Something to Share With…

just from a learner who still in the learning stage…

Sebuah Inner Journey dengan Al-Ihsan

Posted by Ismadi Santoso on July 27, 2007

esq-diagram.jpg

Berdasarkan bagan diatas terlihat bahwa EQ, IQ, dan SQ berkaitan erat satu sama lainnya. Pada saat masalah datang, maka radar hati akan menangkap sinyal. Jika langkah yang kita ambil berorientasi pada Spriritual, maka niscaya Tauhid mampu menstabilkan tekanan pada amygdala (sistem saraf emosi), sehingga emosi selalu terkendali. Pada saat inilah seseorang dikatakan memiliki EQ tinggi. Emosi yang tenang terkendali akan menghasilkan optimalisasi pada fungsi kerja God Spot pada lobus temporal serta mengeluarkan suara hati Ilahiah yang murni dari dalam bilik peristirahatannya. Suara Hati Ilahiah itulah bisikan informasi Maha Penting yang mampu menghasilkan keputusan yang sesuai dengan hukum Allah, hukum alam, sesuai dengan situasi yang ada, dan sesuai dengan garis orbit spiritualitas. Pada momentum inilah, seseorang dikatakan memiliki kecerdasan spiritual (SQ) yang tinggi. Kemudian dilanjutkan dengan mengambil langkah kongkret lainnya berupa perhitungan logis (IQ), sehingga intelektualitas bekerja pada garis edar (Manzilah) yang mengorbit pada Allah Yang Esa (SQ). Inilah yang dinamakan meta kecerdasan (Ultimate Intelligence) itu yang pada akhirnya dapat membawa kita pada keselamatan hidup di dunia maupun di akhirat kelak.

Dan Hendaklah diantara kamu ada segolongan umat yang mengajak kepada kebaikan, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.(QS Al-Imran 3:104)

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS At-Taubah 9:71)

Sebaliknya, jika setiap langkah kita berorientasi pada nafsu maka emosi yang dihasilkan adalah emosi yang tidak terkendali sehingga menghasilkan sikap Marah, Sedih, Kesal, Takut, kalut, Linglung, Bingung, Kosong, Hati Tumpul, dll. Akibat dari emosi yang tidak terkendali adalah GOD Spot menjadi terbelenggu dan Suara Hati tidak memiliki peluang untuk muncul. Bila bisikan Suara Hati Ilahiah yang bersifat mulia tidak lagi bisa di dengar maka ia tidak dapat berkolaborasi dengan piranti kecerdasan yang lain. Pada saat ini emosilah yang memberikan perintah kepada logika kita (IQ) untuk bertindak berdasarkan dorongan kemarahan, kekecewaan, kesedihan, ketumpulan hati, kekalutan, dan ketakutan. Bayangkanlah apa yang terjadi kemudian! Logika yang sudah tidak dapat bekerja secara normal ditambah tertutupnya suara hati akan membuat siapa saja dapat berbuat apa saja untuk tujuan apapun juga, meskipun harus menantang Tuhannya. Hal-hal yang benar menjadi salah, dan yang salah menjadi benar, yang haram akan menjadi halal dan yang halal akan menjadi haram. Menghalalkan segala macam cara untuk mencapai tujuan akan menjadi sesuatu yang rasional dalam kondisi ini. Pada akhirnya kebinasaanlah yang akan diperoleh baik didunia maupun diakhirat. Penyesalan, tangisan, dan air mata pada saat itu akan sia-sia. Naudzubillah min dzalik tsumma naudzubillah min dzalik.

Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagiannya dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh berbuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. (QS. AT-Taubah 9:67)

Tidakkah kau ketahui telah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, ‘Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan dan negeri-negeri yang telah binasa (musnah)?[649]. Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata, maka Allah tidaklah sekali-kali mendzalimi (menganiaya) mereka, akan tetapi merekalah yang mendzalimi (menganiaya) diri mereka sendiri. (QS. AT-Taubah 9:70)

Katakanlah: “Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat atas kemudharatan diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat”. (QS. Saba’ 34:50)

[649] ‘Aad adalah kaum Nabi Hud, Tsamud ialah kaum Nabi Shaleh; penduduk Madyan ialah kaum Nabi Syu’aib, dan penduduk negeri yang telah musnah adalah kaum Nabi Luth a.s. kesemuanya binasa dikarenakan ulah mereka sendiri.

Waallahua’lam bis sawaab

Disarikan dari:
Judul Buku: ESQ Power, Sebuah Inner Journey Melalui AL-IHSAN
Penulis: Ary Ginanjar Agustian

8 Responses to “Sebuah Inner Journey dengan Al-Ihsan”

  1. Dede Farhan Aulawi said

    Titik Kematian
    Oleh : Dede Farhan Aulawi

    Sahabat…
    Tataplah tanah pekuburan yang berada di sekitar kita
    Itulah istana terindah yang kita miliki
    Itulah kasur terakhir yang kan kita nikmati
    Itulah tempat pasti yang kan kita huni
    Sudah siapkah kita untuk menghuninya ?
    Siap atau tidak siap ..,pasti kita kan menghuninya

    Mungkin kita merasa belum mem-booking kavling disana
    Tapi itulah keadilan Tuhan…
    …bahwa otomatis setiap kita sudah mem-booking-nya
    Bebas uang muka…
    Tidak ada cicilan jangka panjang…
    Tanpa sertifikat kepemilikan…
    Tapi nama kita dipastika ada dalam daftar tunggu

    Sahabat …
    Saat ini hakikatnya kita sedang menunggu panggilan
    …panggilan kematian tuk menghadap Sang Khalik
    Dan dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatan dan ucapan
    Di Mahkamah Rabbi seperti itulah kita pasti kan peroleh keadilan
    Meski tanpa pembela dan tekanan massa
    Dan tanpa mengeluarkan uang se-rupiah-pun
    Kita kan tetap peroleh keadilan

    Sahabat…
    Ku tatap liang lahat untuk kita sudah mulai terbuka
    Gundukan tanah merah siap mengurug kita
    Papan nisan sedang dipahat bertuliskan nama kita
    Semua tinggal menunggu panggilan
    Esok…lusa…hanya soal waktu
    Sakit…kecelakaan…usia…hanya soal metoda
    Di rumah…kantor…klinik…hanya soal tempat
    Kita tidak bisa memilihnya…
    …karena itu soal rahasia Illahi

    Sahabat…
    Sesungguhnya hidup tidak diukur dalam satuan waktu
    Usia bukanlah tolok ukur utama
    Kekayaan tidak bisa dijadikan alat negosiasi
    Jabatan tidak bisa digunakan alat untuk menekan
    Pengalaman tidak bisa dijadikan argumen
    …akhirnya semua kan bermuara pada titik kematian

    Tahun lalu saudara kita…
    Bulan lalu tetangga kita…
    Minggu lalu sahabat kita…
    Esok atau lusa mungkin giliran kita
    Ntah apa bekal kehidupan yang tlah kita siapkan tuk disana
    Tanyakan pada nurani yang jujur…dan terdalam…

  2. Benar Kang, kita ngga pernah tau kapan giliran kita.
    tetapi kita bisa dan diberi kesempatan oleh Nya untuk menghadapi hal itu sebaik mungkin.

    Jazakallah…

  3. Memperkenalkan
    – Situs ESQ Magazine http://esqmagazine.com
    – Unofficial blog ESQ 165 http://esq165blog.wordpress.com.
    Terima kasih.

  4. Dede Farhan Aulawi said

    Ikhlas Memaafkan
    Oleh : Dede Farhan Aulawi

    Sahabat…
    Masing – masing kita telah melewati jalan yang terbentang panjang
    Ada masa – masa indah yang tak mudah dilupakan
    Terekam…terpatri…dan terukir dalam nota nostalgia
    Dan ada masa penuh duka dan luka,
    …yang terkadang terasa sangat pedih dan menyakitkan
    Ya…,warna warni kehidupan macam itu pernah kita lewati

    Sahabat…
    Aku mohon maaf,
    …karena tidak berarti tuk mengingatkan masa pahit yang telah kita lewati
    Dengan sisa kerikil yang masih menusuk tajam,
    Terasa pedih…seiring lelehan darah yang merayap senyap
    Dimana tubuh berbalut keringat…
    Bau…busuk….gundah…dan rasa yang berkecamuk
    Tak mudah tuk melupakan…
    Tak mudah tuk meninggalkan…
    Tak mudah tuk menjauh…,karena harus kita akui…
    …bahwa asa itu masih ada
    Bertengger…bermukim di rongga dada yang terdalam

    Mungkin kita pernah berharap pada seseorang,
    …agar ia menjadi dinding penyangga pundak manakala kita lelah
    …agar ia menjadi pembimbing dan pelindung dalam menelusuri lorong waktu
    …agar ia mampu mencurahkan segenap kasih sayangnya pada kita
    Kita berharap ia menepati…
    …tapi ternyata ia mengingkari
    Kita berharap ia bisa mengerti
    …tapi ternyata ia tak pernah mau memahami

    Di pegang kepala…,ekor yang berkibas
    Di pegang ekor …,kepala yang menyalak
    Semua jadi serba salah…
    Dan akhirnya kita memendam dendam

    Sahabat…
    Sebenarnya apa yang pernah kita lewati
    …adalah episode waktu yang mau tidak mau harus kita lewati
    Memang tidak sejalan dengan keinginan dan harapan kita
    Tapi itulah fakta yang kita miliki dan harus siap kita hadapi
    Kita takkan pernah menang hanya dengan mengeluh
    Kita takkan pernah sukses hanya dengan mengharapkan
    Tapi kita akan menang dan sukses…
    …manakala kita mampu menaklukan terjalnya jalan kehidupan

    Sahabat…
    Jika ada orang yang pernah menyakiti kita
    …hamparkanlah sajadah maaf sebelum ia meminta
    …berikanlah apa yang ia inginkan sebelum ia memohon
    Ikhlaskanlah semua yang telah terjadi
    Karena sesungguhnya…merekalah yang telah menggembleng kita
    …agar lebih dewasa, lebih sabar, dalam menjalani kenyataan
    Kumpulkanlah bongkahan maaf yang masih tersisa
    Berikanlah pada siapapun yang membutuhkannya
    Itu adalah benih kebajikan yang bisa kita tanamkan
    Dan niscaya kita kan peroleh kebahagiaan

  5. Dede Farhan Aulawi said

    Ketika Badai datang Menerpa
    Oleh : Dede Farhan Aulawi

    Sahabat…
    Ketika badai masalah datang menerpa
    Mungkin kita merasa bingung, cape, sakit atau kecewa
    Mau marah tidak jelas pada siapa…
    Mau bertindak tidak tahu harus bagaimana…
    Mau bicara tidak tahu harus dimulai dari mana…
    Lantai seluruh beban seolah menjadi masalah kita
    Ingin teriak….
    …Ingin menyepi….
    ……Ingin ada orang yang mau mengerti…

    Sahabat…
    Sesungguhnya kehidupan kita ini adalah bagian dari proses perjalanan
    Perjalanan yang telah dan akan kita tempuh selanjutnya
    Tidak setiap masalah bisa diselesaikan sendiri
    Kita bisa bicara…
    Kita bisa bertanya…
    Dan kita bisa berkonsultasi pada ahlinya….

    Persoalan kehidupan bukanlah persoalan matematis
    2 x 2 memang sama dengan 4
    Tapi 4 tidak mesti 2 x 2
    Artinya, masalah yang kita hadapi ini memang sangat berat
    Saya bisa mafhum dan bisa memakluminya
    Tapi walau bagaimanapun perjalanan ini akan terus melaju
    …sehingga tidak ada jeda untuk menyerah kalah
    Sulit memang…
    …tapi pasti ada jalan keluarnya
    Berat memang…
    …tapi pasti ada solusinya
    Iya tapi tidak gampang,
    Betul…,untuk itulah kita harus sabar dan bijaksana

    Sahabat…
    Tidak ada masalah yang tak bisa kita pecahkan
    Hanya butuh ketelatenan, kesungguhan dan kesabaran
    Ingatlah…,bahwa kita tidak pernah sendiri
    Karena ada Dzat Yang Maha Melihat dan Maha Mendengar
    Dan Maha Tahu terhadap segenap apapun persoalan kita
    Mendekatlah…dan jangan pernah menjauh
    Karena sesungguhnya Allah sangat menyayangi kita
    Allah tidak pernah menjauhi kita,
    …kecuali sikap dan perilaku kita sendiri yang menjauhi-Nya
    Allah tidak pernah meninggalkan kita,
    …kecuali ingin menguji tuk mengetahui derajat kesabaran kita
    Pintu arasy setiap malam terbuka,
    …tuk menampung do’a – do’a yang terpanjat pada-Nya
    Tapi sayang…,seringkali kita terlupa
    Dan malam – malam itu kita lewati begitu saja
    Tanpa makna…tanpa nilai dan muatan spiritual
    Kita ingin…do’a kita selalu didengarkan-Nya
    Tapi kita jarang menunjukan sikap santun dan taat pada-Nya
    Mungkin banyak malam yang kita lewati di depan televisi
    Mungkin banyak malam yang kita habiskan di cafe dan restaurant
    Mungkin banyak malam yang kita isi dengan berbagai kesibukan
    Tapi kita lupa..,
    Kita jarang mencurahkan air mata tuk memohon kebahagiaan dari-Nya
    Kita ingin bahagia…
    …tapi kita jauh dengan pemilik mutlak kebahagiaan
    Kita ingin memiliki banyak rejeki
    …tapi kita jarang menunaikan amanah yang dititipkan-Nya untuk berbagi
    Kita ingin memiliki pasangan yang setia
    …tapi kita tidak pernah setia kepada Tuhan Rabb semesta alam
    Kita ingin anak – anak bisa mengerti keinginan kita
    …tapi kita tidak pernah mau mengerti keinginan-Nya

    Sahabat…
    Mendekatlah…,
    Basuhlah wajah kita dengan air wudlu
    Bersihkanlah badan lahir kita
    Dan sucikanlah bathin kita dengan niat yang tulus dan ikhlas
    Memohonlah…memohonlah hanya pada-Nya
    Semoga Allah SWT memberi jalan keluar terbaik buat persoalan kita. Aamiin

  6. Slamet Hikmatul Qadar said

    Saya tertarik dengan tulisan di atas. Dan tak sengaja saya juga baca tulisan baapak Dede Farhan. Kalau gak salah beliau tinggal di bandung dengan ilmu spiritual yang tinggi. Kalau bisa saya ingin mengenal beliau, tapi tidak tahu alamat lengkapnya.

  7. @ Kang Dede
    Apa kabar kang?
    lama gk keliatan euy🙂

    setuju kang, hanya pencipta diri kita lah yang mengerti
    tentang solusi masalah yg sedang kita hadapi.
    jadi jg pernah ragu untuk mendekat padaNya.

    @ Slamet Hikmatul Qadar:
    kalo emang mendesak, bisa coba datang ke klinik beliau di bandung.

  8. INSYA ALLAH APA YANG BACA ?

    AKAN aku pahami, jalani dan praktekkan dalam kehidupan sehari hari

    amin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: