Something to Share With…

just from a learner who still in the learning stage…

Archive for June, 2008

Rembulan di Langit Hati

Posted by Ismadi Santoso on June 11, 2008

Adalah sebuah lagu lama yang di hardisk ku terekam pada 03 Oktober 2004. Sepanjang yang kuingat hanya ”sekali” saja aku mendengarkannya. Namun saat itu jauh di lubuk hatiku ada suara yang berteriak meminta ku untuk mempelajari nya. Akupun berkata pada hatiku suatu hari nanti aku akan mencari tau tentang itu.

Satu-satu nya alasan yang membuatku menunda hal itu adalah saat itu seluruh perhatianku sedang terfokus pada satu kata ”TA” yang dalam bahasa sundanya kira2 ”tara anggeus-anggeus” :D. Dan kemudian masalah itu pun ku sisikan untuk sementara,tentunya tak lupa aku menyimpannya di hdd ku dengan harapan di masa yang kan datang, jika semuanya tlah berlalu aku akan memenuhi jeritan hati yg tertunda itu.

Waktu pun berlalu, sampai pada siang ini sesuatu telah menuntunku untuk membuka lembaran-lembaran lama dari masa laluku untuk mencari sesuatu, aku pun tak mengerti tentang apa yang kucari sesungguhnya, tangan ku hanya bergerak mengikuti kemana nurani ku menuntun. Hingga aku pun menemukannya. Ya, lagu itu, lagu yang telah kusimpan hampir empat tahun yang lalu namun terasa seperti baru kemarin siang ku mendengarkannya. Ya Allah, hampir empat tahun berlalu semenjak siang itu di lab ku tercinta, namun Rahman dan Rahim-MU tlah menuntun ku kepada satu titik dimana aku pernah berniat untuk belajar. Meskipun sempat terlewatkan demikian lama, namun tak pernah ada kata terlambat untuk belajar.

Read the rest of this entry »

Posted in Another Stories... | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

Ngantri di Pagi Buta

Posted by Ismadi Santoso on June 6, 2008

Setelah fajar menyingsing di subuh hari itu, aku menunaikan kewajiban ku dan lantas turun ke lantai bawah untuk mandi. Itu sekitar jam 5.00 AM. Kepagian? Memang harus begitu, mengingat ibu kos lagi ngerombak kamar mandi lantai atas. Dan dikarenakan sang tukang salah perhitungan, maka pipa bak penampung air di loteng pun jadi korban yang ikut dihabisinya. Walhasil meluncurlah air dari bak penampungan yg keluar dengan sia-sia. Sebagai hasil dari kesalahan yang (menurutku sangat fatal) itu hanya tersisa 1 kamar mandi yang ”available” untuk 9 anak kos yg kudu ngantor pagi2 semua. Dan itulah alasan satu-satunya kenapa aku mandi sepagi itu.

Bener aja, sampe di bawah kamar mandinya udah ”occupied”, ku tengok kedinding jam menunjukkan pukul 05.05 AM. Well, sepagi itu pun aku udh harus ngantri? Apa mau dikata, akupun lantas duduk di kursi tamu dan menyalakan TV. Kupandangi kesekeliling ku, suasana di lantai bawah sangat hening, hampir tak ada tanda2 kehidupan sama sekali, kecuali hanya ada suara gemericik air dari kamar mandi.

Sepuluh menit kemudian, kreeekkk…. pintu kamar mandi terbuka, dan mas hery lah ternyata yang sukses mendahului ku. Kulihat jam menunjukkan pukul 05.15 AM.

Apa ada yg pengen sholat subuh ya (pikirku)? Karena ragu, aku pun menunggu kalau2 ada yang bangun dan pengen wudhu. Selang 5 menit berlalu (jam 05.20 AM) aku memutuskan untuk mulai mandi dengan ber”husnuzhan” bahwa temen2 di lantai bawah udh pada solat trus tidur lg, karena hari itu waktu subuh jatuh pada pukul 04.45 AM. Udh basi pikirku.

Sepuluh menit kemudian (jam 05.30) aku keluar dari kamar mandi dan tiba2 ada yang nyeletuk ”wah masih jauh dibawah target ternyata, harusnya sampe jam 6 kan!”. Astagfirullah, apa ”bapak” itu menyindirku? Ya rasanya sangat jelas begitu, aku cuma tersenyum dan dalam hati berkata (kemana aja pak?). Heran saya? Kalau emang niat subuhan bukannya sedari td harusnya dia udh bangun ya? Bahkan aku sudah sempet memberi selang waktu untuk menunggu kalo2 ada yg mo solat, dan ternyata emang gk ada kan? Masih pada molor smuanya! Dan diruang tamu itu, setelah aku keluar kamar mandi cuma dia sendiri yang nyerocos gk enak, yg laen hanya diem aja karena memang telah kusapukan pandangan ku keseluruh penjuru ruang tamu sambil tersenyum begitu ada celetukan itu, dan begitulah faktanya.

Read the rest of this entry »

Posted in Another Stories... | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

Pesan Untuknya…

Posted by Ismadi Santoso on June 1, 2008

Tolong sampaikan pada si dia..
Tolong beritahu si dia, aku punya pesan buatnya..
Tolong beritahu si dia, cinta agung adalah cintaNya..
Tolong beritahu si dia, cinta manusia bakal membuatnya alpa..

Tolong nasehati si dia, jangan mencintaiku lebih dari dia mencintai Yang Maha Esa..
Tolong nasehati si dia, jangan mengingatiku lebih dari dia mengingat Yang Maha Kuasa..
Tolong nasehati si dia, jangan mendoakanku lebih dari dia mendoakan ibu bapak nya..

Tolong katakan pada si dia, dahulukan Allah kerana di situ ada surga..
Tolong katakan pada si dia, dahulukan ibu nya karena di telapak kaki ibu surganya..

Tolong ingatkan si dia, aku terpikat karena imannya bukan rupa..
Tolong ingatkan si dia, aku lebih mencinta zuhudnya bukan harta..
Tolong ingatkan si dia, aku mengasihinya karena kesantunannya..

Tolong tegur si dia, bila dia mengagungkan cinta manusia..
Tolong tegur si dia, bila dia tenggelam dalam angan-angannya..
Tolong tegur si dia, andai nafsu menguasai fikirannya.

Tolong sadarkan si dia, aku milik Yang Maha Esa..
Tolong sadarkan si dia, aku masih milik keluarga..
Tolong sadarkan si dia, saat ini tanggungj awabnya besar kepada keluarganya..

Tolong sabarkan si dia, usah ucapkan cinta di kala cita-cita belum terlaksana.
Tolong sabarkan si dia, andai diri ini enggan tuk dirapati kerana menjaga batasan cinta..
Tolong sabarkan si dia, bila jarak jadi penyebab bertambah rindunya..

Tolong pesan padanya, aku tidak mau menjadi fitnah besar kepadanya..
Tolong pesan padanya, aku tidak mauu menjadi puncak kegagalannya..
Tolong pesan adanya, aku membiarkan Yang Esa menjaga dirinya..

Read the rest of this entry »

Posted in A Confession | Tagged: , , , , | Leave a Comment »