Something to Share With…

just from a learner who still in the learning stage…

Archive for July, 2007

Sebuah Inner Journey dengan Al-Ihsan

Posted by Ismadi Santoso on July 27, 2007

esq-diagram.jpg

Berdasarkan bagan diatas terlihat bahwa EQ, IQ, dan SQ berkaitan erat satu sama lainnya. Pada saat masalah datang, maka radar hati akan menangkap sinyal. Jika langkah yang kita ambil berorientasi pada Spriritual, maka niscaya Tauhid mampu menstabilkan tekanan pada amygdala (sistem saraf emosi), sehingga emosi selalu terkendali. Pada saat inilah seseorang dikatakan memiliki EQ tinggi. Emosi yang tenang terkendali akan menghasilkan optimalisasi pada fungsi kerja God Spot pada lobus temporal serta mengeluarkan suara hati Ilahiah yang murni dari dalam bilik peristirahatannya. Suara Hati Ilahiah itulah bisikan informasi Maha Penting yang mampu menghasilkan keputusan yang sesuai dengan hukum Allah, hukum alam, sesuai dengan situasi yang ada, dan sesuai dengan garis orbit spiritualitas. Pada momentum inilah, seseorang dikatakan memiliki kecerdasan spiritual (SQ) yang tinggi. Kemudian dilanjutkan dengan mengambil langkah kongkret lainnya berupa perhitungan logis (IQ), sehingga intelektualitas bekerja pada garis edar (Manzilah) yang mengorbit pada Allah Yang Esa (SQ). Inilah yang dinamakan meta kecerdasan (Ultimate Intelligence) itu yang pada akhirnya dapat membawa kita pada keselamatan hidup di dunia maupun di akhirat kelak.

Dan Hendaklah diantara kamu ada segolongan umat yang mengajak kepada kebaikan, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.(QS Al-Imran 3:104)

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS At-Taubah 9:71)

Sebaliknya, jika setiap langkah kita berorientasi pada nafsu maka emosi yang dihasilkan adalah emosi yang tidak terkendali sehingga menghasilkan sikap Marah, Sedih, Kesal, Takut, kalut, Linglung, Bingung, Kosong, Hati Tumpul, dll. Akibat dari emosi yang tidak terkendali adalah GOD Spot menjadi terbelenggu dan Suara Hati tidak memiliki peluang untuk muncul. Bila bisikan Suara Hati Ilahiah yang bersifat mulia tidak lagi bisa di dengar maka ia tidak dapat berkolaborasi dengan piranti kecerdasan yang lain. Pada saat ini emosilah yang memberikan perintah kepada logika kita (IQ) untuk bertindak berdasarkan dorongan kemarahan, kekecewaan, kesedihan, ketumpulan hati, kekalutan, dan ketakutan. Bayangkanlah apa yang terjadi kemudian! Logika yang sudah tidak dapat bekerja secara normal ditambah tertutupnya suara hati akan membuat siapa saja dapat berbuat apa saja untuk tujuan apapun juga, meskipun harus menantang Tuhannya. Hal-hal yang benar menjadi salah, dan yang salah menjadi benar, yang haram akan menjadi halal dan yang halal akan menjadi haram. Menghalalkan segala macam cara untuk mencapai tujuan akan menjadi sesuatu yang rasional dalam kondisi ini. Pada akhirnya kebinasaanlah yang akan diperoleh baik didunia maupun diakhirat. Penyesalan, tangisan, dan air mata pada saat itu akan sia-sia. Naudzubillah min dzalik tsumma naudzubillah min dzalik.

Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagiannya dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh berbuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. (QS. AT-Taubah 9:67)

Tidakkah kau ketahui telah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, ‘Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan dan negeri-negeri yang telah binasa (musnah)?[649]. Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata, maka Allah tidaklah sekali-kali mendzalimi (menganiaya) mereka, akan tetapi merekalah yang mendzalimi (menganiaya) diri mereka sendiri. (QS. AT-Taubah 9:70)

Katakanlah: “Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat atas kemudharatan diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat”. (QS. Saba’ 34:50)

[649] ‘Aad adalah kaum Nabi Hud, Tsamud ialah kaum Nabi Shaleh; penduduk Madyan ialah kaum Nabi Syu’aib, dan penduduk negeri yang telah musnah adalah kaum Nabi Luth a.s. kesemuanya binasa dikarenakan ulah mereka sendiri.

Waallahua’lam bis sawaab

Disarikan dari:
Judul Buku: ESQ Power, Sebuah Inner Journey Melalui AL-IHSAN
Penulis: Ary Ginanjar Agustian

Advertisements

Posted in Core Value | 8 Comments »

Tentang Sekeping HATI

Posted by Ismadi Santoso on July 23, 2007

Hati adalah bagian terpenting dalam diri manusia selepas keberadaan ruh yang menjadi inti dasar dari segala-galanya. Tasawwuf yang berkembang dengan pesatnya di kebanyakan negara-negara Islam, menjadikan hati sebagai fokus pengkajian dan pusat pembahasan untuk mencapai kedamaian dan kebahagiaan yang diridhoi Allah. Tasawwuf juga dikenal sebagai ilmul Quluub (ilmu tentang hati dan penyakit- penyakitnya, atau Fiqhul Quluub ( pemahaman yang komprehensif tentang hati dan penyakitnya). Kesehatan dan kebersihan hati adalah suatu hal yang sangat signifikan dalam Islam, sehingga kualitas hidup, Ibadah dan perjuangan seseorang dapat ditentukan melalui tahap kesucian dan kebersihan hatinya. Hal ini mendapat dukungan dan pembenaran dari Nabi Muhammad SAW di dalam sabdanya;
Sesungguhnya pada jasad ( tubuh manusia ) ada segumpal darah, apabila ia baik maka baiklah seluruh anggota jasad, dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruh anggota jasad, sesungguhnya ia adalah hati ( HR. Bukhari )

Baiknya hati adalah faktor penentu (decisive factor) kepada baiknya seluruh anggota badan. Anggota badan yang baik adalah anggota badan yang dapat berfungsi secara positif untuk tujuan-tujuan Ibadah demi mencapai Ridho Allah. Sesungguhnya, mata yang baik dapat melihat dengan jelas kebenaran dan kesalahan diri sendiri, mulut yang baik selalu dihiasi dengan zikir kepada Allah dan kata-kata hikmah.

Tangan yang baik akan sentiasa berusaha mengambil apa-apa yang baik dan memberi yang terbaik sebagaimana lebah yang Allah contohkan di dalam Alqur’an. Lebah mengambil sari dari bunga tanpa perlu merusak bunga, kemudian mengeluarkan madu yang segar untuk menjadi obat kepada manusia. Kedatangan lebah tidak sedikitpun membawa kerusakan kepada bunga, bahkan ia membawa kebaikan yang sangat besar kepada proses perkawinan tumbuh-tumbuhan. Sebagai seorang Mukmin kita harus berusaha membawa kebaikan kepada sesama Muslim sebatas kemampuan yang ada, agar wujud dan keberadaan kita menjadi sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu dan diharapkan. Apabila hati kita sakit maka seluruh anggota badan kita akan berfungsi secara negatif dan destruktif (destructive), yang pada akhirnya membawa kepada kehancuran diri dan reputasi sebagai seorang Mukmin yang menjadi pewaris kepada perjuangan dakwah Nabi.

Semua pekerti buruk yang keluar dari hati yang rusak dan sakit akan menjadikan hati semakin sakit dan tertutup dari cahaya kebenaran, serta jauh dari keikhlasan. Kemudian hati akan berubah menjadi gudang dosa yang penuh dengan timbunan dosa dan noda sehingga hati semakin kecil dimakan oleh racun dosa sebagaimana besi dimakan oleh karat-karat yang berada di sekelilingnya. Allah berfirman;

Sesungguhnya di dalam hati mereka ada bermacam-macam penyakit kemudian Allah tambahkan lagi penyakit itu sehingga hati mereka benar-benar gelap dan sakit, dan sesungguhnya Allah menyediakan untuk mereka azab yang pedih atas sebab pendustaan yang mereka lakukan ( Al Baqarah :10 )

Penyakit hati sangat berbahaya namun ia jarang mendapat perhatian yang sesungguhnya dari kita, karena tidak mengetahui akan besarnya akibat yang akan timbul jika kita mengabaikannya. Kita biasanya lebih peka kepada tuntutan jasmani dan penyakit-penyakit yang diderita oleh jasmani kita. Bermacam-macam buku kesehatan kita koleksi dan kita baca, berbagai macam pakar kesehatan kita datangi namun kita lupa akan penyakit yang ada pada hati. Apakah namanya? Siapakah dokternya, mana bukunya dan apakah obatnya.

Sesungguhnya penyakit hati sangat banyak macam dan bentuknya seperti; cinta dunia yang berlebih-lebihan, Iri hati, dengki, sombong, angkuh, dendam, khianat, bohong dll. Semua penyakit ini, tidak ubahnya bagaikan penyakit kanker ganas yang semakin hari semakin membesar sehingga dapat merubah bentuk dan rupa manusia menjadi hewan yang liar dan ganas atau melebihi keganasan dan kebuasan hewan. Allah berfirman;

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) sebagian besar dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (nasehat yang baik). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai (Sesat). ( Al A’raf :179 )

Kebersihan hati sangat diperlukan dan merupakan modal dasar dalam mengharungi kehidupan dunia yang penuh dengan ujian dan cobaan. kebaikan dan keburukan adalah gendang dari sebuah kehidupan yang nyata, dan menjadi materi utama dalam ujian kehidupan kita di dunia. Kebaikan dan keburukan bisa muncul dari diri kita ataupun dari diri orang lain. Bila kebaikan muncul dari diri kita ia hendaklah merupakan ibadah kepada Allah dan bukanlah sebuah demonstrasi kebaikan untuk mendapat pujian dan sanjungan dari manusia, dan bila kebaikan itu muncul dari orang lain ia harus dilihat sebagai sebuah kebenaran dan kebaikan yang harus kita contoh dan teladani. Apabila keburukan muncul dari diri kita ia adalah manifestasi dari proses penurunan iman dan kelemahan jiwa kita yang tentunya menuntut perbaikan segera. Apabila keburukan itu muncul dari orang lain ia adalah suatu peringatan dan teguran yang bermakna untuk kita, dan bukanlah sarana untuk kita saling berdendam dan saling mencerca. Sebuah keburukan tidak dapat diselesaikan dengan keburukan sebagaimana dendam tidak dapat menyelesaikan persengketaan.

Sumber : www.percikan-iman.com

Posted in Core Value | Leave a Comment »

Takdir

Posted by Ismadi Santoso on July 19, 2007

Apakah takdir itu? adakah peran manusia dalam takdir itu? lantas bagaimana kita sebagai muslim menyikapi takdir itu?

Dalam hal takdir sebenarnya ada campur tangan manusia, sebanyak 2/3 bagian, sementara kehendak Allah adalah 1/3 bagian dari keseluruhan rangkaian takdir. Apa maksudnya? Seringkali saya dengar ayat Al-quran yang mengatakan : “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu merubahnya”. Sebenarnya taqdir baik atau tidak, nasib baik atau tidak, sebagian besar tergantung pada manusia. Ada 3 tahapan yang harus dilalui sebelum jatuhnya taqdir manusia, yaitu :

  1. Qauli
  2. Syar’i
  3. Ghaibi

Contoh paling gampang adalah ketika kita melalui suatu ujian. entah itu ujian di sekolah, ujian kehidupan, ujian untuk memasuki suatu perguruan tinggi maupun ujian apapun. Gimana caranya kita dapat bernasib baik atau bertaqdir baik adalah melalui proses diatas. Pertama Qauli. Qauli disini artinya mengusahakan untuk mendapatkan nilai yang baik dengan mempersiapkan segala sesuatu alias belajar dengan baik. Jika kita tidak belajar dengan baik maka jangan salahkan takdir kalau nilai kita jelek.

Jika kita sudah mempersiapkan diri dengan baik langkah berikutnya adalah melaksanakan Syar’i. Arti dari syar’i ini adalah bahwa kita tidak boleh meninggalkan ibadah wajib yang telah diwajibkan oleh Allah SWT dan jangan lupa untuk berdoa agar kita diberikan kemudahan dalam melaksanakan ujian dan diberikan hasil yang terbaik. Jika kita tidak melakukan tahap kedua ini dengan benar dan mendapatkan takdir yang jelek maka jangan salahkan takdir.

Tahap ketiga, Ghaibi adalah keyakinan bahwa apapun yang terjadi adalah kehendak Allah SWT. artinya ketika kita telah melaksanakan tahapan pertama dan kedua dengan baik, namun mendapatkan hasil yang tidak baik atau gagal maka itu adalah kehendak Allah, mungkin Allah telah menyiapkan sesuatu yang lebih baik untuk kita. Artinya semisal dalam mempersiapkan ujian SPMB kita telah belajar dengan baik, mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, berdoa, tidak meninggalkan ibadah wajib bahkan mungkin disertai dengan ibadah2 sunah seperti tahajud namun ternyata gagal alias tidak ketrima maka itu sudah kehendak Allah. Yang pasti Allah akan memberikan sesuatu yang terbaik bagi hambaNya yang bertawaqal. Setiap kehidupan kita, bagaimana kita mendapatkan rejeki itu juga melalui 3 rangkaian tahapan tersebut. apapun yang terjadi pada diri kita maka 3 rangkaian itu berpengaruh. Termasuk dalam mencari jodoh, mengarungi kehidupan sehari-hari dan sebagainya.

Ada hikmah yang dapat saya ambil dari taujih ini, bahwa kita harus berusaha sebaik-baiknya. Dalam sebuah hadist Qudsi dikatakan bahwa “Allah menyukai seorang pemberi makan kuda karena ia melaksanakan pekerjaannya dengan baik / bersungguh-sungguh”. Artinya meskipun manusia menganggap pekerjaan itu suatu pekerjaan yang sepele jika kita bisa mengerjakannya dengan baik maka Allah akan menyukainya dan akan memberikan rizki yang halal dan berkah. Bekerja secara profesional sebenarnya telah diajaarkan oleh islam. Pasti sering kita mendengar Hadits ini “Jika hari ini sama dengan hari kemaren maka kita merugi, jika hari ini lebih jelek dari hari kemaren maka celakalah kita” Bisa dibayangkan jika semua umat islam menyadari hal ini dan dapat melaksanakan setiap pekerjaan yang dibebankan padanya dengan baik maka bisa dilihat dalam waktu singkat umat islam akan maju. Mari berinstropeksi, sudahkah kita melaksanakan setiap pekerjaan dengan baik?

ilustrasi berikut mungkin dapat membantu:

takdir.jpg

Kuadran kiri dimana kita (manusia) gk punya andil adalah QADA’. sedangkan Kuadran sebelahnya (kanan) dimana kita (manusia) mempunyai andil adalah TAKDIR. pada hakekatnya hanya ada 2 macam takdir itu; yaitu takdir baik dan takdir buruk. Takdir baik dapat kita peroleh jika kita berikhtiar sesuai dengan perintah ALLAH dan Rasul Nya serta meninggalkan larangannya. Takdir buruk akan berlaku jika kita berusaha dengan mengabaikan perintan ALLAH dan Rasul Nya serta melanggar larangannya.

Jadi jangan salahkan takdir yang buruk yang menimpa kita ketika kita tidak berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan yang terbaik dengan jalan yang terbaik (jalan yang di ridhoi oleh ALLAH dan Rasul Nya).

Waallahu’alam bis Sawaab

Posted in Core Value | Leave a Comment »

” Kisah Seorang Pendo’a “

Posted by Ismadi Santoso on July 17, 2007

iklas_jpg.jpg

Ketika kumohon pada Tuhan kekuatan,
Tuhan memberiku kesulitan agar aku
menjadi kuat…

Ketika kumohon pada Tuhan
kebijaksanaan, Tuhan memberiku
masalah untuk kupecahkan…

Ketika kumohon pada Tuhan
kesejahteraan, Tuhan memberiku akal
untuk berpikir…

Ketika kumohon pada Tuhan keberanian,
Tuhan memberiku kondisi bahaya untuk
kuatasi…

Ketika kumohon pada Tuhan sebuah
cinta, Tuhan memberiku orang2 yang
bermasalah untuk kutolong…

Ketika kumohon pada Tuhan bantuan,
Tuhan memeberiku kesempatan untuk
terus berusaha…

Aku tak pernah menerima yang aku
pinta, tapi aku menerima segala yang
kubutuhkan…

Terima Kasih Tuhan, Do’aku terjawab
sudah…

terjemah bebas : “History of Prayer”

Posted in Core Value | Leave a Comment »

Hidayah, Dicarikah…? Atau Datang Dengan Sendirinya…?

Posted by Ismadi Santoso on July 13, 2007

Irene Handono, seorang mantan biarawati yang kini telah memeluk Islam (Mu’allaf) pernah menceritakan tentang pengalaman spiritualnya. Ketika ia masih menjadi biarawati pastur kepala selalu memberikan doktrin-doktrin yang harus disampaikan kepada “jemaatnya” pada setiap ceramahnya masing-masing. Tetapi ketika Irene bertanya (bersikap kritis) kepada pasturnya tentang apa yang diajarkannya. Si pastur hanya menjawab jangan banyak bertanya Irene, karena kalau demikian maka kamu tidak beriman kepada ”Bapa di Surga”, terima saja apa yang kuberikan padamu, si pastur itu melanjutkan. Dan pastur itu selalu berpesan kepada semua pendeta & suster2nya untuk tidak membaca Al-Qur’an yang ada di perpustakaan mereka. Sikap kritis Irene yang selalu ingin belajar mengusik hatinya untuk membaca Al-Qur’an secara sembunyi2. Semakin sering irene membaca Ayat2 suci tersebut semakin kagum ia di buatnya. Semakin dalam ia pelajari dan bandingkan dengan Injil edisi manapun, jelas Ayat Al-Qur’an jauh lebih bermutu dan lebih layak dipercaya. Akhirnya ia memutuskan untuk masuk Islam meskipun ia tau jiwa nya terancam jika melakukan itu. Tapi ia menyadari bahwa Allah akan selalu membantu hamba Nya yang benar2 ingin menempuh jalan Nya. Dengan bersusah payah, dan berkali-kali terancam nyawanya akhirnya ia bisa keluar dari gereja itu dan mengucap ”dua kalimah syahadat” dan memeluk Islam. Kini Ibu Irene Handono menjadi salah satu Muballighah yang istiqamah di jalanNya. 

H.M. Syafi’ie Antonio, seorang pakar ekonomi, dulunya adalah seorang Nasrani yang taat. Namun ia selalu merasa ada yang kurang dari dirinya, yaitu permasalahan ekonomi sedikitpun tidak pernah di singgung dalam agamanya. Kemudian ia pun mulai mencari di Kitab2 agama lain. Dan pada akhirnya ia menemukan bahwa urusan ekonomi keduniaan hanya di bahas secara utuh di dalam Al-Qur’an, dan diperjelas lagi dalam Al-Hadits. Tidak ada kitab2 agama lain yang membahas masalah keduniaan (muammalah) sedetail agama islam. Kemuadian ia pun memutuskan untuk bersyahadat dan memeluk Islam. H.M. Syafi’ie Antonio kini menjadi salah satu pakar ekonomi syariah yang sangat kompeten di negeri ini.  

Felix Siaw, seorang laki2 keturunan tiong hoa yang telah menjalankan hidup sebagai seorang atheis selama hampir lima tahun. Pada dasarnya ia beragama Katolik, namun ketika ia SMP, ia pernah bertanya kepada orang tuanya tentang dari mana ia berasal dan kemana ia akan pergi setelah mati, orang tuanya tidak pernah bisa menjawab. Mereka hanya menjawab kamu dari bapak, bapak dari kakek, kakek dari buyut, dst. Kemudian ayahnya menyuruhnya bertanya ke pastur. Ia pun pergi kegereja dan bertanya ke pasturnya. Si pastur menjawab “kamu berasal dari tuhan mu”. Felix bertanya tuhan ku yang mana ya bapa? Tuhan bapa, tuhan ibu, atau yesus. “Ketiga-tiganya”! jawab si pastur. Bagaimana mungkin bapa? Bagaimana mungkin tuhan2 itu bisa bekerja sama untuk menciptakan ku? Si pastur menjawab “jangan banyak tanya Felix, terima saja, kalau kamu banyak bertanya maka kamu tidak beriman”. Kemudia felix frustasi dan akhirnya ia menjadi atheis. Sampai ia duduk di bangku kuliah akhirnya ia kembali mencari Tuhan. Ia mempelajari semua agama yang ada di indonesia. Terakhir ia mempelajari Islam, meskipun ia tidak pernah respek dengan agama Islam itu karena informasi miring yang ia peroleh selama ini. Seorang temannya yg muslim mengatakan kalau kamu ingin belajar Islam, maka pelajarilah tentang Islam, dan jangan pernah lihat si Muslim. Karena sebagian besar si Muslim (orang Islam) itu telah melenceng jauh nilai islam itu sendiri meskipun secara fisik mereka tampak sangat Islami. Felix pun merubah sudut pandangnya dan ia mempelajari nilai Islam. Kemudian ia membandingkan secara langsung antara injil dan Al-Qur’an, dan ia pun menemukan kebenaran yang sejati, yang sebagian besar manusia bahkan para muslim sekalipun tidak mengetahuinya. Akhirnya dahaga yang telah sekian tahun belum terpuas kan itu perlahan namun pasti mendapat siraman air yang sangat meyejukkan. Dan ia pun bersyahadat dan sujud syukur karena telah berhasil menemukan apa yang ia cari selama beberpa tahun belakangan. Felix telah menemukan kedamaian dan kebahagiaan hakiki bersama ALLAH nya yang ESA. Felix sekarang bekerja sebagai dosen salah satu PTS di Jakarta, disamping itu iya juga menjadi Muballigh yang berjuang menyampaikan kebenaran yang hakiki itu. 

Gito Rollies dan Jefry Al-Bukhori, adalah dua nama yang tentunya tidak asing lagi di telinga kita. Keduanya adalah Da’i kondang di negeri ini. Keduanya pun memiliki masa lalu yang hampir sama. Bergelimang maksiat dan dosa2 sepert drugs, alkohol, dst. Gito Rollies yang seorang rocker ternama, dan jefry yang seorang artis muda yang berbakat. Namun, semua itu tidak dapat memberikan keebahagiaan hakiki kedalam hati mereka. Pada awal 80an Gito Rollies memutuskan meninggalkan dunianya yang semu untuk satu tujuan mencari sesuatu yang hilang dari dalam dirinya. Pun demukian Jefry Al-Bukhori, di pertengahan taun 90an dia memutuskan untuk meninggalkan kegemerlapan dunianya yang fana guna mencari kebenaran yang hakiki memenuhi jeritan nuraninya. Alhamdulillah, kebenaran telah berhasil mereka temukan dan mereka pun telah berhasil mendapatkan kebahagiaan yang hakiki bersama ALLAH nya. Dan saat ini, sebagai mana yang kita ketahui keduanya telah menjadi Muballigh nomor wahid yang sangat disegani. 

Pertanyaannya kemudian adalah apakah hidayah ini akan datang dengan sendirinya atau dicari? Pengalaman hidup semua tokoh-tokoh diatas, baik yang tadinya non muslim atau pun muslim semenjak dilahirkan semuanya melalui proses pencarian jati diri dan eksistensi dirinya di muka bumi ini guna meniti jalan menuju Tuhannya. Ada keinginan keras dan usaha yang tidak mengenal lelah untuk membaca (baca: mempelajari) ayat2 Allah. Setelah mereka menunjukkan niatnya yang murni dan usahanya yang tulus hanya untuk mengharap Ridho Nya barulah Allah menunjukkan jalan yang benar kepada mereka dan menuntun mereka untuk terus mengikuti jalan itu. 

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.(QS. AR-Ra’du 13:11) 

Dan ini bukanlah perkara yang mudah, karena musuh terbesar manusia adalah dirinya (nafsunya) sendiri sebagaimana hadist Rasulullah:“Musuh terbesar bagi umat manusia adalah hawa nafsunya sendiri”. (HR. Bukhari). Dalam hidup ini sejatinya hanya ada dua warna; hitam dan putih. Yang lainnya hanya merupakan perpaduan dari kedua warna tersebut dengan panjang gelombang dan frekuensi yang berbeda pula. Itulah Sunnatullah. Porsi kita sebagai manusia yang di beri kesempatan untuk hidup di alam dunia ini adalah memilih antara kedua warna tersebut. Hitam yang merepresentasi kan keburukan dan kejahatan, atau putih yang melambangkan kebaikan dan kemuliaan disisi Nya. Pilihan itu kemudian yang akan menjadi bekal kita kembali menghadapNya pada Hari Kebangkitan nanti.  

Hidayah tidak pernah datang dengan sendirinya, bahkan Rasulullah SAW sekalipun harus menyendiri di gua hira’ sebagai ikhtiarnya (baca: usahanya) untuk mencari Rabbnya (Allah SWT). Dan akhirnya setelah 3 tahun beliau menyendiri tersebut barulah turun firman ALLAH yang pertama :

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang telah menciptakan (mu).Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.(QS. Al-Alaq 96:1-5)[1589]. Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan membaca dan menulis.

Bacalah…!!! itulah perintah ALLAH yang pertama kali turun yang sangat luas maknanya. Bacalah dapat berarti Belajar lah…!!!, Berpikirlah…!!! Berusahalah…!!! untuk memahami Ayat2 Rabbmu agar kamu tidak salah pilih dalam hidup mu, Berjuanglah…!!! melawan nafsumu agar kamu tidak tergolong orang2 yang sesat. Belajarlah…!!! Berpikirlah…!!! Renungkanlah…!!! tentang ALLAH mu Yang Maha Segala Maha.    

Waallhua’lam bis Sawaab.

Posted in A Confession | Leave a Comment »

Survive or Perish

Posted by Ismadi Santoso on July 4, 2007

Evolution in an imperfect and often violent process
Morality loses its meaning
The question of good and evil
reduce to one simple choice:
SURVIVE or PERISH

Posted in Core Value | Leave a Comment »

RUN

Posted by Ismadi Santoso on July 4, 2007

the earth is large
large enough that you think
you can hide from anything

from fate
from GOD

if only you found a place
far enough away
so you run
to the edge of the earth
where all is safe again
quite and warm

the solace of salt air
the peace of danger left behind
the luxury of grief
and may be just for a moment
you believe you have escaped

you can run far
you can take your small precautions
but have you really gotten away?
can you ever escape?

or is the truth that you do not have
the strengt or cunning
to hide from destiny?

but the world is not small
you are
and fate can find you anywhere
and fate can find you anytime

Posted in Core Value | Leave a Comment »