Something to Share With…

just from a learner who still in the learning stage…

Archive for December, 2009

MENGEMIS KASIH

Posted by Ismadi Santoso on December 6, 2009

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Tahoma; panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-520082689 -1073717157 41 0 66047 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:””; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Tuhan dulu pernah
Aku menaruh simpati
Kepada manusia
Yang alpha jua buta

Lalu terseretlah
Aku di lorong gelisah
Luka hati yang berdarah
Kini jadi kian parah


Semalam sudah sampai
Ke penghujungnya
Kisah beribu duka
Kuharap sudah berlalu
Tak ingin lagi ku ulangi kembali
Derap dosa yg mengiris hati

Tuhan dosaku menggunung tinggi
Tapi rahmat Mu melangit luas
Harga selautan syukurku
Hanyalah setitik nikmatMu di bumi
Tuhan.. walau taubat sering kumungkir
Namun pengampunanMu..
Tak pernah berhenti
Bila selangkah ku datang padaMu
Seribu langkah Kau datang padaku

Tuhan dulu pernah
Aku menaruh simpati
Kepada manusia
Yang alpha jua buta

Lalu terseretlah
Aku di lorong gelisah
Luka hati yang berdarah
Kini jadi kian parah


Semalam sudah sampai
Ke penghujungnya
Kisah beribu duka
Kuharap sudah berlalu
Tak ingin lagi ku ulangi kembali
Derap dosa yg mengiris hati

Tuhan dosaku menggunung tinggi
Tapi rahmat Mu melangit luas
Harga selautan syukurku
Hanyalah setitik nikmatMu di bumi
Tuhan.. walo tobat sering kumungkir
Namun pengampunanMu..
Tak pernah berhenti
Bila selangkah ku datang padaMu
Seribu langkah Kau datang padaku

Advertisements

Posted in A Confession, Core Value | Leave a Comment »

Menepikan “Gundah”

Posted by Ismadi Santoso on December 2, 2009

Sedikit demi sedikit kuselami, terlihat sangat menawan dengan beragam warna yang ditawarkannnya. Sebagian berat dan berbobot namun sebagian yang lain justru sangat ringan hingga dengan mudah diterbangkan hembusan angin. Ingin sekali aku dapat menyapanya, dengan lembut menyusup kedalam sanubari, menepikan persepsi, menyingkirkan emosi, dan mengikuti suara hati. Tetapi apakah itu mungkin? Disaat detik demi detik terus berlalu tanpa kenal kompromi. Sementara sang realitas dengan angkuh memalingkan wajahnya. Ibarat sebuah sistem termal yg muskil mencapai kesetimbangan, tidak peduli seberapa besar energi yang telah diberikan padanya.

Mengapa begitu sulit untuk dapat menyapa nurani? meski hal itu telah lebih dari cukup untuk menggetarkan ambang batas kemampuanku. Bahkan telah membasahi setiap sudut persembunyianku yang terdalam.

Wallahi….. pun begitu, ku selalu percaya bahwa Dia sangat mengenaliku, Perhitungan-Nya adalah yang terbaik bagiku. Jadi biarlah s’mua kuserahkan pada-Nya. Karena aku telah berusaha semampuku, untuk menghadapi segalanya dengan penuh keikhlasan dan kesabaran…

(Madi: 021209)

Posted in A Confession | Tagged: , , , | Leave a Comment »