Something to Share With…

just from a learner who still in the learning stage…

Rabbnya Mengecil…?

Posted by Ismadi Santoso on September 23, 2008

Hidup adalah pembanding saja, jadi kalau salah membandingkan, kebahagiaan kita akan hilang. Contoh sederhana adalah Amri sangat tinggi kalau dibandingkan dengan anak yang usia dua tahun. Tapi kalau Amri dibandingkan dengan orang yang lebih tinggi, maka Amri akan menjadi pendek. Begitu juga kulit Amri, akan terlihat putih kalau dibandingkan dengan beberapa temen dari negara tertentu, namun suatu ketika rapat dengan beberapa negara tertentu yang kulitnya sangat putih, maka saat itu Amri terlihat sangat hitam. Bahkan ketika foto bersama setelah rapat itu, dari semua peserta rapat, Amri paling hitam. Pada waktu itu, posisi fotonya ditengah, jadi Amri terlihat seperti tembok pemisah antara blok kanan dan blok kiri. Begitu juga kehidupan, terutama yang berkaitan dengan ketenangan hati dalam menghadapi hidup, sangat tergantung pada bagaimana kita membandingkan. Kalau salah membandingkan, maka siap-siap saja kita akan tidak pernah bahagia. Kemudian timbul pertanyaan, Apakah yang dapat menyebabkan kita akan selalu merasakan ketentraman hati?. Jawabnya sangat sederhana, yaitu: ”Rabb kita tidak boleh mengecil”. Maksudnya adalah, meletakkan Rabb dalam hati keimanan kita menjadi Rabb Maha Besar. Ketika hal itu dapat kita lakukan maka apun permasalahan kehidupan. kita akan menjadi sangat lapang.

Ketika kami kedatangan tamu, kebetulan beliau penghasilannya sangat banyak dan berlimpah, sebab semua fasilitas keluarganya tercukupi oleh perusahaan, maka beliau bisa tersenyum dengan lebar, berjalannya sangat gagah, berbicaranya penuh optimistis dan lain sebagainya. Kemudian dua tahun berikutnya, perusahaan tempat dia bekerja bangkrut, sehingga temen saya ini gajinya harus dikurangi sangat drastis dan bahkan mau dirumahkan, maka saat itu beliau juga sering kerumah dengan wajah terlihat 10 tahun lebih tua dari usia sebenarnya. Sejak saat itu, beliau tidak pernah bahagia, tidak pernah optimis, wajah ketakutan seperti dikejar perampok. Ini terjadi karena Rabbnya mengecil. Secara tidak disadari, dirinya teracuni oleh bisikan kehidupan ”kalau penghasilan mengecil, dirinya akan kesulitan menghadapi hidup”.Padahal, gaji tidak sama dengan rizki.

Seorang pengantin baru, terlihat bahagia karena melihat pasangannya terlihat tampan dan cantik. Keduanya bekerja dengan penghasilan yang sangat cukup. Lima tahun berikutnya, karir suami sangat melejit, demi kebaikan perkembangan anak-anaknya, maka diputuskan pihak istri tidak bekerja. Setelah karir semakin melejit, dan sering melihat kehidupan lebih luas termasuk banyak wanita karir yang mengelilingnya, maka godaan setan tidak mampu dia tahan. Mulailah, membandingkan orang-orang yang disekelilingnya terlihat sangat cantik dibanding dengan istrinya yang dirumah. Ketika itu, Rabbnya mengecil, dan selalu membandingkan istrinya dengan orang-orang yang ada disekelilingnnya. Maka  habislah seluruh kebahagiaan hidupnya.

Begitu juga sebaliknya, sekarang banyak tren baru, para istri karir, minta diceraikan oleh suaminya, sebab setelah dirinya berkarir melejit yang kebetulan pihak suami tidak begitu melejit dan bahkan penghasilannya berkurang, maka banyak para istri yang merasa bahwa keluarganya dipimpin oleh seorang suami yang kurang smart, kurang visioner dan lain sebagainya. Mulai saat itu, banyak wanita karir yang mulai disibukkan dengan pekerjaan baru, bukan hanya pergi ke kantor tapi juga pergi ke pengadilan untuk minta cerai. Ini terjadi karena, Rabb dalam hatinya sudah mulai mengecil.

Hidup layaknya pembandingan, kalau salah dalam membandingkan, maka kehidupan kita tidak akan pernah tenteram. Masalah-masalah kecil akan terlihat sangat besar karena ”Rabb dalam hatinya” mulai mengecil. Namun bagi orang yang meletakkan ”Rabb dalam hatinya” sebagai  Yang Maha Besar, maka permasalahan apapun yang dihadapi dalam kehidupan akan terlihat sangat kecil. Efek positifnya, kita akan selalu optimis dalam menghadapi kehidupan, apapun permasalahannya.

Hidup adalah pilihan pembanding, salah membandingkan siap-siap saja tidak pernah bahagia. Pembanding yang abadi adalah ”Rabb Maha Besar”. Berani menghadapi metode pembanding yang benar !!! Bagaimana pendapat Anda???

Source: http://amri.web.id/tulisan-amri/2008/07/31/tuhannya-mengecil.mba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: