Something to Share With…

just from a learner who still in the learning stage…

Archive for May, 2007

Untuk Kita Renungkan

Posted by Ismadi Santoso on May 30, 2007

supernova-death-of-a-planet.jpg

By : Ebiet G. Ade

Kita mesti telanjang
dan benar-benar bersih
Suci lahir dan didalam bathin

Tengoklah kedalam sebelum bicara
singkirkan debu yang masih melekat
oh.. singkirkan debu yang masih melekat

Anugrah dan bencana adalah kehendaknya
Kita mesti tabah menjalani
Hanya cambuk kecil agar kita sadar
Adalah Dia diatas segalanya
oh.. adalah Dia diatas segalanya

Anak menjerit-jerit
Asap panas membakar
Lahar dan badai menyapu bersih

Ini bukan hukuman
Hanya satu isyarat
Bahwa kita mesti banyak berbenah

Memang bila kita kaji lebih jauh
Dalam
KEKALUTAN
Masih banyak tangan yang
TEGA berbuat NISTA

Tuhan pasti telah memperhitungkan
Amal dan dosa yang kita perbuat

Kemanakah lagi, kita kan sembunyi?
Hanya kepada-Nya kita kembali

Tak ada yang bakal
bisa menjawab
Mari hanya tunduk sujud
pada-Nya
Kita mesti berjuang memerangi diri
Bercermin dan banyaklah bercermin

Tuhan ada disini, didalam ”JIWA” ini
Berusahalah agar Dia tersenyum
oh.. berusahalah agar Dia tersenyum


Posted in Core Value | 2 Comments »

Mengejar Mas Mas…

Posted by Ismadi Santoso on May 29, 2007

broken-rose.jpg

Senin 28 Mei 2007, bertepatan dengan hari terakhir kontrak aku dan temen2 kantor ku, kami sepakat untuk nomat jam 19:45. Itung-itung refreshing, terakhir kali kita nomat bareng udh beberapa bln yg lalu. Megejar Mas Mas film yg kami pilih. Dengan mengambil setting di Jogja, film ini memaksaku untuk flash back ke 8 tahun kebelakang saat aku masih kul di kota pelajar itu. Dari stasiun tugu, Jl. Mangkubumi, Jl. Malioboro, Jokteng, Jl. Mataram, Kali Code, semuanya mengingatkan ku pada episode hidup 8 tahun yg lalu itu dengan sluruh pasang surut dan lika-likunya. Dalam kesedihan ku merasa sendiri, seolah Kota Jogja tidak ingin menerimaku. Nomaden, itulah hidupku di 3 bulan awal di Jogja. Berpindah-pindah dari kosan Mas yg satu ke Mas yg lainnya, dari satu asrama ke asrama yg lainnya. terus dan terus bergiliran. 99 menangis mungkin tema yg paling pas untuk episode hidupku saat itu. Kesalahan fatal yang kulakukan saat itu adalah aku merasa sendiri (baca : kosong). Padahal ada Dia, Dzat yang Maha Segala Maha yang selalu menemaniku di setiap hembusan nafasku.

Ramahnya masyarakat jogja yg lugu, ndeso, dan katrok sangat terlihat jelas lewat tokoh “Mas Parno”. Dengan ketulusannya dalam menyayangi dan memberi akhirnya bisa menyadarkan Ningsih (Dina Olivia) yg terpaksa Melacurkan diri di lokalisasi SARKEM (pasar kembang) dengan alasan tak punya pilihan lain untuk hidup. Padahal Ningsih sangat menyadari bahwa yang dilakukannya itu salah (tidak benar). Tapi Ningsih membelenggu dirinya sendri dengan kalimat ”tak punya pilihan lain untuk hidup”. Ironi kehidupan yang terlalu dibuat-buat.

Tuhan telah menciptakan manusia sebagai mahluk yg paling sempurna di jagad raya ini. Pemikiran sempit seperti Ningsih itu pada dasarnya hanya meremehkan dirinya sendiri sebagai mahluk ciptaan Nya, yg dengan sendirinya juga berarti meremehkan Sang Penciptanya. Manusia dibekali sukma kebaikan dan kejahatan didalam setiap jiwa mereka. Pilihan, itulah hakekat azali tentang kehidupan. Jika kita membiarkan sukma kejahatan itu yg menguasai diri, maka terbentuklah manusia-manusia seperti Ningsih. Jika ketakutan yg berlebihan (baca: Keimanan dan Keyakinan terhadap Penciptan Nya memudar) telah menguasai dirinya, maka keberanian untuk melepaskan sukma kebaikan dari dlm diri itu pun akan punah dengan sendirinya. Dan pada akhirnya terbentuklah “Ningsih-Ningsih” yang lainnya dalam bentuk yg sama atau beda.

Ningsih : Pernahkah kamu merasakan ditinggalkan seseorang yg sangat kamu sayangi?

Sahnaz : Pernah mbak, Rasanya kosong……? sepi sekali

Ningsih: Dalam kekosongan itu, terkadang kita melakukan kesalahan dalam mengisinya? Contohnya aku, kamu jangan pernah jadi sepertiku ya Naz?

Perhatikanlah! ada suara hati yg menjerit pilu saat dia mengingkari kebenaran. Ada keinginan untuk kembali kejalan yang benar, tetapi dia terus menafikkannya. Beruntunglah Ningsih karena pada akhirnya “BERANI” untuk menantang setan yg selama ini menguasai dirinya. Berani untuk mengedepankan sukma kebaikan yang telah ada di dalam jiwanya semenjak ruh ditiupkan Nya ke jasadnya. Berbahagialah bagi orang2 yg bisa menemukan jalan kebenaran itu selagi dia masih memiliki nafas tuk bersimpuh di khadirat Nya, memiliki waktu tuk kembali pada Nya. Sejatinya, kehidupan manusia itu tidak pernah kosong, kecuali manusia itu sendiri yg mengosongkan nuraninya sehingga setan merdeka semerdeka merdekanya untuk menjerumuskannya.

romeo_270.gif

Posted in Another Stories... | Leave a Comment »

Ka’bah

Posted by Ismadi Santoso on May 25, 2007

Ka’bah

 

Ka’bah adalah kiblat bagi seluruh umat Muslim di dunia. Secara fisik bangunan itu terletak di Mekkah Al-Mukarramah. Pernahkah kita berfikir dimanakah letak Ka’bah itu secara substansial? Pernahkah bertanya pada diri kita sendiri akan hal itu?

Allah Berfirman:

“Jika ada di antara hambaku yg bertanya tentang aku wahai Muhammad, maka katakanlah bahwa aku sangat dekat.” (QS. 2 Al-Baqarah :186)

Sebuah hadits mutafaqqun alaihi menjelaskan:

“Para shabat bertanya kepada Rasulullah, Wahai Rasulullah dimanakah Allah itu berada? di Langitkah atau di Bumikah? Rasulullah menjawab : Sesungguhnya Allah berada di dalam hati setiap orang-orang Mukmin.” (HR. Bukhari Muslim).

Berdasarkan dalil diatas jelaslah bahwasannya Allah itu sejatinya berada di dalam Hati setiap Mukmin. Demikian halnya dengan Ka’bah sebagai simbolisasi penghambaan setiap mahkluk kepada Sang Khalik, yang secara substansi (esensi) sepatutnya terletak didalam hati setiap Mukmin.

Sahabat…..

Maka apakah yang akan terjadi jika Ka’bah itu dihancurkan?

Masihkah kita ingat tentang kisah sejarah dalam surat Al-Fil (Gajah)?

1. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah[1601]?

2. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia?

 

3. dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong

 

4. yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,

 

 

5. lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

 

(QS. 105 Al-Fil :1-5).

[1601]. Yang dimaksud dengan tentara bergajah ialah tentara yang dipimpin oleh Abrahah Gubernur Yaman yang hendak menghancurkan Ka’bah. Sebelum masuk ke kota Mekah tentara tersebut diserang burung-burung yang melemparinya dengan batu-batu kecil dari neraka sehingga mereka musnah.

Demikianlah sahabat, Allah akan membinasakan siapa saja yang berusaha untuk menghancurkan Ka’bah itu baik Ka’bah Fisik, maupun Ka’bah Substansial. Dengan kata lain jika kita menyingkirkan Ka’bah (baca: Allahu Rabb) dari dalam hati kita dan menggantinya dengan berhala yang lain dalam bentuk apapun (harta, jabatan, istri, anak, pacar, atau nafsu duniawi lainya). Maka tunggulah kebinasaan yang pasti akan datang cepat atau lambat, di dunia ataupun di akhirat sebagaimana firman Allah. (QS. 9 At-Taubah :67).


Tidak usah kamu meminta ampunan (kepada Ku), karena kamu (telah menyatakan) kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (dikarenakan mereka taubat nasuha), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. (QS. 9 AT-Taubah :66)

 

Sahabat…..

Pantaskah kita mengisi hati kita dengan selain Nya? selain Dzat pemilik nafas dan jiwa kita? dimana segala puji hanya lah milik Nya… yang setiap shalat kita slalu bersyahadat bahwa “Tiada Tuhan seain Allah”? Jawablah dengan jiwamu…!

(QS. Yunus :31).

Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi? atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan? dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup?[689] dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?” (QS. Yunus :31).

[689]. Sebagian mufassirin memberi misal untuk ayat ini dengan mengeluarkan anak ayam dari telur, dan telur dari ayam. dapat juga diartikan Allah yang telah menghidupkan kita dari yang dulunya mati (tidak ada), dan Allah juga yang akan menghidupkan kita kembali setelah kematian kita menuju hari pembalasan.

Lantas mengapa banyak umat Muslim yang berprilaku sama sekali tidak muslim? Seringkali kita bertanya bagaimana mungkin seorang yg mengaku islam dengan busana yang islami tetapi perilakunya jauh dari Qur’an dan Hadits? Apa yang salah? Bahkan Rukun Islampun telah ia lakukan?Siapakah yang bersalah atas ini semua? Agama kah atau umat yg mengaku beragama itu sendiri?

 

Permasalahannya adalah hatinya. Adakah ia memahami memahami eksistensi dirinya dimuka bumi ini? Sebagai Hamba Allah ataukah Budak Nafsunya? Adakah Allah S.W.T. di dalam rongga dadanya? Apakah ia ikhlas dan ihsan dalam setiap shalatnya? Karena tuntunan yang benar itu bukan sekedar melaksanakan shalat tapi mendirikan shalat. Sehingga substansi dari shalat itu sendiri dapat direfleksikan di setiap aspek kehidupan?

 

Sadarkah kita ketika dalam shalat kita kita mengucapkan “Allahlah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang” (Al-Fatihah:3). Lantas kenapa kita mengisi hati kita dengan selainNya? Mencintai sesuatu melebihi cinta kita pada Nya? Kemudian kita melanjutkan “Allahlah Penguasa Hari Pembalasan.” (Al-Fatihah:4). Ini merupakan visi jangka panjang setiap muslim, bahwa akan ada hari pembalasan setelah kematian kita. Maka apakah yang selayaknya kita lakukan untuk mempersiapkan diri? Amal Sholeh kah atau amal Salah kah?

 

Selanjutnya kita mengucap komitmen kita “Hanya kepada Mu lah kami beribadah dan hanya kepada Mu lah kami minta pertolongan” (Al-Fatihah:5). Kemudian kenapa kita meletakkan berhala lain di dalam hati kita. Kenapa kita mematuhi perintah dari berhala itu dan bukannya perintah ALLAH? Jawab dengan jiwa mu sahabat! jika kekasihmu menghianatimu apa yang kau rasakan? Bagaimana jika yang merasa dikhianati itu adalah pemilik hidup Mu, Pencipta Mu? Beranikah kau menantang Nya? Siapkah kau tenggelam abadi di kerak NERAKA NYA?.

Na’udzubillah min dzalik.

 

Jika kita TIDAK memahami makna dari setiap kalimat yang kita ucapkan dalam shalat kita bangaimana mungkin kita bisa mendirikan shalat? Bagaimana mungkin shalat kita dapat mencegah perbuatan keji dan munkar seperti bohong, khianat, durhaka, zina, korupsi, dan segala perbuatan maksiat lainnya? Jawab dengan suara hatimu yg telah di berikan Rabb mu semenjak di alam Ruh..! Jangan pernah takut mengikuti kebenaran selagi masih ada jalan, sebelum Allah benar2 mengunci mati (baca: menyesatkan) kita untuk selama-lamanya sebaimana telah dijelaskan dalam ayat-ayat Nya. Karena saat itu sudah tidak ada lagi jalan untuk kembali…!!!

 

“Ya Allah berilah kepada kami kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat dan jauhkanlah kami dari siksa api Neraka Mu”

Amien…

Posted in Core Value | 2 Comments »

Pengingkaran

Posted by Ismadi Santoso on May 24, 2007

255)

by : Meryn

 

Ada perih yang tersirat saat hati mengingkari kebenaran
Pesan terdalam yang tak bisa terungkapkan …
Atau justru tak ingin disampaikan karena beberapa alasan tertentu..
Gelak tawa dan gurauan yang terlontar dari mulut tak mampu menutupi semua itu.


Rasa kebencian yang mendekati klimaks berputar putar di angan..
Rasa jenuh dan hasrat ingin berlalu menggoda pikiran…
Tapi tak pernah bisa disampaikan lewat ucapan…
Karena dia sangat berharga…

Karena dia sangat rapuh…

Karena dia sangat murni dengan kepolosannya…

Dia sangat membutuhkan uluran tangan tuk tempat dia berpegang…
Dia membutuhkan bahu tuk tempat bersandar…
Dia membutuhkan senyum tuk tenangkan hatinya….
Sahabat… apakah kau tega tinggalkan dirinya…?
Sahabat……apakah kau mampu tuk ucapkan perpisahan dengannya….?

Tatapan mata yang murni dan bening selalu berusaha dia tampilkan…
Semua untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang…
Tapi apakah seseorang yang diharapkannya mampu memberikan semua…
Bila ternyata yang ada hanyalah kepura-puraan….
Yang ada hanyalah kemunafikan…
Yang ada hanyalah kebencian…..

Detik detik waktu terus berjalan
Roda kehidupan terus berputar
Masa depan tak akan dapat dibayangkan…
Apakah yang akan terjadi esok?
Apakah dia bisa mendapatkan apa yang dia cari?

Ataukah SANG MAHA PENOLONG akhirnya pergi meninggalkannya…

Sendiri…

Kedinginan….
Penuh luka….

Selamanya…
Maka siapakah lagi yang bisa menolongnya….?

Renungkanlah….

Pikirkanlah……..

 

Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Qur’an), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. (QS. 7 Al-A’Raaf : 175)

Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. (QS. 7 Al-A’Raaf : 176)

Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan hakikatnya mereka mereka menzalimi dirinya sendiri. (QS. 7 Al-A’Raaf : 177)

Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan[328] dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri ? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah[329]? Barang siapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak akan pernah mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya. (QS. 4 An-Nisa’ :88)

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS. 7 Al-A’Raaf : 179)

Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka kembali (kepada kebenaran). (QS. 7 Al-A’Raaf : 174)

index:

[328]. Maksudnya: golongan orang-orang mukmin yang membela orang-orang munafik dan golongan orang-orang mukmin yang memusuhi mereka.
[329]. Disesatkan Allah berarti: bahwa orang itu sesat berhubung keingkarannya yang telah melampaui batas dan tidak mau memahami petunjuk-petunjuk Allah.

 

 

Posted in A Confession | Leave a Comment »

Another Exciting Adventure

Posted by Ismadi Santoso on May 13, 2007

Jeram Jontor

SBP (Pancoran JKS), 12 Mei 2007. All crew berkumpul tuk melakukan sebuah petualangan. Rafting di Citatih yang konon katanya jeram nya lebih menantang di bandingkan Citarik. Seharusnya berangkat jam 8 pagi, tapi karena mata ini susah terpejam semalam sebelumnya, jadilah aku terlambat untuk datang ke meeting point kita di SBP lobby gedung C. Maafkan aku teman2, dan terima kasih untuk kesediaan kalian menunggu ku :p. U’re the best friends that I ever had huehuehue….:D

Setelah semua siap perjalanan itu pun di mulai… sekitar 3 jam kemudian sampai lah kita ke meeting point Riam Jeram di Sukabumi. Makan siang bareng sambil nunggu temen2 yg dari bandung. Belajar dari pengalaman kemaren, inga2 makanlah max 1,5 jam sebelum Rafting atau anda akan terkapar…. :)). Gile bener rafting kali ini kita ada 22 orang. dan untuk trip siang cuman tim kami aja yg jalan, ga ada yang lain. asik banget kan?.

Seperti biasa, rafting dimulai dengan briefing, dan Pembagian tim pun dilakukan Rizky, Tetty, Fenny dan Aku satu Tim di perahu2. Hujan rintik2 pun mulai turun, suasana permulaan Rafting mulai smakin romantis :p. Secara ada satu perahu yang khusus untuk pasangan yg memadu kasih diantara jeram2 citatih, itulah perahu1. total ada 5 perahu.
Satu demi satu jeram pun kita lewati, diawal pemanasan jeram2 kecil menyambut kami dengan riang nya. Dan Wuurrr, dari belakang perahu kita mendapat serangan mendadak, ada perahu lain yang ngebanjur kita dengan dayung2 mereka di bawah komando Max. walhasil basahlah kita semua dan counter attack pun segera di lancarkan dengan sempurna, Max akhirnya basah kuyup dan menyerah.

Jeram JONTOR, momen yang paling menarik. riam itu berbentuk air terjun “kecil” setinggi sekitar satu meter. dan di jeram ini lah pengabadian (baca:foto) momen indah itu di lakukan. sebelum sampai di air terjun itu kita disambut dengan batu2 besar tak beraturan yg saling silang sehingga memecah arus yg menyebabkan efek “goncangan” yg luar biasa utk perahu yg melewatinya. sensasinya itu lohh… gak kuku…. :p. dan menjelang air terjun itu instruktur memberitahu kami utk waspada, kemudian… Gubrakkkk….. Judukkk… Duarrr….. perahu kami berhasil dengan mulus melewati jeram itu tanpa terbalik, tetapi kulihat ada sesosok tubuh yang jatuh tepat diantara kami berempat kulihat kebelakang Fenny dan Tetty masih berada di tempatnya masing2, begitu pula dengan Risuky kun disebelahku. lantas siapakah sesosok tubuh yang telungkup diantara kami ini, setelah agak sekian lama, barulah “beliau” bangkit. dan ternyata dialah sang Instruktur? dengan wajah yang memar dia berusaha menenangkan kami seraya berkata “tenang2” apa semua baik2 saja? sambil memegangi pipi kanannya yg lebam. kalau tidak salah pipinya itu mendarat tepat di lutut kiriku. aku agak merasa bersalah juga sih, tapi namanya juga air terjun, ya gravitasi dan titik pusat massa lah yg memegang peranan terpenting :p. Intinya pada saat menukik seperti itu, seyogyanya kita meletakkan titik pusat massa kita kebagian belakang tubuh (posisi telentang menempel kearah perahu) agar kita mendapat gaya sentripetal terhadap perahu, dan gak ketarik ama gaya sentrifugal (baca: terpental). wuek teori….! akhirnya setelah “beristirahat” agak lama, petualangan kami dilanjutkan, dan sang instruktur tetep mendayung sambil ngelus2 pipinya. Dan ternyata bukan cuman instruktur yang cidera, si tetty pun harus rela pelipisnya lecet bin lebam karena di tampar dayung sang instruktur :). dan dengan bangganya tetty menunjukkan itu pada temen2 yang lain. Inilah tetty “codet” preman TornadoN. :D. dan gilanya lagi momen itu berhasil diabadikan oleh fotografernya. wuah, sumpah keren banget loh, ampe kepalaku yang kelelep di selimuti jeram pun berhasil dia dapatkan bersamaan dengan dayung yang mendarat tepat di pelipis kanannya tetty. 🙂

Gak lama kemudian, Byurrr……. Seperti biasa lusi nyemplung… kurang afdol sepertinya kalo lagi rafting lusi gak kecemplung. dan beberapa saat kemudian giliran si bule yang terjun bebas. Bibin pun harus mengikhlaskan hidungnya mimisan ke sundul gagang dayung nya, demikian halnya dengan Max yang bibirnya lecet dicium gagang dayung juga. dan yang lebih seru lagi perahu1 alias perahu cintanya mengempis. tim rescue sigap memompa perahu yg sepertinya keberatan “cinta” itu. temen2 yg laen pada teriak Bee…. nyebur dulu Be… biar ngurangin beban perahu…. huehuehue…:)) yah maklum lah secara dia yg paling makmur di perahu itu sepertinya:).

tak terasa separuh perjalanan atau sekitar 6 km (1 jam lebih dikit lah) telah kita lewati. kita pun istirahat sambil minum air kelapa muda. abis istirahat si alvin udah ada di tengah sungai tepat didepan perahunya entah kenapa, yang lain pada sibuk nulungin dia. tetep dia nya memilih menyelamatkan rokok ditangannya dengan berenang menggunakan satu tangan, tangan lainnya dia angkat kepermukaan sembari ngapit rokoknya diantara telunjuk dan jari tengahnya?

sampai di Jeram ke-13 yang aku lupa namanya (piss ah :p) sang instruktur meminta kami untuk rapat ke belakang. jujur ajah perasaan ku gak enak banget. dan ternyata Byurr… Risuky kun belum2 udah jatuh ke air duluan, aku pun langsung memberikan gagang dayung ku ke rizky untuk mendekatkannya ke perahu. kemudian aku coba mengangkatnya keperahu gagal, ku coba lagi, gagal lagi. maklum dia beratnya 10 kg diatas berat ku :p. berat ku bulan kemaren turun 6 kg kurang 10 kg dari berat ideal untuk posturku, dan gak balik2 lg ampe sekarang :P. akhirnya dengan mengerahkan seluruh tenaga aku berhasil menariknya keatas perahu, sementara sang instruktur membantu dengan menyemangatiku… dari belakang?

akhirnya instruktur memberi tahu kita kalau dia tadinya ingin memebalikkan perahunya, tapi rizky udh keburu nyebur duluan :P. Kita pun berhasil mencapai mufakat untuk terjun bebas bersama sambil berkata “You jump I jump” :D. Meskipun sebelum itu tercapai ada yg sempet2nya ngitungin program asuransinya 😛 . Rapat kanan……! komando sang instruktur dan kami pun merapat kekanan. perlahan tapi pasti perahu mulai oleng dan 1,..,2..,3 byurr… tanpa sadar kami semua telah melayang di permukaan air kucoba menggerakkan kakiku, ternyata di bagian ini airnya dalam, kucoba mendekati perahu tapi tak bisa. instruktur berhasil meraih perahu dan membalikkannya. aku dan rizky terus terbawa arus balik pusaran jeram dan semakin menjauh dari perahu. kulihat dari jauh fenny berhasil diselamatkan tim rescue. dan tetty? aku sama sekali tak melihatnya? instruktur mengarah ke kita dan mengangkat kita ke perahu. kulihat lagi rizky disebelah ku, fenny di perahu tim Rescue, dan tetty…? begitu aku menoleh kebelakang huaa…. tetty terus bergerak mulus mengikuti arus balik menuju pusaran jeram. kita bergeggas mendayung mendekati tetty dan berhasil. kita berhasil mengangkat tetty ke perahu. ternyata asyik loh berendem di sungai, adem, sueger meskipun kotor huehuehue…:)). kalo kata tetty sih uji sanitasi.

dan akhirnya yang kita tunggu2 kejadian juga. Yulius kecemplung bo…? ya, dialah yang selama ini angkuh dan bangga dengan rekornya yg belum pernah kecebur selama rafting. bahkan waktu di dufan pun dia basahnya dikit banget, gak seperti kita2 yg kuyup. diari perahu2 kita tertawa bahagia menyaksikan dirinya yang gelagapan di air minta tolong :D. belum cukup disitu, instruktur mereka membalikkan perahu mereka menjelang finish. dan yulius + max hanyut bareng lagi. mereka bertumpu pada batu cadas besar. bedanya Yulius melepaskan batu itu untuk berguling-guling ngikuti arus. sementara max hanya memeluk batu itu erat2 seperti anak kecil yg gak mau ditinggal pergi ibunya. Tetty dan esty pun tertawa dengan riangnya sembari berkata “rasakan yulius, itulah buah dari keangguhan mu selama ini, rasakan harga dirimu yg ikut hanyut bersama air sungai itu!!!”. yulius berhasil menepi dengan selamat dengan wajah pucat pasinya. tetapi si Max, masih setia memeluk cadas besar itu. 3 orang tim rescue pun datang mendekati Max dan mereka mencoba berdiri, ternyata…. airnya cetekk, cuman sedengkul doang….!!!!!! dari tadi si Max hanya meluk itu cadas tanpa berusaha sedikitpun? begitulah kalau panik yang berlebihan tlah menguasai diri dalam situasi apapun juga. padahal jiwa kita lah yang seharusnya menguasai diri kita, bukannya pikiran kita atau hati (emosi) kita. Max pun berhasil di bopong ke pinggir oleh tim rescue. dan momen itu jua lah penutup petualangan rafting kita di Citatih hari itu. Bener2 pengalaman yang luar biasa, Alhamdulillah semua selamat walau ada yg cedera atau codet kecil2lan.

Posted in Another Stories... | 2 Comments »

Istimewanya Wanita

Posted by Ismadi Santoso on May 9, 2007

1- Wanita auratnya lebih susah dijaga berbanding lelaki.
2- Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah
tetapi tidak sebaliknya.
3- Wanita saksinya kurang berbanding lelaki.
4- Wanita menerima pusaka/warisan kurang dari lelaki.
5- Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
6- Wanita wajib taat kpd suaminya tetapi suami tak perlu taat pd
isterinya.
7- Talak terletak di tgn suami dan bukan isteri.
8- Wanita kurang dlm beribadat karena masalah haid dan nifas yg tak ada
pada lelaki.

Pernahkah kita lihat sebaliknya??
Benda yg mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan di
tempat yg tersorok (terdalam dan aman) dan selamat. Sudah pasti intan permata tidak akan
dibiar bersepah-sepah bukan?

Itulah bandingannya dgn seorang wanita. Wanita perlu taat kpd suami
tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari
bapaknya. Bukankah ibu adalah seorang wanita?

Wanita menerima pusaka/warisan kurang dari lelaki tetapi harta itu
menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, manakala
lelaki menerima pusaka/warisan perlu menggunakan hartanya utk isteri dan
anak-anaknya.

Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi
setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk
ALLAH di muka bumi ini, dan matinya jika kerana melahirkan adalah
syahid.

Di akhirat kelak, seorang lelaki akan diminta pertanggung jawabannya terhadap 4
wanita ini: Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara
perempuannya.

Manakala seorang wanita, tanggungjawab terhadapnya ditanggung oleh
4 org lelaki ini: Suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara
lelakinya.

Seorang wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui mana mana pintu
Syurga yg disukainya cukup dgn 4 syarat saja: Sembahyang 5 waktu, puasa di
bulan Ramadhan, taat suaminya dan menjaga kehormatannya. (betulkan jika
saya salah).

Seorang lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika
taat terhadap suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH akan
turut menerima pahala seperti pahala org pergi berperang fisabilillah
tanpa perlu mengangkat senjata.

SubhanALLAH ... sayangnya ALLAH pada wanita .... kan?
Masih kah kurang buktinya?  
Didalam Al-Qur'an terdapat Surah An-Nisa'(Wanita) dan Tidak ada Surat Ar-Rizal (Laki2)?
Didalam suatu riwayat Hadits Rasulullah Bersabda: "Wanita Adalah Tiang Negara, 
Jika baik wanita dalam negara itu, maka baik pula negaranya"
Diriwayat Lainnya: "Surga ada di bawah telapak kaki ibu (wanita)"                                                                                      
Kemudian apalagi yang harus dirisaukan oleh para muslimah ketika Allah telah 
memuliakannya sedemikian rupa...?
Waallahua'lam bissawaab...

Posted in A Confession | 2 Comments »

Perjalanan bathin ku

Posted by Ismadi Santoso on May 7, 2007

Demi matahari yang menyinari bumi di pagi hari….

Demi bulan yang selalu mengiringi…..

Demi siang apabila ia menampakkan diri

Demi malam yang menutupi

Demi langit dan segala binaannya

Demi bumi dan segala yang dihamparkan diatasnya

Demi jiwa (yang tlah di ciptakan) dan penyempurnaannya

Sungguh! Allah telah mengilhami sukma kebaikan dan kejahatan kedalam setiap jiwa

Maka Beruntunglah bagi siapa (yang memilih) mensucikan (jiwa) nya…

Dan Celakalah bagi siapa (yang memilih) mengotori (jiwa) nya….

(Q.S. 91 As-Syams : 1-10)

Ya Rabb, sungguh… lidah ini terlalu kotor untuk menyebut Asma Mu. Hati ini terlalu keras membatu tuk mengingat Mu, Jiwa ini sama sekali tidak pantas bersimpuh di hadapan Mu, dan diri ini terlalu hina tuk bersujud pada Mu.

Ampuni aku Yaa Ghafur, Engkau lah pemilik jiwa dan raga ku, Engkaulah pemilik hidup ku… Yaa Rohiim Engkau selalu memberi kesempatan kepada ku tuk memilih jalan mana yang kan ku tempuh sebagai bukti cinta Mu pada ku, Yaa Rozzaaq Engkau selalu memberikan nikmat Mu kepada ku betapa pun ku ingkar kepada Mu. Ya Barru Rahmat Mu tak pernah putus betapapun kufurnya ku akan hal itu.

Yaa Muhyii, telah kau hidupkan jiwa yang hina dina ini, kau beri kesempatan tuk mereguk nikmatnya hidup di dunia. Yaa Mumiit, kelak akan kau matikan aku pada waktu yang telah Kau tentukan. Yaa Barii’, akan Kau hidupkan aku kembali tuk mempertanggung jawabkan segala amal ku di “Hari Kebangkitan”. Yaa Rahman.. Kau beri aku cinta Mu nan agung tapi ku balas dengan dusta. Yaa ‘Aliim… Sungguh Engkau mengetahui dan menyaksikan setiap apa yang aku lakukan. Yaa Akhiir sesungguhnya semua itu takkan pernah luput dari “Hari Pembalasan” Mu.

Yaa Zhohiir….. telah Kau tunjukkan pada aku tentang bukti-bukti kekuasan Mu di muka bumi ini. Bumi yang bertasbih kepada Mu dengan mengitari orbitnya 360 derajat sehari semalam, matahari yang ikhlas memberikan cahayanya sembari bertakbir tanpa pernah meminta imbalan, bulan yang memberikan kelembutannya di malam hari sambil bertahmid berotasi dan berevolusi mengitari bumi dimana ka’bah itu berada, galaksi-galaksi yang selalu bertawaf memuji keangungan Mu Yaa Rabb Al-‘Aliyy, Seluruh umat manusia yang bertawaf di Masjidil Haram rumah Mu dengan penuh takdzim…

Ada apa dengan hati dan jiwa aku Yaa Rabb? padahal setiap hari aku shalat 5 kali. 17 kali aku membaca Al-Fatihah, 17 kali aku Ruku’, 34 kali aku Sujud, kesemuanya menghadap ke ka’bah mu. tapi kenapa masih ada ragu tentang “Hari Pembalasan” Mu. kenapa aku masih sanggup untuk melakukan maksiat demi maksiat, dosa demi dosa padahal Engkau selalu menyaksikanku…. dimana hatiku pada saat aku bersujud pada Mu? kemana jiwaku saat ruku’ pada Mu? Apa yang aku pikirkan ketika melakukan itu semua…? Dimanakah Allahu Rabbi wa Rasulihii? Berhala apa yang ada di dalam hatiku selama ini? Masih ada kah tempat tuk kebenaran itu bersemayam?

Yaa Bashir, sungguh selama ini Engkau telah menberikan kedua bola mata padaku tuk melihat, tapi sesungguhnya selama ini aku buta….!!!!! Yang kulihat hanyalah fatamorgana kehidupan dunia. Yaa Samii’ Engkau telah memberi pendengaran pada ku tapi sesungguhnya selama ini aku Tuli….!!! Karena yang kudengar hanyalah kebohongan duniawiyah, dan bukan kebenaran kalimah Mu. Yaa Hadii engkau telah memberikan hati kepadaku, tapi selama ini hatiku beku, mati rasa, karena selama ini hatiku terlalu angkuh untuk ikhlas dan menyebut Asma Mu. Hatiku terlalu sombong untuk ihsan memuja keagungan Mu. Allahu Rabbii Ampuni kami ya Afuww, Yaa Azis, Ya Shomad, Ya Muqsith..

Astaghfirullahaladziimm, Subhanaka Laa Ilaaha Illa Anta inni kuntu minaddzalimiin… wa atuubu ilaiKa

 

“Tiadalah mereka melakukan perjalanan dimuka bumi, dimana mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka merasa, dan mereka mempunyai telinga yang dengan itu mereka mendengar? Maka sungguh…! Bukan kedua bola matanya yang buta, tapi mata hatinya lah yang ada dalam (rongga) dada (yang buta).” (Q.S. 22 Al-Hajj :46)

Yaa Latief… Demikian kotornya diri ini, tapi Engkau masih memberi kesempatan padaku untuk mentafakkuri keagungan Mu. Engkau beri kesempatan pada mahluk yang hina dina ini untuk melewati perjalanan spiritual yang teramat dahsyat. Diantara fase-fase hidupku yang sangat cepat dan takkan mungkin terjawab dengan akalku. Dalam selang waktu yang demikian singkat namun sarat makna. Allahu Akbar Wa Lillahil Hamdi.

Subhanallah Walhamdulillah Walaailaahaillallah Wallahu Akbar Allahummaghfirli Wa Atuubu IlaiKa.

Yaa Qobidh…Berilah aku kesempatan tuk bertaubat hidup di jalan Mu, tuk penuhi kewajiban-kewajiban ku, sebelum kau panggil aku menghadap Mu. Bimbing aku Yaa Mu’min, jangan pernah Engkau biarkan ku pergi lagi dari Mu. Berikan ku kesempatan tuk meraih cinta sejati itu, cinta mahluk terhadap Khaliknya yang kan selalu abadi meski ruh tlah berpisah dari jasad, yang takkan pernah mati meski alam kehidupan telah berganti, yang takkan mungkin meninggalkan karena Engkaulah yang maha abadi Yaa Baaqii. Dan jadikan lah kematianku Khusnul Khatimah.. Amien Yaa Rabbal ‘Alamien.

 

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat”. (Q.S. 10 An-Nashr :1-3).

(Madi: 6 Mei 2007)

Posted in A Confession | Leave a Comment »

Ketika Tangan dan Kaki Berkata…

Posted by Ismadi Santoso on May 3, 2007

Akan datang hari
Mulut dikunci
Kata tak ada lgi

Akan tiba masa
Tak ada suara
Dari mulut kita

Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita
Bila harinya
Tanggung jawab, tiba…

Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di jalan cahaya
Sempurna

Mohon karunia
Kepada kami
HambaMu
Yang hina

Pertama kali denger lagu ini waktu masih di cilacap, lagi KP di Pertamina UP IV sekitar tahun 2004. telat banget nggak sih? padahal lagu ini kan udh di release ama Chrisye (alm) 1997. Lebih baik pernah dari pada tidak sama sekali… :p meskipun waktu itu denger yang versinya Gigi, ternyata belakangan baru nyadar kalo penyanyi awalnya itu Chrisye (alm).

Lirik lagu itu ditulis oleh Taufik Ismail. Sang Seniman (baca: Maestro) Legendaris tanah air. Diilhami dari surat yasin, lirik yang di hasilkan dari pendalaman makna hakiki kehidupan dunia itu pun semakin terasa hidup. Beliau mengingatkan bahwa kelak di “Yaumul Hizab” mulut kita kan terkunci, dan seluruh anggota tubuh kita kan bersaksi tentang semua yang pernah dilakukan. Pada saat itu kebenaran yang sesungguhya akan diperlihatkan, dimana tak satupun yang luput dari pengadilah Ilahi Rabb Allah SWT yang Maha Adil sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an :

”Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (QS. Al-Baqarah:286)

Sahabat… Sudahkah kita mempersiapkan diri menuju kesana…? marilah kita pikirkan tentang kehidupan yang abadi… di Akhirat kelak… mulai saat ini juga…

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka Dan sungguh negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (QS. Al-An’am:32).

Waallahu’alam bis sawaab…

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »