Something to Share With…

just from a learner who still in the learning stage…

Takdir

Posted by Ismadi Santoso on July 19, 2007

Apakah takdir itu? adakah peran manusia dalam takdir itu? lantas bagaimana kita sebagai muslim menyikapi takdir itu?

Dalam hal takdir sebenarnya ada campur tangan manusia, sebanyak 2/3 bagian, sementara kehendak Allah adalah 1/3 bagian dari keseluruhan rangkaian takdir. Apa maksudnya? Seringkali saya dengar ayat Al-quran yang mengatakan : “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu merubahnya”. Sebenarnya taqdir baik atau tidak, nasib baik atau tidak, sebagian besar tergantung pada manusia. Ada 3 tahapan yang harus dilalui sebelum jatuhnya taqdir manusia, yaitu :

  1. Qauli
  2. Syar’i
  3. Ghaibi

Contoh paling gampang adalah ketika kita melalui suatu ujian. entah itu ujian di sekolah, ujian kehidupan, ujian untuk memasuki suatu perguruan tinggi maupun ujian apapun. Gimana caranya kita dapat bernasib baik atau bertaqdir baik adalah melalui proses diatas. Pertama Qauli. Qauli disini artinya mengusahakan untuk mendapatkan nilai yang baik dengan mempersiapkan segala sesuatu alias belajar dengan baik. Jika kita tidak belajar dengan baik maka jangan salahkan takdir kalau nilai kita jelek.

Jika kita sudah mempersiapkan diri dengan baik langkah berikutnya adalah melaksanakan Syar’i. Arti dari syar’i ini adalah bahwa kita tidak boleh meninggalkan ibadah wajib yang telah diwajibkan oleh Allah SWT dan jangan lupa untuk berdoa agar kita diberikan kemudahan dalam melaksanakan ujian dan diberikan hasil yang terbaik. Jika kita tidak melakukan tahap kedua ini dengan benar dan mendapatkan takdir yang jelek maka jangan salahkan takdir.

Tahap ketiga, Ghaibi adalah keyakinan bahwa apapun yang terjadi adalah kehendak Allah SWT. artinya ketika kita telah melaksanakan tahapan pertama dan kedua dengan baik, namun mendapatkan hasil yang tidak baik atau gagal maka itu adalah kehendak Allah, mungkin Allah telah menyiapkan sesuatu yang lebih baik untuk kita. Artinya semisal dalam mempersiapkan ujian SPMB kita telah belajar dengan baik, mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, berdoa, tidak meninggalkan ibadah wajib bahkan mungkin disertai dengan ibadah2 sunah seperti tahajud namun ternyata gagal alias tidak ketrima maka itu sudah kehendak Allah. Yang pasti Allah akan memberikan sesuatu yang terbaik bagi hambaNya yang bertawaqal. Setiap kehidupan kita, bagaimana kita mendapatkan rejeki itu juga melalui 3 rangkaian tahapan tersebut. apapun yang terjadi pada diri kita maka 3 rangkaian itu berpengaruh. Termasuk dalam mencari jodoh, mengarungi kehidupan sehari-hari dan sebagainya.

Ada hikmah yang dapat saya ambil dari taujih ini, bahwa kita harus berusaha sebaik-baiknya. Dalam sebuah hadist Qudsi dikatakan bahwa “Allah menyukai seorang pemberi makan kuda karena ia melaksanakan pekerjaannya dengan baik / bersungguh-sungguh”. Artinya meskipun manusia menganggap pekerjaan itu suatu pekerjaan yang sepele jika kita bisa mengerjakannya dengan baik maka Allah akan menyukainya dan akan memberikan rizki yang halal dan berkah. Bekerja secara profesional sebenarnya telah diajaarkan oleh islam. Pasti sering kita mendengar Hadits ini “Jika hari ini sama dengan hari kemaren maka kita merugi, jika hari ini lebih jelek dari hari kemaren maka celakalah kita” Bisa dibayangkan jika semua umat islam menyadari hal ini dan dapat melaksanakan setiap pekerjaan yang dibebankan padanya dengan baik maka bisa dilihat dalam waktu singkat umat islam akan maju. Mari berinstropeksi, sudahkah kita melaksanakan setiap pekerjaan dengan baik?

ilustrasi berikut mungkin dapat membantu:

takdir.jpg

Kuadran kiri dimana kita (manusia) gk punya andil adalah QADA’. sedangkan Kuadran sebelahnya (kanan) dimana kita (manusia) mempunyai andil adalah TAKDIR. pada hakekatnya hanya ada 2 macam takdir itu; yaitu takdir baik dan takdir buruk. Takdir baik dapat kita peroleh jika kita berikhtiar sesuai dengan perintah ALLAH dan Rasul Nya serta meninggalkan larangannya. Takdir buruk akan berlaku jika kita berusaha dengan mengabaikan perintan ALLAH dan Rasul Nya serta melanggar larangannya.

Jadi jangan salahkan takdir yang buruk yang menimpa kita ketika kita tidak berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan yang terbaik dengan jalan yang terbaik (jalan yang di ridhoi oleh ALLAH dan Rasul Nya).

Waallahu’alam bis Sawaab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: