Something to Share With…

just from a learner who still in the learning stage…

Perjalanan bathin ku

Posted by Ismadi Santoso on May 7, 2007

Demi matahari yang menyinari bumi di pagi hari….

Demi bulan yang selalu mengiringi…..

Demi siang apabila ia menampakkan diri

Demi malam yang menutupi

Demi langit dan segala binaannya

Demi bumi dan segala yang dihamparkan diatasnya

Demi jiwa (yang tlah di ciptakan) dan penyempurnaannya

Sungguh! Allah telah mengilhami sukma kebaikan dan kejahatan kedalam setiap jiwa

Maka Beruntunglah bagi siapa (yang memilih) mensucikan (jiwa) nya…

Dan Celakalah bagi siapa (yang memilih) mengotori (jiwa) nya….

(Q.S. 91 As-Syams : 1-10)

Ya Rabb, sungguh… lidah ini terlalu kotor untuk menyebut Asma Mu. Hati ini terlalu keras membatu tuk mengingat Mu, Jiwa ini sama sekali tidak pantas bersimpuh di hadapan Mu, dan diri ini terlalu hina tuk bersujud pada Mu.

Ampuni aku Yaa Ghafur, Engkau lah pemilik jiwa dan raga ku, Engkaulah pemilik hidup ku… Yaa Rohiim Engkau selalu memberi kesempatan kepada ku tuk memilih jalan mana yang kan ku tempuh sebagai bukti cinta Mu pada ku, Yaa Rozzaaq Engkau selalu memberikan nikmat Mu kepada ku betapa pun ku ingkar kepada Mu. Ya Barru Rahmat Mu tak pernah putus betapapun kufurnya ku akan hal itu.

Yaa Muhyii, telah kau hidupkan jiwa yang hina dina ini, kau beri kesempatan tuk mereguk nikmatnya hidup di dunia. Yaa Mumiit, kelak akan kau matikan aku pada waktu yang telah Kau tentukan. Yaa Barii’, akan Kau hidupkan aku kembali tuk mempertanggung jawabkan segala amal ku di “Hari Kebangkitan”. Yaa Rahman.. Kau beri aku cinta Mu nan agung tapi ku balas dengan dusta. Yaa ‘Aliim… Sungguh Engkau mengetahui dan menyaksikan setiap apa yang aku lakukan. Yaa Akhiir sesungguhnya semua itu takkan pernah luput dari “Hari Pembalasan” Mu.

Yaa Zhohiir….. telah Kau tunjukkan pada aku tentang bukti-bukti kekuasan Mu di muka bumi ini. Bumi yang bertasbih kepada Mu dengan mengitari orbitnya 360 derajat sehari semalam, matahari yang ikhlas memberikan cahayanya sembari bertakbir tanpa pernah meminta imbalan, bulan yang memberikan kelembutannya di malam hari sambil bertahmid berotasi dan berevolusi mengitari bumi dimana ka’bah itu berada, galaksi-galaksi yang selalu bertawaf memuji keangungan Mu Yaa Rabb Al-‘Aliyy, Seluruh umat manusia yang bertawaf di Masjidil Haram rumah Mu dengan penuh takdzim…

Ada apa dengan hati dan jiwa aku Yaa Rabb? padahal setiap hari aku shalat 5 kali. 17 kali aku membaca Al-Fatihah, 17 kali aku Ruku’, 34 kali aku Sujud, kesemuanya menghadap ke ka’bah mu. tapi kenapa masih ada ragu tentang “Hari Pembalasan” Mu. kenapa aku masih sanggup untuk melakukan maksiat demi maksiat, dosa demi dosa padahal Engkau selalu menyaksikanku…. dimana hatiku pada saat aku bersujud pada Mu? kemana jiwaku saat ruku’ pada Mu? Apa yang aku pikirkan ketika melakukan itu semua…? Dimanakah Allahu Rabbi wa Rasulihii? Berhala apa yang ada di dalam hatiku selama ini? Masih ada kah tempat tuk kebenaran itu bersemayam?

Yaa Bashir, sungguh selama ini Engkau telah menberikan kedua bola mata padaku tuk melihat, tapi sesungguhnya selama ini aku buta….!!!!! Yang kulihat hanyalah fatamorgana kehidupan dunia. Yaa Samii’ Engkau telah memberi pendengaran pada ku tapi sesungguhnya selama ini aku Tuli….!!! Karena yang kudengar hanyalah kebohongan duniawiyah, dan bukan kebenaran kalimah Mu. Yaa Hadii engkau telah memberikan hati kepadaku, tapi selama ini hatiku beku, mati rasa, karena selama ini hatiku terlalu angkuh untuk ikhlas dan menyebut Asma Mu. Hatiku terlalu sombong untuk ihsan memuja keagungan Mu. Allahu Rabbii Ampuni kami ya Afuww, Yaa Azis, Ya Shomad, Ya Muqsith..

Astaghfirullahaladziimm, Subhanaka Laa Ilaaha Illa Anta inni kuntu minaddzalimiin… wa atuubu ilaiKa

 

“Tiadalah mereka melakukan perjalanan dimuka bumi, dimana mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka merasa, dan mereka mempunyai telinga yang dengan itu mereka mendengar? Maka sungguh…! Bukan kedua bola matanya yang buta, tapi mata hatinya lah yang ada dalam (rongga) dada (yang buta).” (Q.S. 22 Al-Hajj :46)

Yaa Latief… Demikian kotornya diri ini, tapi Engkau masih memberi kesempatan padaku untuk mentafakkuri keagungan Mu. Engkau beri kesempatan pada mahluk yang hina dina ini untuk melewati perjalanan spiritual yang teramat dahsyat. Diantara fase-fase hidupku yang sangat cepat dan takkan mungkin terjawab dengan akalku. Dalam selang waktu yang demikian singkat namun sarat makna. Allahu Akbar Wa Lillahil Hamdi.

Subhanallah Walhamdulillah Walaailaahaillallah Wallahu Akbar Allahummaghfirli Wa Atuubu IlaiKa.

Yaa Qobidh…Berilah aku kesempatan tuk bertaubat hidup di jalan Mu, tuk penuhi kewajiban-kewajiban ku, sebelum kau panggil aku menghadap Mu. Bimbing aku Yaa Mu’min, jangan pernah Engkau biarkan ku pergi lagi dari Mu. Berikan ku kesempatan tuk meraih cinta sejati itu, cinta mahluk terhadap Khaliknya yang kan selalu abadi meski ruh tlah berpisah dari jasad, yang takkan pernah mati meski alam kehidupan telah berganti, yang takkan mungkin meninggalkan karena Engkaulah yang maha abadi Yaa Baaqii. Dan jadikan lah kematianku Khusnul Khatimah.. Amien Yaa Rabbal ‘Alamien.

 

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat”. (Q.S. 10 An-Nashr :1-3).

(Madi: 6 Mei 2007)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: