Something to Share With…

just from a learner who still in the learning stage…

Sebuah Pelajaran Tentang Cinta Yang Hakiki

Posted by Ismadi Santoso on January 25, 2008

—A True Story—

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi,usia yg sudah senja
bahkan sudah mendekati malam,pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi
dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua.mereka
menikah sudah lebih 32 tahun Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah
awal cobaan menerpa,setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2
kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2
tahun,menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan
terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak suyatno memandikan,membersi hkan kotoran,menyuapi, dan
mengangkat istrinya keatas tempat tidur Sebelum berangkat kerja dia
letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian
walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya
tersenyum,untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari
rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan
siang.sorenya dia pulang memandikan istrinya,mengganti pakaian dan
selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil
menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya
bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, pak suyatno sudah cukup
senang Bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan pak suyatno lebih kurang 25 tahun,dengan
sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah
hati mereka,sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg
masih kuliah. Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah
orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka
menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan pak suyatno
memutuskan ibu mereka Dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu
semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata ” Pak kami ingin
sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu
tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak.bahkan bapak
tidak ijinkan kami menjaga ibu” .

dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya “sudah yg
keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi , kami rasa
ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak
dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak,kami
janji kami akan merawat ibu bergantian”.

Pak suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka.”
Anak2ku Jikalau hidup didunia ini hanya untuk nafsu Mungkin bapak
akan menikah,tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu
sudah lebih dari cukup,dia telah Melahirkan kalian”.. sejenak
kerongkongannya tersekat,kalian yg selalu kurindukan hadir didunia
ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan
apapun.coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya
seperti Ini.kalian menginginkan bapak bahagia,apakah bathin bapak
bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang”.kalian
menginginkan bapak yg masih diberi Allah kesehatan dirawat oleh orang
lain bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.Sejenak meledaklah tangis
anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk
mata ibu suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat
dicintainya itu..

Sampailah akhirnya pak suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV
swasta untuk menjadi nara sumber diacara islami Selepas shubuh dan
merekapun mengajukan pertanyaan kepada pak suyatno kenapa mampu
bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa
apa2..disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di
studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru
disitulah pak suyatno bercerita”.

Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta tapi dia tidak
mencintai karena Allah semuanya akan luntur.saya Memilih istri saya
menjadi pendamping hidup saya,dan sewaktu dia sehat diapun dengan
sabar merawat saya,mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan
dengan mata,dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2..

Sekarang dia sakit berkorban untuk saya karena Allah..dan itu
merupakan ujian bagi saya,sehatpun belum tentu saya Mencari
penggantinya apalagi dia sakit,,,setiap malam saya bersujud dan
menangis dan saya dapat bercerita kepada Allah Diatas sajadah..dan
saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan
mendengar rahasia saya..

” BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI SAYA SERAHKAN PADANYA”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: