Something to Share With…

just from a learner who still in the learning stage…

Tentang Sekeping HATI

Posted by Ismadi Santoso on July 23, 2007

Hati adalah bagian terpenting dalam diri manusia selepas keberadaan ruh yang menjadi inti dasar dari segala-galanya. Tasawwuf yang berkembang dengan pesatnya di kebanyakan negara-negara Islam, menjadikan hati sebagai fokus pengkajian dan pusat pembahasan untuk mencapai kedamaian dan kebahagiaan yang diridhoi Allah. Tasawwuf juga dikenal sebagai ilmul Quluub (ilmu tentang hati dan penyakit- penyakitnya, atau Fiqhul Quluub ( pemahaman yang komprehensif tentang hati dan penyakitnya). Kesehatan dan kebersihan hati adalah suatu hal yang sangat signifikan dalam Islam, sehingga kualitas hidup, Ibadah dan perjuangan seseorang dapat ditentukan melalui tahap kesucian dan kebersihan hatinya. Hal ini mendapat dukungan dan pembenaran dari Nabi Muhammad SAW di dalam sabdanya;
Sesungguhnya pada jasad ( tubuh manusia ) ada segumpal darah, apabila ia baik maka baiklah seluruh anggota jasad, dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruh anggota jasad, sesungguhnya ia adalah hati ( HR. Bukhari )

Baiknya hati adalah faktor penentu (decisive factor) kepada baiknya seluruh anggota badan. Anggota badan yang baik adalah anggota badan yang dapat berfungsi secara positif untuk tujuan-tujuan Ibadah demi mencapai Ridho Allah. Sesungguhnya, mata yang baik dapat melihat dengan jelas kebenaran dan kesalahan diri sendiri, mulut yang baik selalu dihiasi dengan zikir kepada Allah dan kata-kata hikmah.

Tangan yang baik akan sentiasa berusaha mengambil apa-apa yang baik dan memberi yang terbaik sebagaimana lebah yang Allah contohkan di dalam Alqur’an. Lebah mengambil sari dari bunga tanpa perlu merusak bunga, kemudian mengeluarkan madu yang segar untuk menjadi obat kepada manusia. Kedatangan lebah tidak sedikitpun membawa kerusakan kepada bunga, bahkan ia membawa kebaikan yang sangat besar kepada proses perkawinan tumbuh-tumbuhan. Sebagai seorang Mukmin kita harus berusaha membawa kebaikan kepada sesama Muslim sebatas kemampuan yang ada, agar wujud dan keberadaan kita menjadi sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu dan diharapkan. Apabila hati kita sakit maka seluruh anggota badan kita akan berfungsi secara negatif dan destruktif (destructive), yang pada akhirnya membawa kepada kehancuran diri dan reputasi sebagai seorang Mukmin yang menjadi pewaris kepada perjuangan dakwah Nabi.

Semua pekerti buruk yang keluar dari hati yang rusak dan sakit akan menjadikan hati semakin sakit dan tertutup dari cahaya kebenaran, serta jauh dari keikhlasan. Kemudian hati akan berubah menjadi gudang dosa yang penuh dengan timbunan dosa dan noda sehingga hati semakin kecil dimakan oleh racun dosa sebagaimana besi dimakan oleh karat-karat yang berada di sekelilingnya. Allah berfirman;

Sesungguhnya di dalam hati mereka ada bermacam-macam penyakit kemudian Allah tambahkan lagi penyakit itu sehingga hati mereka benar-benar gelap dan sakit, dan sesungguhnya Allah menyediakan untuk mereka azab yang pedih atas sebab pendustaan yang mereka lakukan ( Al Baqarah :10 )

Penyakit hati sangat berbahaya namun ia jarang mendapat perhatian yang sesungguhnya dari kita, karena tidak mengetahui akan besarnya akibat yang akan timbul jika kita mengabaikannya. Kita biasanya lebih peka kepada tuntutan jasmani dan penyakit-penyakit yang diderita oleh jasmani kita. Bermacam-macam buku kesehatan kita koleksi dan kita baca, berbagai macam pakar kesehatan kita datangi namun kita lupa akan penyakit yang ada pada hati. Apakah namanya? Siapakah dokternya, mana bukunya dan apakah obatnya.

Sesungguhnya penyakit hati sangat banyak macam dan bentuknya seperti; cinta dunia yang berlebih-lebihan, Iri hati, dengki, sombong, angkuh, dendam, khianat, bohong dll. Semua penyakit ini, tidak ubahnya bagaikan penyakit kanker ganas yang semakin hari semakin membesar sehingga dapat merubah bentuk dan rupa manusia menjadi hewan yang liar dan ganas atau melebihi keganasan dan kebuasan hewan. Allah berfirman;

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) sebagian besar dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (nasehat yang baik). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai (Sesat). ( Al A’raf :179 )

Kebersihan hati sangat diperlukan dan merupakan modal dasar dalam mengharungi kehidupan dunia yang penuh dengan ujian dan cobaan. kebaikan dan keburukan adalah gendang dari sebuah kehidupan yang nyata, dan menjadi materi utama dalam ujian kehidupan kita di dunia. Kebaikan dan keburukan bisa muncul dari diri kita ataupun dari diri orang lain. Bila kebaikan muncul dari diri kita ia hendaklah merupakan ibadah kepada Allah dan bukanlah sebuah demonstrasi kebaikan untuk mendapat pujian dan sanjungan dari manusia, dan bila kebaikan itu muncul dari orang lain ia harus dilihat sebagai sebuah kebenaran dan kebaikan yang harus kita contoh dan teladani. Apabila keburukan muncul dari diri kita ia adalah manifestasi dari proses penurunan iman dan kelemahan jiwa kita yang tentunya menuntut perbaikan segera. Apabila keburukan itu muncul dari orang lain ia adalah suatu peringatan dan teguran yang bermakna untuk kita, dan bukanlah sarana untuk kita saling berdendam dan saling mencerca. Sebuah keburukan tidak dapat diselesaikan dengan keburukan sebagaimana dendam tidak dapat menyelesaikan persengketaan.

Sumber : www.percikan-iman.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: