Something to Share With…

just from a learner who still in the learning stage…

Ka’bah

Posted by Ismadi Santoso on May 25, 2007

Ka’bah

 

Ka’bah adalah kiblat bagi seluruh umat Muslim di dunia. Secara fisik bangunan itu terletak di Mekkah Al-Mukarramah. Pernahkah kita berfikir dimanakah letak Ka’bah itu secara substansial? Pernahkah bertanya pada diri kita sendiri akan hal itu?

Allah Berfirman:

“Jika ada di antara hambaku yg bertanya tentang aku wahai Muhammad, maka katakanlah bahwa aku sangat dekat.” (QS. 2 Al-Baqarah :186)

Sebuah hadits mutafaqqun alaihi menjelaskan:

“Para shabat bertanya kepada Rasulullah, Wahai Rasulullah dimanakah Allah itu berada? di Langitkah atau di Bumikah? Rasulullah menjawab : Sesungguhnya Allah berada di dalam hati setiap orang-orang Mukmin.” (HR. Bukhari Muslim).

Berdasarkan dalil diatas jelaslah bahwasannya Allah itu sejatinya berada di dalam Hati setiap Mukmin. Demikian halnya dengan Ka’bah sebagai simbolisasi penghambaan setiap mahkluk kepada Sang Khalik, yang secara substansi (esensi) sepatutnya terletak didalam hati setiap Mukmin.

Sahabat…..

Maka apakah yang akan terjadi jika Ka’bah itu dihancurkan?

Masihkah kita ingat tentang kisah sejarah dalam surat Al-Fil (Gajah)?

1. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah[1601]?

2. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia?

 

3. dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong

 

4. yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,

 

 

5. lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

 

(QS. 105 Al-Fil :1-5).

[1601]. Yang dimaksud dengan tentara bergajah ialah tentara yang dipimpin oleh Abrahah Gubernur Yaman yang hendak menghancurkan Ka’bah. Sebelum masuk ke kota Mekah tentara tersebut diserang burung-burung yang melemparinya dengan batu-batu kecil dari neraka sehingga mereka musnah.

Demikianlah sahabat, Allah akan membinasakan siapa saja yang berusaha untuk menghancurkan Ka’bah itu baik Ka’bah Fisik, maupun Ka’bah Substansial. Dengan kata lain jika kita menyingkirkan Ka’bah (baca: Allahu Rabb) dari dalam hati kita dan menggantinya dengan berhala yang lain dalam bentuk apapun (harta, jabatan, istri, anak, pacar, atau nafsu duniawi lainya). Maka tunggulah kebinasaan yang pasti akan datang cepat atau lambat, di dunia ataupun di akhirat sebagaimana firman Allah. (QS. 9 At-Taubah :67).


Tidak usah kamu meminta ampunan (kepada Ku), karena kamu (telah menyatakan) kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (dikarenakan mereka taubat nasuha), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. (QS. 9 AT-Taubah :66)

 

Sahabat…..

Pantaskah kita mengisi hati kita dengan selain Nya? selain Dzat pemilik nafas dan jiwa kita? dimana segala puji hanya lah milik Nya… yang setiap shalat kita slalu bersyahadat bahwa “Tiada Tuhan seain Allah”? Jawablah dengan jiwamu…!

(QS. Yunus :31).

Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi? atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan? dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup?[689] dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?” (QS. Yunus :31).

[689]. Sebagian mufassirin memberi misal untuk ayat ini dengan mengeluarkan anak ayam dari telur, dan telur dari ayam. dapat juga diartikan Allah yang telah menghidupkan kita dari yang dulunya mati (tidak ada), dan Allah juga yang akan menghidupkan kita kembali setelah kematian kita menuju hari pembalasan.

Lantas mengapa banyak umat Muslim yang berprilaku sama sekali tidak muslim? Seringkali kita bertanya bagaimana mungkin seorang yg mengaku islam dengan busana yang islami tetapi perilakunya jauh dari Qur’an dan Hadits? Apa yang salah? Bahkan Rukun Islampun telah ia lakukan?Siapakah yang bersalah atas ini semua? Agama kah atau umat yg mengaku beragama itu sendiri?

 

Permasalahannya adalah hatinya. Adakah ia memahami memahami eksistensi dirinya dimuka bumi ini? Sebagai Hamba Allah ataukah Budak Nafsunya? Adakah Allah S.W.T. di dalam rongga dadanya? Apakah ia ikhlas dan ihsan dalam setiap shalatnya? Karena tuntunan yang benar itu bukan sekedar melaksanakan shalat tapi mendirikan shalat. Sehingga substansi dari shalat itu sendiri dapat direfleksikan di setiap aspek kehidupan?

 

Sadarkah kita ketika dalam shalat kita kita mengucapkan “Allahlah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang” (Al-Fatihah:3). Lantas kenapa kita mengisi hati kita dengan selainNya? Mencintai sesuatu melebihi cinta kita pada Nya? Kemudian kita melanjutkan “Allahlah Penguasa Hari Pembalasan.” (Al-Fatihah:4). Ini merupakan visi jangka panjang setiap muslim, bahwa akan ada hari pembalasan setelah kematian kita. Maka apakah yang selayaknya kita lakukan untuk mempersiapkan diri? Amal Sholeh kah atau amal Salah kah?

 

Selanjutnya kita mengucap komitmen kita “Hanya kepada Mu lah kami beribadah dan hanya kepada Mu lah kami minta pertolongan” (Al-Fatihah:5). Kemudian kenapa kita meletakkan berhala lain di dalam hati kita. Kenapa kita mematuhi perintah dari berhala itu dan bukannya perintah ALLAH? Jawab dengan jiwa mu sahabat! jika kekasihmu menghianatimu apa yang kau rasakan? Bagaimana jika yang merasa dikhianati itu adalah pemilik hidup Mu, Pencipta Mu? Beranikah kau menantang Nya? Siapkah kau tenggelam abadi di kerak NERAKA NYA?.

Na’udzubillah min dzalik.

 

Jika kita TIDAK memahami makna dari setiap kalimat yang kita ucapkan dalam shalat kita bangaimana mungkin kita bisa mendirikan shalat? Bagaimana mungkin shalat kita dapat mencegah perbuatan keji dan munkar seperti bohong, khianat, durhaka, zina, korupsi, dan segala perbuatan maksiat lainnya? Jawab dengan suara hatimu yg telah di berikan Rabb mu semenjak di alam Ruh..! Jangan pernah takut mengikuti kebenaran selagi masih ada jalan, sebelum Allah benar2 mengunci mati (baca: menyesatkan) kita untuk selama-lamanya sebaimana telah dijelaskan dalam ayat-ayat Nya. Karena saat itu sudah tidak ada lagi jalan untuk kembali…!!!

 

“Ya Allah berilah kepada kami kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat dan jauhkanlah kami dari siksa api Neraka Mu”

Amien…

2 Responses to “Ka’bah”

  1. mifdhal said

    yah its real, caus eif never understand what we said in pray [shalat] so we cannot fully contact to our GOD ALLAH SWT

  2. mydear09 said

    ini adalah tentang Spiritual Komitmen kita sebagai mahluk terhadap sang Khalik. Masihkah kita bisa mendengar suara hati (baca: kebenaran) itu? jika tidak, maka waspadalah…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: