Something to Share With…

just from a learner who still in the learning stage…

Archive for December, 2007

Menari Di Atas Badai

Posted by Ismadi Santoso on December 28, 2007

Masehi ini sudah di penghujung perjalanannya, mulai menenggelamkan diri ke kaki langit, pertanda satu perjalanan waktu akan segera berakhir. Inilah saat terbaik bagi setiap jiwa untuk mengevaluasi satu episode yang telah terlewati. Jangan pernah biarkan segalanya berlalu dengan sia-sia, tanpa kita bisa mengambil pelajaran darinya. Belajarlah untuk menikmati indahnya sebuah kepedihan, mewahnya suatu kesedihan, dan elegannya dukacita. Percayalah, bahwa itu adalah pelajaran yg teramat berharga yg akan membuat mu bukan hanya bisa berdiri diatas ombak, tetapi menari diatas badai. Dia hanya menginginkan mu untuk menjadi manusia yg lbh tangguh yang bisa menaklukkan badai itu betapapun dahsyatnya, bukan malah hancur di luluh lantakkan badai itu. Ingatlah bahwa Pohon Zaitun di Halaman Masih Berbunga. 

zaitun.jpg

Di kota Basrah
Seorang ibu melagu didepan ayunan bayinya
Mendendangkan lagu sayang
Tidurlah nak, malam masih panjang
Pohon zaitun dihalaman masih berbunga
Katakan pada dunia kita masih ada

Seribu cerita masih aku punya
Untuk mengantarkan kau dewasa
Syahrazad mungkin habis cerita
Tak menyangka diujung umur dunia
Seorang durja memporak porandakan negeri kita

Namun doa Rabiah
Membuka pintu Tuhan
Pintalah apa saja yang bisa kau pinta
Pintalah zaitun tetap berbunga
Pintalah darah syuhada menjadi pupuknya
Pintalah negeri kita tetap ada
Pintalah apa yang bisa kau pinta
Pintalah nak
Pinta
Karena Tuhan Menjaga

(Puisi oleh: Fatin Hamama)

Advertisements

Posted in Another Stories... | Leave a Comment »

Dan Perubahan Itu Akhirnya Harus Terjadi…..

Posted by Ismadi Santoso on December 27, 2007

perjalananmu-jauh.jpg

Kehidupan terus berjalan, alur waktu bergerak pasti. Perubahan situasi yang terjadi sedemikian cepat itu sudah tentu menuntut respon yang sangat tepat. Belajar dari pengalaman, itulah kata orang bijak yang sering diucapkan oleh sebagian besar manusia.  Tepat satu tahun dan tujuh bulan ku jalani hidup di sini. Ditempat yang sama sekali berbeda dari impianku dulu dan tak pernah terbayangkan oleh ku sebelumnya.

Tapi demikianlah hidup, yang berjalan tidak selalu sesuai dengan harapan dan cita-cita, karena ada Dia di Atas sana yang menentukan suratan takdir bagi setiap jiwa. Dan di titik ini aku berusaha mengakhiri satu episode hidupku dan mengawali sebuah episode yang baru. Bukan tanpa alasan aku mengambil langkah ekstrim ini. Sembilan belas bulan lamanya waktu bergulir sejak saat itu. Sungguh, bukan sebuah perjalanan yang singkat. Namun demikian, banyak pelajaran-pelajaran berharga yang aku dapatkan disini tentang berbagai macam hal.  

Bagaimanapun juga aku sangat berterimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada diri ini untuk belajar dan berkarya disini. Tetapi kita bisa melihat realita yang terjadi saat ini. Telah kuberikan sepenuh jiwa dan ragak untuk bekerja dengan sebaik mungkin disini. Sebaliknya apakah yang PT XXX berikan untukku? Ini bukan jamannya Napoleon yg pernah berkata “jangan pernah tanyakan tentang apa yg negara berikan untukmu tapi tanyalah tentang apa yang kau bisa berikan untuk negara mu!”. Itu adalah kalimat seorang tirani yang pada akhirnya menghancurkan diri mereka sendiri. Sejarah telah mencatatnya dengan darah bahwa napoleon harus mati di racun. Atau firaun yg karena obsesinya sebagai penguasa umat manusia dan ingin membuktikan eksistensinya dengan membunuh Nabi Musa A.S dan para pengikutnya, pada akhirnya ditenggelamkan oleh Nya di Laut Merah sebagaimana yg dicantumkan di dalam Al-Quran.

Di titik ini juga aku berharap kita semua dapat belajar. Bukan hanya aku, tapi juga para pemimpin yang selama ini berdiam di “comfort zone” mereka. Kelak Kita akan lihat bersama apa yang akan terjadi jika tidak ada perubahan signifikan yang dilakukan disini. Jika ”Chaotic System” itu benar-benar terjadi, maka tunggulah kehancuran dan kebinasaan yang akan menjelang suka ataupun tidak. Karena itu sudah merupakan sunnatullah. Dan belum ada satupun fisikawan di muka bumi ini yang bisa menemukan solusi khusus dari sebuah sistem keos, bahkah tidak ilmuan sekaliber Albert Einstein sekalipun. Itulah keterbatasan dari mahluk yang bernama manusia.   

Terimakasih yang sebesar-besarnya juga ku ucapkan untuk teman-teman terbaikku “the kuningan TornadoNers”, yang selalu menemaniku melewati masa-masa sulitku. Sungguh kehadiran kalian semua adalah anugerah yang tiada ternilai dari Nya untukku. Perlahan namun pasti kalian membantu ku untuk menemukan kembali diriku yang sempat hilang, membangkitkan kembali kepercayaan diri ini untuk kembali berdiri tegar menatap masa depan dengan kepala tegak. Terimakasih buat angga, esti, lusi, helen, dan rizky yang paling sering kebagian cerita-certa yang sebenernya paling enggak enak untuk didengerin, memberikan sudut pandang yg berbeda dan penilaian, serta saran-saran untuk solusi. Bagaimanapun juga, aku sangat membutuhkan second, third, fourth, dan sekian banyak point of view lagi untuk memperkaya khazanah diri, agar gak salah langkah dimasa-masa mendatang. Hanya Ilahi Rabblah yang dapat membalas semua kebaikan hati kalian. Karena aku cuma manusia biasa dengan segenap kekurangan dan kelemahan ku. Tapi doa akan slalu kupanjatkan demi kebaikan kita semua dimasa datang. Tahukah teman-teman bahwa Hal yg sangat membuatku merasa tenang dan tentram adalah setiap kali membaca Al-Quran Surat : Al-Insyirah(94):1-8  

  1. Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?
  2. Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu?
  3. Yang selama ini demikian memberatkan punggungmu?
  4. Dan Kami tinggikan untukmu sebutan namamu?
  5. Maka sungguh, pada setiap kesulitan itu ada kemudahan.
  6. Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan.
  7. Dan apabila engkau telah selesai (mengerjakan suatu urusan), maka lanjutkanlah dengan mengerjakan urusan yang lain.
  8. Dan hanya kepada Tuhan mu lah hendaknya kamu berharap. 

Karena Kalimat-Kalimat Allah itulah yang dapat membuatku terus dan terus bertahan. Karena ku yakin Bahwa Allah akan selalu memelukku erat, para malaikat akan selalu menjagaku ketat. Bukan saja untuk memastikan bahwa aku akan selalu baik-baik saja, tetapi juga untuk memastikan bahwa aku akan selalu mendapatkan segala yang terbaik dari sisi Nya. 

Dan perubahan dalam kehidupan ku kali ini adalah satu lagi bukti nyata tentang KeAgungan Mu dan kebenaran Kalimat Mu Yaa Rabb, bahwasannya tidak ada keraguan tentang kalimat-kalimat Mu, dan hanya orang-orang yang berfikirlah yang dapat memahaminya. Maka jadikanlah kami semua menjadi golongan hamba Mu yang selalu mensyukuri segala karunia Mu sehingga terhindar dari kekufuran. Dan jadikanlah kami hamba Mu yang tawaddu’ dimuka bumi Mu ini Yaa Rabb sehingga kami terhindar dari kesombongan yang menhancurkan. Amin.

(Madi: 27-12-2007)

Posted in A Confession | 4 Comments »

7 Keajaiban Dunia

Posted by Ismadi Santoso on December 13, 2007

Sekelompok pelajar kelas geografi belajar mengenai “Tujuh Keajaiban Dunia”.

Pada akhir pelajaran, pelajar tersebut di minta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan “Tujuh Keajaiban Dunia” saat ini.

Walaupun ada beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar daftar berisi :
1. Piramida Besar di Mesir
2. Taj Mahal
3. Grand Canyon
4. Panama Canal
5. Empire State Building
6. St. Peter’s Basilica
7. Tembok China

Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya.
Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya.

Gadis pendiam itu menjawab, “Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya. ” Sang guru berkata, “Baik, katakan pada kami apa yang kamu
miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya.”

Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca,”Saya pikir Tujuh Keajaiban Dunia adalah :
1. Bisa bersyukur
2. Bisa merasakan
3. Bisa tertawa
4. Bisa mendengar
Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan. ..
5. Bisa berbagi
6. Bisa mencintai
7. Dan bisa dicintai

Ruang kelas tersebut sunyi seketika ….

Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya “keajaiban” sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan
lakukan untuk kita, menyebutnya sebagai “biasa”.

Semoga Anda hari ini diingatkan tentang segala hal yang betul-betul ajaib dalam kehidupan anda.
Bersyukurlah untuk apa yg telah anda dapatkan sampai saat ini, .. karena itu sesungguhnya semua merupakan suatu “keajaiban” dari Ilahi Rabb Azza Wa Jalla.

Posted in Ibrah... | 1 Comment »