Something to Share With…

just from a learner who still in the learning stage…

Satu Lagi Tunas Muda Bersemi…

Posted by Ismadi Santoso on July 2, 2008

Ketika fajar menampakkan diri di sisi timur kaki langit, maka seluruh kehidupan di muka bumi kembali bergejolak menyambut sebuah hari yang baru. Ayam jantan berkokok sahut-sahutan, burung-burung berkicau dengan riang nya, bunga-bunga telah mekar dan bersemi di malam sebelumnya dengan indah menanti sinar mentari sambil tersenyum. Inilah lembaran baru dari suatu proses yang bernama kehidupan yang sifatnya sangat dinamis. Terkadang proses itu terasa sangat lamban mengalun sehingga kita dapat dengan khidmat menikmati setiap sisinya dan mengambil pelajaran dari setiap yang terserak bersamanya. Namun, adakalanya proses itu berjalan dengan sangat cepat bahkan lebih cepat dari bekerjanya alam kesadaran kita yang membuat kita terperangah, tidak percaya, tak dapat berbuat banyak bahkan terkadang sangat sulit untuk sekedar bisa mendekatinya.

Saat itu kami semua sedang berkumpul seperti biasa, melanjutkan budaya makan malam bersama yang terus menerus kami jaga bila ada seseorang diantara kami yang sedang mendapatkan kebahagiaan meskipun saat ini ada beberapa orang dari kami yang sudah tidak sekantor lagi. Malam itu giliran Lusi yang ulang tahun, tempat berkumpul yang dipilih Lusi adalah restoran seafood favorit kami di daerah kemang. Siang hari sebelumna Risuky Kun dan Lusi sendiri yang memberitahu ku. Tanpa pikir panjang, aku pun berangkat setelah jam kantor selesai. Sesampainya disana, aku sempat agak bingung juga, sempat terfikir kao aku salah meja karena begitu banyak wajah-wajah baru yang menghiasi TornadoN’ers kali ini. Setelah kuhitung-hitung, telah enam bulan lamanya aku meninggalkan Ruang TornadoN lt 9 Plasa Kuningan. Selama itu sudah sekian banyak pendatang-pendatang baru yang mengantikan kami pendahulu-pendahulu RNP HCPT Project yang telah mengundurkan diri. Meskipun di dunia per”DGE”-an mereka enggak bisa dibilang baru sebut saja nama-nama seperti Hilda, Oming, dan Ratih. Yang bener-bener baru mungkin hanya Robi dan Budi.

Segalanya tampak sangat normal malam itu, obrolan berjalan dengan demikian hangat yang diselingi dengan canda tawa khas temen-temen TornadoN. Makanan dengan lahapnya kami habiskan, terutama aku yang hari itu nggak ada saingan dalam hal menggerogoti ikan bakar karena absennya dua lawan beratku yang seisi tornado (lama) udah pada tau Tetty dan Esty. Diakhir acara itu Lusi mengumumkan hal yang mengejutkan semua orang ”Lusi Mengundurkan Diri dari NSN”, serentak semua orang terkesima mendengarnya Latief dan Yulius menganga hampir berbarengan seolah tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya, Hilda yang tanpa sadar mengucurkan air matanya, Putri dan Oming dengan tampang mupeng nya, aku dan Risuky Kun hanya terdiam membisu seribu bahasa, Bayu Murti yang sontak langsung mengucapkan ”selamat lus akhirnya kamu lulus juga”, sementara temen-temen yang lain berusaha mencerna dengan cermat tentang apa yang sebenarnya sedang saja terjadi. Ya, Lusi Engineer yang paling jujur, lembut dan paling nrimo yang pernah ada sepanjang sejarah Siemens, XSiemens dan NSN itu akhirnya memutuskan untuk hengkang dari jagad NSN menuju ke sebuah operator telekomunikasi paling bonafit di negeri ini. Dan malam itu adalah pentahbisan dari akhir petualangan salah seorang ex tender team 2007 di NSN untuk mengikuti jejak ex tender team yang lainnya yang telah lama mendahului (Madi, Fathur, Helen). Ah apa kabar mereka semua ya? Semoga mereka baik-baik saja. Buat team yang masih tersisa sabar ya temans, aku yakin pasti giliran kalian semua akan tiba, jadi jangan pernah berhenti berusaha dan berdoa.🙂

Selamat ya Lus, mungkin inilah saatnya buatmu untuk melangkah memulai sesuatu yang baru. Orang bijak pernah berkata ”kesempatan bagus itu hanya datang sekali seumur hidup”, so take it or leave it! Well, Tampaknya ada seorang kawan yang harus membuat sequel dari posting lamanya ”dan semua menghilang” :p. Pisss ahhh😀. Dan mudah-mudahan mereka-mereka yang duduk di atas sana di bukakan pintu hati dan nuraninya dan diberikan kebijakan oleh-Nya sehingga mereka menyadari bahwa mempersulit orang lain yang ingin memperbaiki dirinya secara sengaja pada dasarnya adalah mempersulit diri mereka sendiri. Karena setiap kebaikan akan kembali kepada setiap pelakunya pun demikian setiap keburukan akan kembali kepada setiap pelakunya. Ini hanya masalah waktu saja.

Pada akhirnya semoga mereka dapat menerima dengan lapang dada dan mempermudah semua prosesnya. Karena ku yakin sejatinya mereka enggak rugi apapun juga untuk melakukan itu semua. Barangkali mereka hanya perlu di bimbing untuk menaklukkan ego mereka dan mendengarkan suara nurani mereka, itu saja. Karena kalau mau jujur, teman-teman semua telah berjuang dengan sangat luar biasa selama lebih dari 2 tahun di NSN dengan segala suka dukanya dengan kompensasi yang sekedarnya. Sungguh, suka duka itu tidak akan pernah habis jika diceritakan disini. Dan Aku yakin itu semua lebih dari cukup untuk membayar penalty atau apapun istilah yang mereka pakai untuk menjerat kita-kita rakyat jelata yang sedang berusaha melakukan yang terbaik untuk hidup ini. Semoga saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: