Something to Share With…

just from a learner who still in the learning stage…

Kemana kau hendak lari…?

Posted by Ismadi Santoso on November 8, 2007

Sembilan Ramadhan 1427 H, akhirnya Engkau panggil Kakak ku ke khadirat Mu menyusul Ayahanda yang telah berpulang enam buan yang lalu, ditengah kepasrahannya yang dalam, dan keikhlasannya akan kondisi yang dialaminya. Setelah sekian lama ia berjuang sekuat tenaga melawat sakitnya, sampailah ia pada garis akhir alam dunianya. Takdir Ilahiah yang telah ditetapkan bersamaan dengan ditiupkannya Ruh kedalam raga, yang tiada satu orang pun yang sanggup melawannya.

Tiga syawal 1427 H, pakde ku pun memenuhi panggilan Mu. Padahal, masih terngiang di telingaku, nasihat2 bijaknya berusaha yang menguatkan jiwa ku yang terkapar tanpa daya saat itu, yang setelah Engkau panggil  Ayahku dan Kakakku. Beliau yang selalu memintaku tuk memohon daya dan kekuatan dari Mu. Beliau yang sms2nya masih kusimpan dengan baik hingga saat ini. Inilah pesannya yang sangat menenangkanku: semua ini ”SUNNATULLAH” is, tidak ada yang bisa melawan. Yang paling penting buat kita yang masih hidup saat ini adalah mengambil hikmah sebanyak mungkin dari peristiwa2 ini. Sanggup kah kita menjadi seperti Alm Ayah dan Kakak, yang menyongsong Sakratul Maut  dengan jiwa yang tenang dan kemenangan. Sebuah ”Khusnul Khatimah” imbuhnya, yang sangat didambakan oleh setiap Mukminin dan Mukminat.  

Beliau adalah orang sosok ayah yang bagi kami bertiga sebagai pengganti Almarhum Ayah kami yang telah dipanggil terlebih dahulu oleh Nya. Tidak ada hubungan darah antara keluarga kami dan beliau, tapi Ukhwah Islamiyah yang telah dijalin keluarga beliau bersama Kel Almarhum Ayahanda itu terbukti jauh lebih kokoh daripada ikatan darah atau sekedar ikatan emosi itu sendiri. Jazakumullahu Khairan Katsiraa yaa Ayah, Kakak, dan Pakde. Semoga Allah Menempatkan Beliau semua di tempat yang terbaik disisi Nya. Dengan Izin Mu, dengan Rahmat Mu, dengan Kuasa Mu, dan dengan Ridha Mu; lapangkanlah Kubur Beliau bertiga Yaa Rabbul ’Alamiin, serta jauhkanlah beliau bertiga dari azab kubur Yaa Rahman Yaa Ghafurr. Dan berilah kekuatan Iman, Islam, dan Ihsan serta taufik dan hidayah Mu pada kami yang masih hidup Yaa Hadii Yaa Shamaad, untuk melanjutkan sisa hidup kami dan melaksanakan tanggung jawab kami dengan sebaik-baiknya.

Pertanyaan yang kemudian memenuhi benakku, kapan kah waktuku kan tiba? Cepat atau lambat semua manusia kan menuju ke Alam Barzah. Siapkah diri ini menuju kesana?

Kemana Engkau hendak pergi dari kematian (QS 81:26)?

Sungguh kematian yang kamu lari dari padanya pasti akan kamu temui (QS 62:8).

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, meskipun engkau bersembunyi di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh (QS 4:78). 

Malaikat Maut yang diserahi tugas mencabut nyawamu akan mematikanmu untuk dikembalikan kepada Rabbmu (QS 32:11).

Maka apabila ajal kematian telah datang , tidaklah dapat mengundurkan barang sesaatpun dan tidak pula medahulukannya (QS 16:61).

Jika nafas seseorang telah mendesak sampai ke kerongkongan (QS 75:26)

Malaikat akan memukul dengan tangannya kepada orang yang sedang sakaratul maut seraya berkata “Keluarkanlah Nyawamu” (QS 6:93). Dan itu terjadi jika orang orang tersebut adalah orang dlolim dalam tekanan-tekanan sakratulmaut.

Maka jika orang tersebut adalah orang yang bertakwa, Malaikat akan mencambut nyawanya dengan keadaan yang baek , dan Malaikatpun berkata kepada mereka: “Salaamun’alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan(QS 16:31-32). Dan disaat saat kematiannya orang orang yang benar benar istikomah dalam ketaatan, para malaikat akan turun sambil menghibur dan berkata : “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu” (QS 41:30). Kami lah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta(QS 42:31) Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang(QS 42: 32).”Dan siapakah manusia yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah,dan mengerjakan amal yang saleh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” (QS 41:33) “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: