Something to Share With…

just from a learner who still in the learning stage…

Another Exciting Adventure

Posted by Ismadi Santoso on May 13, 2007

Jeram Jontor

SBP (Pancoran JKS), 12 Mei 2007. All crew berkumpul tuk melakukan sebuah petualangan. Rafting di Citatih yang konon katanya jeram nya lebih menantang di bandingkan Citarik. Seharusnya berangkat jam 8 pagi, tapi karena mata ini susah terpejam semalam sebelumnya, jadilah aku terlambat untuk datang ke meeting point kita di SBP lobby gedung C. Maafkan aku teman2, dan terima kasih untuk kesediaan kalian menunggu ku :p. U’re the best friends that I ever had huehuehue….:D

Setelah semua siap perjalanan itu pun di mulai… sekitar 3 jam kemudian sampai lah kita ke meeting point Riam Jeram di Sukabumi. Makan siang bareng sambil nunggu temen2 yg dari bandung. Belajar dari pengalaman kemaren, inga2 makanlah max 1,5 jam sebelum Rafting atau anda akan terkapar…. :)). Gile bener rafting kali ini kita ada 22 orang. dan untuk trip siang cuman tim kami aja yg jalan, ga ada yang lain. asik banget kan?.

Seperti biasa, rafting dimulai dengan briefing, dan Pembagian tim pun dilakukan Rizky, Tetty, Fenny dan Aku satu Tim di perahu2. Hujan rintik2 pun mulai turun, suasana permulaan Rafting mulai smakin romantis :p. Secara ada satu perahu yang khusus untuk pasangan yg memadu kasih diantara jeram2 citatih, itulah perahu1. total ada 5 perahu.
Satu demi satu jeram pun kita lewati, diawal pemanasan jeram2 kecil menyambut kami dengan riang nya. Dan Wuurrr, dari belakang perahu kita mendapat serangan mendadak, ada perahu lain yang ngebanjur kita dengan dayung2 mereka di bawah komando Max. walhasil basahlah kita semua dan counter attack pun segera di lancarkan dengan sempurna, Max akhirnya basah kuyup dan menyerah.

Jeram JONTOR, momen yang paling menarik. riam itu berbentuk air terjun “kecil” setinggi sekitar satu meter. dan di jeram ini lah pengabadian (baca:foto) momen indah itu di lakukan. sebelum sampai di air terjun itu kita disambut dengan batu2 besar tak beraturan yg saling silang sehingga memecah arus yg menyebabkan efek “goncangan” yg luar biasa utk perahu yg melewatinya. sensasinya itu lohh… gak kuku…. :p. dan menjelang air terjun itu instruktur memberitahu kami utk waspada, kemudian… Gubrakkkk….. Judukkk… Duarrr….. perahu kami berhasil dengan mulus melewati jeram itu tanpa terbalik, tetapi kulihat ada sesosok tubuh yang jatuh tepat diantara kami berempat kulihat kebelakang Fenny dan Tetty masih berada di tempatnya masing2, begitu pula dengan Risuky kun disebelahku. lantas siapakah sesosok tubuh yang telungkup diantara kami ini, setelah agak sekian lama, barulah “beliau” bangkit. dan ternyata dialah sang Instruktur? dengan wajah yang memar dia berusaha menenangkan kami seraya berkata “tenang2” apa semua baik2 saja? sambil memegangi pipi kanannya yg lebam. kalau tidak salah pipinya itu mendarat tepat di lutut kiriku. aku agak merasa bersalah juga sih, tapi namanya juga air terjun, ya gravitasi dan titik pusat massa lah yg memegang peranan terpenting :p. Intinya pada saat menukik seperti itu, seyogyanya kita meletakkan titik pusat massa kita kebagian belakang tubuh (posisi telentang menempel kearah perahu) agar kita mendapat gaya sentripetal terhadap perahu, dan gak ketarik ama gaya sentrifugal (baca: terpental). wuek teori….! akhirnya setelah “beristirahat” agak lama, petualangan kami dilanjutkan, dan sang instruktur tetep mendayung sambil ngelus2 pipinya. Dan ternyata bukan cuman instruktur yang cidera, si tetty pun harus rela pelipisnya lecet bin lebam karena di tampar dayung sang instruktur🙂. dan dengan bangganya tetty menunjukkan itu pada temen2 yang lain. Inilah tetty “codet” preman TornadoN.😀. dan gilanya lagi momen itu berhasil diabadikan oleh fotografernya. wuah, sumpah keren banget loh, ampe kepalaku yang kelelep di selimuti jeram pun berhasil dia dapatkan bersamaan dengan dayung yang mendarat tepat di pelipis kanannya tetty.🙂

Gak lama kemudian, Byurrr……. Seperti biasa lusi nyemplung… kurang afdol sepertinya kalo lagi rafting lusi gak kecemplung. dan beberapa saat kemudian giliran si bule yang terjun bebas. Bibin pun harus mengikhlaskan hidungnya mimisan ke sundul gagang dayung nya, demikian halnya dengan Max yang bibirnya lecet dicium gagang dayung juga. dan yang lebih seru lagi perahu1 alias perahu cintanya mengempis. tim rescue sigap memompa perahu yg sepertinya keberatan “cinta” itu. temen2 yg laen pada teriak Bee…. nyebur dulu Be… biar ngurangin beban perahu…. huehuehue…:)) yah maklum lah secara dia yg paling makmur di perahu itu sepertinya:).

tak terasa separuh perjalanan atau sekitar 6 km (1 jam lebih dikit lah) telah kita lewati. kita pun istirahat sambil minum air kelapa muda. abis istirahat si alvin udah ada di tengah sungai tepat didepan perahunya entah kenapa, yang lain pada sibuk nulungin dia. tetep dia nya memilih menyelamatkan rokok ditangannya dengan berenang menggunakan satu tangan, tangan lainnya dia angkat kepermukaan sembari ngapit rokoknya diantara telunjuk dan jari tengahnya?

sampai di Jeram ke-13 yang aku lupa namanya (piss ah :p) sang instruktur meminta kami untuk rapat ke belakang. jujur ajah perasaan ku gak enak banget. dan ternyata Byurr… Risuky kun belum2 udah jatuh ke air duluan, aku pun langsung memberikan gagang dayung ku ke rizky untuk mendekatkannya ke perahu. kemudian aku coba mengangkatnya keperahu gagal, ku coba lagi, gagal lagi. maklum dia beratnya 10 kg diatas berat ku :p. berat ku bulan kemaren turun 6 kg kurang 10 kg dari berat ideal untuk posturku, dan gak balik2 lg ampe sekarang😛. akhirnya dengan mengerahkan seluruh tenaga aku berhasil menariknya keatas perahu, sementara sang instruktur membantu dengan menyemangatiku… dari belakang?

akhirnya instruktur memberi tahu kita kalau dia tadinya ingin memebalikkan perahunya, tapi rizky udh keburu nyebur duluan😛. Kita pun berhasil mencapai mufakat untuk terjun bebas bersama sambil berkata “You jump I jump”😀. Meskipun sebelum itu tercapai ada yg sempet2nya ngitungin program asuransinya😛 . Rapat kanan……! komando sang instruktur dan kami pun merapat kekanan. perlahan tapi pasti perahu mulai oleng dan 1,..,2..,3 byurr… tanpa sadar kami semua telah melayang di permukaan air kucoba menggerakkan kakiku, ternyata di bagian ini airnya dalam, kucoba mendekati perahu tapi tak bisa. instruktur berhasil meraih perahu dan membalikkannya. aku dan rizky terus terbawa arus balik pusaran jeram dan semakin menjauh dari perahu. kulihat dari jauh fenny berhasil diselamatkan tim rescue. dan tetty? aku sama sekali tak melihatnya? instruktur mengarah ke kita dan mengangkat kita ke perahu. kulihat lagi rizky disebelah ku, fenny di perahu tim Rescue, dan tetty…? begitu aku menoleh kebelakang huaa…. tetty terus bergerak mulus mengikuti arus balik menuju pusaran jeram. kita bergeggas mendayung mendekati tetty dan berhasil. kita berhasil mengangkat tetty ke perahu. ternyata asyik loh berendem di sungai, adem, sueger meskipun kotor huehuehue…:)). kalo kata tetty sih uji sanitasi.

dan akhirnya yang kita tunggu2 kejadian juga. Yulius kecemplung bo…? ya, dialah yang selama ini angkuh dan bangga dengan rekornya yg belum pernah kecebur selama rafting. bahkan waktu di dufan pun dia basahnya dikit banget, gak seperti kita2 yg kuyup. diari perahu2 kita tertawa bahagia menyaksikan dirinya yang gelagapan di air minta tolong😀. belum cukup disitu, instruktur mereka membalikkan perahu mereka menjelang finish. dan yulius + max hanyut bareng lagi. mereka bertumpu pada batu cadas besar. bedanya Yulius melepaskan batu itu untuk berguling-guling ngikuti arus. sementara max hanya memeluk batu itu erat2 seperti anak kecil yg gak mau ditinggal pergi ibunya. Tetty dan esty pun tertawa dengan riangnya sembari berkata “rasakan yulius, itulah buah dari keangguhan mu selama ini, rasakan harga dirimu yg ikut hanyut bersama air sungai itu!!!”. yulius berhasil menepi dengan selamat dengan wajah pucat pasinya. tetapi si Max, masih setia memeluk cadas besar itu. 3 orang tim rescue pun datang mendekati Max dan mereka mencoba berdiri, ternyata…. airnya cetekk, cuman sedengkul doang….!!!!!! dari tadi si Max hanya meluk itu cadas tanpa berusaha sedikitpun? begitulah kalau panik yang berlebihan tlah menguasai diri dalam situasi apapun juga. padahal jiwa kita lah yang seharusnya menguasai diri kita, bukannya pikiran kita atau hati (emosi) kita. Max pun berhasil di bopong ke pinggir oleh tim rescue. dan momen itu jua lah penutup petualangan rafting kita di Citatih hari itu. Bener2 pengalaman yang luar biasa, Alhamdulillah semua selamat walau ada yg cedera atau codet kecil2lan.

2 Responses to “Another Exciting Adventure”

  1. mifdhal said

    wah….
    refreshing its more important….i need refreshing

  2. mydear09 said

    Refreshing itu perlu sobat, agar dirimu tidak monoton. dan hidup mu jadi lebih bervariasi🙂.

    Jangan terlalu larut dalam kesedihan mu. masih banyak hal2 besar lainnya yg menunggumu.

    Do u still remember this ?
    “Laa Takhaf Wa Laa Tahzan Fa Inn4JJ1ha Ma’ana”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: