita kan memperoleh Siksa Kubur…..
Kita tak tahu…dan tak seorangpun yang tahu….
Tapi anehnya kita tak pernah galau ketakutan… .
Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima
Kita sungkan sekali meneteskan air mata…
Seolah barang berharga yang sangat mahal…

Dan Dia Kekasih itu..
Menetapkanmu ke syurga..
Atau melemparkan dirimu ke neraka..
Tentunya kita berharap menjadi ahli syurga…
Tapi….tapi ….sudah pantaskah sikap kita selama ini…
Untuk disebut sebagai ahli syurga ?????????

Sahabat…aku mohon maaf…
jika malam itu aku tak menemanimu
Bukan aku tak setia…
Bukan aku berkhianat…..
Bukan pula ku salahkan keadaan…….
Tapi itulah komitmen hakiki tentang hidup dan kehidupan
Tapi percayalah…
aku pasti kan mendo’akanmu. ..
Karena …aku sungguh menyayangimu. ..
Rasa sayangku padamu (karena Nya) lebih dari apa yang kau duga
lebih dari yang pernah kau pikirkan…
Aku berdo’a…semoga kau jadi ahli syurga.
Amien ya rabbal alamien…….

Sahabat….. , jika ini adalah bacaan terakhirmu
Jika ini adalah renungan peringatan terakhir dari Kekasihmu
maka Ambillah hikmahnya… ..

Tapi jika ini adalah salahku…maafkan aku….
Terlebih jika aku harus mendahuluimu kesana …
Ikhlaskan dan maafkan seluruh khilafku
Yang pasti pernah menyakiti atau mengecewakanmu. ….
kalau tulisan ini ada manfaatnya.. ..
Silakan kau simpan sebagai renungan…
Siapa tahu …suatu saat kau ingat padaku
Dan…aku tlah di alam lain….

dari ku…
sahabatmu yang slalu menyayangimu karena Nya…

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Akhir dari sebuaah perjalanan

Posted by Ismadi Santoso on April 11, 2007

Kamis tengah malam, hp ku berdering, tidak seperti biasanya ibu menelpon ku selarut itu, ada hal penting pikirku. Benar saja, ibu mengatakan kalau bapak (alm) sudah masuk rumah sakit dalam kondisi yang buruk. Beliau meminta ku segera pulang ke Balikpapan

untuk menemani bapak yang sedang sakit parah. Tiket telah kubeli beberapa hari sebelumnya dengan ditemani seorang yang sangat spesial buat ku saat itu. Yah, sabtu pagi jam 6.25 tanggal 18 maret 2007 adalah jadwal take off pesawat yang akan ku tumpangi.

Di Balikpapan, kulihat bapak sudah tidak berdaya lagi. Badannya yang dulu kekar, bahunya yang kokoh, otot ototnya yang jauh lebih berisi di banding ku sudah tidak ada lagi. Sedemikian cepatkah semua itu berubah. Dokter memvonis ayah mengidap kangker di hati dan pankreasnya. Allah, kuasamu memang tiada banding, belum selesai lagi kami berjuang untuk kakak sekarang Ayah yang juga harus menghadapi hal serupa. Bukan maksudku mengeluh, tapi kuatkan lah iman kami ya Rabbi, ikhlas kami, dan ihsan kami untuk terus bermunajad dan mendekatkan diri kepada Mu.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
(Yaitu) orang orang yang bila musibah (bencana) menimpa dirinya, mereka berkata (dengan hati yang yakin), Sungguh, kita adalah milik Allah, dan kepada-Nya lah kita semua akan kembali.”
QS Al Baqarah (Sapi Betina) 2:155-156

Semenjak saat itu aku sadari, beban yang dulu ada di bahu bapak, beralih sepenuhnya ke bahuku. Aku baru merasakan betapa beratnya beban yang bapak pikul selama ini. Allah, jadikanlah aku anak yang berbakti kepada ke dua orang tua ku ya Allah, Amien.

Aku tahu bahwa dokter sudah menyerah, sudah tidak ada harapan kata mereka…? Tapi bukankah harapan itu harus digantungkan pada Mu ya Rabb.

Apakah harus aku berhenti di sini….?

Tidak suara hati nurani ku mengatakan aku harus terus berjuang sampai titik darah penghabisan, untuk bapakku.

Kuputuskan untuk membawa ayah ke RS Dharmais Jakarta, dokter pun tidak bisa melarang ku. Tiket untuk membawa pasien beserta (stretcher) sudah kubeli, meski dengan harga yang tidak murah…. Dan keluarga besar ku semua menentang keputusanku yang gegabah kata mereka.

Hari itu sabtu, sudah kantung darah yang ke 18 yang aku carikan untuk bapak, terimakasih buat siapa saja yang sudah mendonorkan darahnya untuk bapak. “Jazakumullaha Khairan Katsiraa”, namun kulihat kondisi bapak kian lemah, lemah, dan semakin melemah…

Minggu pagi, petunjuk itu datang juga, ayah mengalami pendarahan hebat sekali…

Adik terus menangis, ibu pun demikian. Ya Rabb, apa arti semua ini Ya Malik Ya Salam.. ini kah tanda kesalahanku.

Dokter mencabut ijin terbang untuk bapak, dan yang terjadi setelah itu semua tudingan diarahkan ke wajah ku, kecerobohanku, kebodohanku, ke keras kepalaan ku. Salah kah aku ya Rabb yang coba memaksimalkan ikhtiar ku ini?

Setelah itu monitor jantung dipasang ke tubuh ayah beserta selang makanan. Sebelumnya selang infus di kedua tangan ayah ku telah terpasang, selang oksigen, dan beberapa selang lainnya. Hari ini masih ada tambahan kabel serta selang lagi… Allahu Rabbi…Ampuni hambamu ini…

Senin pagi aku menelpon kakakku untuk bicara dengan bapak, sejak salat isya bapak udah ga sadarkan diri lagi. Bapak bisa merespon dengan baik pembicaraan Mbak ku meski dalam keadaan tak sadar. Setelah itu bapak tampak tenang sekali….

Allahu Akbar Allahu Akbar…. Panggilan adzan dzuhur masuk ke kamar tempat bapak di rawat, aku lapar sekali, belum sempat makan dari pagi, aku putuskan tuk makan dulu baru solat. Belum sempat aku suapkan makan siangku, monitor jantung bapak menunjukkan denyut yg terus menurun bahkan di bawahj normal. Kupanggil dokter dan perawat, mereka Cuma bisa bilang tolong di bantu dengan doa ya mas. Ibu, aku, dan adik trus berdoa, dan membimbing bapak tuk ucapkan kalimat Nya. Segala tindakan sudah coba dilakukan tim medis itu, tapi Allah SWT. Berkehendak lain, itulah akhir perjalanan hidup Bapak.(almarhum). Bapak alm berangkat dengan tenang, dan senyuman yang menghias wajahnya.

“Setiap yang bernyawa pasti akan mati” itu janji Allah di dalam Al Qur’an yang telah dibuktikan sekali lagi saat itu. Aku berusaha melakukan kewajiban ku sebaik mungkin sebagai anak laki2 satu2nya. Aku tau aku tidak sebaik bapak alm yang sudah terbiasa mengurusi jenazah, aku malu sekali karena aku tau bapak alm pasti kecewa karena ku.

Bahkan untuk memandikan beliau pun aku bingung, aku tau aku pernah belajar ini, tapi kemana itu semua, kemana? Ampuni aku ya Allah, dan Maaf kan anak mu ini bapak, maafkan karena aku masih terlalu jauh dari harapan mu. Teman Bapak alm yang memanduku untuk memandikan ayah, mengkafani dan menyolatkannya. Allah, bimbinglah hamba mu ini untuk menjadi yang lebih baik lagi dan terus memperbaiki diri.

Ba’da ashar Bapak alm diantar menuju peristirahatan yang terakhir. Diiringi ambulance yang meraung-raung membuka jalan, dilepas oleh tangis air mata keluarga, dan teman-teman yang menyayanginya.

Bersama si teman Bapak Alm, aku dan seorang teman ku lompat ke dalam lobang kubur. Aku pastikan tuk meletakkan posisi Bapak senyaman mungkin, menghadap ke kiblat agar dia bisa tidur dengan nyenyak. Tidak ada lagi nyamuk yang boleh menggigit kulitnya. Tidak ada lagi mimpi-mimpi buruk yang boleh mengganggu tidurnya. Biarkan Bapakku sekarang tidur tenang untuk selama-lamanya. Aku sendiri yang memasangkan nisan di pusaranya dengan air mata ku.

Selamat jalan Bapak, terimalah Bapak ku disisi Mu ya Rabb, beri beliau tempat yang layak sebagai mana amal baik nya semasa hidupnya. Doa kami meyertai mu bapak, dari kami keluarga dan teman teman yang menyayangi mu.

Saat saat terakhir kupanjatkan doa secara khusus di pusara bapakku, lama sekali aku berdoa, tiada satu orangpun yang berani mengganggu kekhusu’an ku saat itu.

Aku pikir aku adalah orang terakhir disana, ternyata masih ada orang lagi yang juga ingin melakukan hal yang sama, dia sahabat karib alm bapak ku. Saat itu terlihat dengan jelas bahwa bapak adalah sosok yang luar biasa, ada banyak orang yang merasa kehilangan, bukan hanya kami keluarganya tercinta. Tapi juga saudara saudara seiman yang lain yang sangat dekat di hati beliau.

Keesokannya pun ada yang minta untuk diantarkan ke makam bapak, karena dia tidak bisa hadir pada saat pemakaman. Kulihat airmatanya menetes di atas pusara bapakku, sayup sayup lirih kudengar, kenapa ini semua terjadi begitu cepat?. Bapak sedemikian berarti hidupmu buat mereka. Meskipun kau telah tiada, tapi pelajaran demi pelajaran dapat terus ku petik dari jalan hidupmu.

Bahwa hidup kita harus bermanfaat bukan saja untuk kita sendiri, tapi juga untuk sekitar kita,” Hablumminallah wa Hablumminannas”. Waallhu A’lam bis Sawab…

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Aku ini siapa…?

Posted by Ismadi Santoso on April 11, 2007

Lumpur Hitam

aku adalah lumpur hitam

yang mendebu

menempel di sandal dan sepatu

hinggap di atas aspal

terguyur hujan

terinjak-injak

terpelanting

dan masuk ke comberan

siapakah orang yang sudi memandang

atau mengulurkan tangan?

aku adalah lumpur hitam

yang malang…

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Doa ku

Posted by Ismadi Santoso on April 10, 2007

Maha Suci Engkau Yaa Allah…

Dengan cara apa lagi harus kuhibur resahku?
Sedangkan semua perhatianku tak pernah terpaling
Pun air mata perihku tak jua mengering…..

Kuatkan aku Yaa Rabb.. Yaa Rahman.. Yaa Rahim..

Yaa Aziz..Yaa Ghafur.. Yaa Salam.. Yaa Kuddus..


Rengkuh aku dalam cinta Mu…

yang suci dan abadi…

Selamanya…..

dan jangan biarkan ku pergi lagi dari Mu

Selamanya…..

ini kah takdir Mu untukku…?

Dihempas gelombang dilemparkan angin
Terkisah kubersedih kubahagia
Di indah dunia yang berakhir sunyi
Langkah kaki di dalam rencanaNya

Semua berjalan dalam kehendakNya
Nafas hidup, cinta dan segalanya

Dan tertakdir menjalani segala kehendakMu ya Rabbi
Ku berserah ku berpasrah hanya padaMu ya Rabbi

Dan tertakdir menjalani segala kehendakMu ya Rabbi
Ku berserah ku berpasrah hanya padaMu ya Rabbi

Bila mungkin ada luka coba tersenyumlah
Bila mungkin ada tawa coba bersabarlah
Karena air mata tak abadi…
Akan hilang dan berganti (hilang kan berganti)

Bila mungkin hidup hampa dirasa
Mungkinkan hati merindukan Dia (Allah)
Karena hanya denganNya hati tenang
Damai jiwa dan raga

Dan tertakdir menjalani segala kehendakMu ya Rabbi
Ku berserah ku berpasrah hanya padaMu ya Rabbi

Dan tertakdir menjalani segala kehendakMu ya Rabbi
Ku berserah ku berpasrah hanya padaMu ya Rabbi

Hanya padaMu ya Rabbi…

NB :

The Poetry from Kiki…

The Song from Opick(Takdir)…

Jazakumullaha Khairan Katrsiraa….

Posted in Uncategorized | 2 Comments »

Tuhan, ada apa dengan hatiku…?

Posted by Ismadi Santoso on April 10, 2007

Saya ingin berbagi sebuah pengalaman, tentang seorang petinju besar dimasanya “Prince Naseem Hamed”. petinju itu dikalahkan secara mutlak oleh Antonio Barera, dan ketika diwawancarai oleh komentantor TVKO: “Anda adalah petinju besar, apa pendapat anda tentang kekalahan ini?” spontan dijawab oleh Hamed, “The Greatest (yg terbesar) itu hanya Allah, bukan saya. saya senang bisa menjalani pertarungan 12 ronde ini dengan selamat. Muhammad Ali pernah dikalahkan oleh Joe Frazier namun ia dapat bangkit dan membalas kekalahannya.” (Siaran langsung pertandingan tinju Naseem Hamed vs Antonio Barera, SCTV 18 April 2001). kisah kekalahan tragis ini mampu memberi makna besar di balik kekalahan Hamed.

Setiap orang pasti pernah mengalami masa masa tragis, tragedi, atau berbagai bentuk kepahitan hidup yang lain. namun belajar dari pengalaman diatas, kekuatan mental tauhid dari Naseem Hamed jauh lebih berperan dibanding kekuatan fisiknya. suatu hal yang pantas dijadikan contoh. karena rasa aman yang abadi ada didasar hati setiap manusia, yaitu La Ilaha Illallaah (Tiada Tuhan Selain Allah).

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
(Yaitu) orang orang yang bila musibah (bencana) menimpa dirinya, mereka berkata (dengan hati yang yakin), Sungguh, kita adalah milik Allah, dan kepada-Nya lah kita semua akan kembali.”
QS Al Baqarah (Sapi Betina) 2:155-156

hanya dengan berpegang kepada Allah lah, sesungguhnya dapat menimbulkan rasa aman dan tenang. rasa aman dan tenang itu yang akan menjernihkan pikiran, dan dengan pikiran yang jernih seseorang akan mampu mengambil inisiatif-inisiatif yang penting serta berharga, dan sekaligus akan memberikan kesiapan mental untuk menghadapi perubahan-perubahan yang pasti akan terjadi. Waallahua’lam bis sawaab.

“(Yaitu) mereka yang beriman dan hatinya akan senantiasa tenteram karena mengingat Allah. Ketahuilah! hanya dengan mengingat Allah lah maka hati akan tenteram.”
QS AR Rum (Bangsa Romawi) 30: 26

Refrensi : ESQ Way 165 (Ary Ginanjar Agustian)

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »