Something to Share With…

just from a learner who still in the learning stage…

Minaret, Panggilan dari Menara….

Posted by Ismadi Santoso on June 13, 2007

Tak ada yang tak kumiliki
Tak ada yang tak bisa kumiliki
Tak ada impian yang yang rusak karena karat
Tak ada keinginan yang terkubur

Novel ini mengambil setting di kota Khartoum Sudan dan London. Menceritakan tentang kehidupan seorang wanita yang bernama Najwa dengan latar belakang kudeta yang terjadi di Sudan di akhir 80an. Ayah Najwa adalah orang penting di pemerintahan sudan sebelum terjadinya kudeta. Kehidupannya pun sangat eksklusif, segala sesuatunya serba ada. Pembantu siap melayani apapun kebutuhannya. Najwa terlahir sebagai seorang Muslim, namun kehidupannya sangat jauh dari nilai2 islami. Selama masa mudanya ia jarang shalat kecuali di bulan ramadhan atau saat akan ujian semester. Hampir setiap malam Ia clubbing bersama teman2nya, pulang kerumah ketika azan subuh. Ia memiliki seorang kekasih (Anwar) yang juga terlahir sebagai seorang Muslim namun sejatinya adalah seorang atheis. Kekasihnya adalah penganut aliran kiri dikampusnya yg selalu menentang pemerintahan yg sedang berkuasa melalui tulisan2nya di media kampus atau pun demontrasi2.

Dan ketika kudeta itu terjadi, ayah najwa ditangkap dan diadili dan dihukum mati. Najwa bersama ibu dan saudara kembarnya pun pindah ke London untuk mencari suaka politik. Selama ibunya masih hidup najwa dan saudara kembarnya (omar) dapat hidup dengan layak. Namun tak lama kemudian ibunya jatuh sakit, dan omar kecanduan heroin. Ibunya pun meninggal dan omar masuk penjara. Najwa tinggal sebatangkara di London, tanpa keluarga juga tidak punya keahlian. Pada saat yg hampir bersamaan datanglah Anwar dari Sudan yg juga mencari suaka di Inggris. Pemerintahan yg didukungnya jg baru saja di kudeta oleh rezim militer. Najwa pun menghabiskan banyak waktu dengan kekasih lamanya itu, meski dia menyadari kekasihnya itu seorang atheis yg selalu memintanya melakukan hal yg menentang prinsip dan keyakinannya. Semua tabungan yg dimiliki Najwa pun habis untuk membiayai hidup Anwar di London. Semua itu ia lakukan atas nama cinta, najwa slalu berfikir mungkin anwar atheis tapi ada beberapa hal yg sangat dia sukai dari dirinya. Najwa terus berfikir bahwa ia takkan pernah bisa lepas dari anwar. Sebuah pemikiran yg membelenggu jiwa dan raganya sendiri dengan sangat kuatnya. Study PhD anwar pun dibiayai najwa, untuk kekasihnya tercinta itu ia rela melakukan apa saja. sehingga tanpa disadarinya ia telah menghabiskan seluruh harta peninggalan orangtuanya.

Najwa pun terpaksa menghidupi dirinya dengan menjadi pembantu rumah tangga di London karena tidak ada apa2 lagi yg ia punya untuk melanjutkan hidupnya, dan ia pun tidak punya keahlian apa2. Sejak saat itu ia mulai merasakan kekosongan yg sangat di dalam dirinya. Saat menjadi mahasiswa di Universitas Khartoum dulu najwa senang melihat orang2 berkumpul di taman kampus untuk menggelar tikar dan melaksanakan shalat magrib berjamaah. Ia merasa nyaman menyaksikan itu semua, jauh di dalam hatinya sebenarnya ia ingin bisa seperti mereka merasakan nikmatnya shalat. Tetapi, ia telah menutup mata hatinya sendiri sehingga sangatlah sulit untuk menerima kebenaran dan meniti jalan kembali padaNya. Setelah usianya mendekati akhir 30an barulah tergerak hatinya untuk melangkahkan kaki kemasjid. Mengikuti pengajian demi pengajian. Najwa sangat serius dengan semua itu, setiap hari doa ia panjatkan untuk meminta ketenangan hatinya dan petunjuk Tuhannya. Dengan izin dan rahmat Allah akhirnya najwa dapat menemukan jalan menuju Rabbnya. Ia mulai berjilbab, meski usianya sudah tidak bisa dikatakan muda lagi.

Suatu ketika anwar datang dan menertawakan penampilan barunya. Bahkan anwar dengan terang2an ia meminta najwa melepaskan jilbabnya karena menurutnya pakaian itu sangat tidak pantas untuk orang seperti najwa dengan semua masa lalunya. Tapi najwa tidak bergeming dengan permintaan anwar, karena Najwa telah menyadari bahwa Cinta sejati adalah kesucian yg harus dijaga. Cinta semestinya berhulu iman, bermuara takwa dan kebersihan jiwa. Itulah cinta yg hakiki. ia telah memahami bahwa cintanya kepada anwar selama ini adalah cinta buta. Cinta buta adalah cinta yg berdasarkan hawa nafsu belaka. Dan hawa nafsu adalah senjata setan yg paling ampuh untuk memperdaya umat manusia. Dan hal itulah yg telah meluluhlantakkan hidup najwa selama 20 tahun terakhir. Najwa pun menolak permintaan anwar karena ia lebih memilih untuk mencintai Rabb nya. Jika sikap itu telah diambilnya sejak bertahun-tahun yg lalu, maka tentulah umurnya tidak akan pernah sia-sia hanya dengan menuruti kemauan anwar yg sebagian besar melanggar aturan Rabbnya. Ia pun bertobat dengan sebenar-benarnya dan bersunguh-sungguh dan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga cahaya itu agar tidak pernah mati sampai akhir hayatnya.

Perjalan spiritual seorang najwa dalam mencari Tuhannya dalam novel ini sangat menarik untuk dipelajari. Seorang wanita yg slalu hidup di bawah bayang-bayang kekasihnya. Sangat mencerminkan posisi seorang wanita yang teramat rentan dan lemah. Situasi yg pada umumnya dihadapi kebanyakan wanita. Keberanian untuk megambil sikap, ketegasan terhadap dirinya sendiri, dan kesadaran akan eksistensi dirinya dimuka bumi ini telah memerdekakan pikiran, raga dan jiwa najwa. Dengan pikiran, raga dan jiwa yg telah merdeka itulah pada akhirnya ia dapat menemukan jalan menuju Rabbnya.

Disarikan dari Novel
Judul : Minaret, Panggilan dari Menara
Penulis : Leila Aboeleila

Pesan Moral:

Haruskah menunggu 20 tahun lagi untuk sadar dan bertobat? Bagaimana jika umur kita tidak sampai 20 tahun kedepan? Bagaimana jika esok atau lusa kita harus pulang ke Rahmatullah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: