Something to Share With…

just from a learner who still in the learning stage…

Posts Tagged ‘Santoso’

Yang Terbaik

Posted by Ismadi Santoso on November 2, 2009

bukankah kita hanya
bisa berharap,
berdoa
berusaha

bukankah kita punya
impian,
keyakinan,
ikhtiar

sayang,
ketika harapan itu tak hadir
doa tak kunjung dikabulkan
maka keyakinan pun kian sirna

janganlah berputus harap
janganlah berputus doa
janganlah berputus ikhtiar

bukanlah yg terbaik
jikalau itu adalah sebatas
persepsi kita

yang terbaik adalah
setiap apa yang Allah berikan
kepada kita

…..karena
kita tidak tahu

…..karena hanya
Dia yang paling tahu

apa yang terbaik

Untuk kita…

Posted in A Confession | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Sebaik-baik Tempat Berharap

Posted by Ismadi Santoso on October 3, 2009

burung pun tersenyum

Sebaik-baik kehidupan adalah yang diridhoi-Nya

Sebaik-baik pengharapan hanya kepada-Nya

Sebaik-baik tempat mengadu hanya Dia

Sebaik-baik manusia adalah yang mencintai dan mentaati-Nya

Sebaik-baik impian adalah ampunan dan surga-Nya

Sebaik-baik nikmat adalah memandang wajah-Nya

Tiada yang lebih indah dari Allah

Alangkah indah jika segala yang ada pada diri kita dan yang kita lakukan adalah karena-Nya semata

“Wahai jiwa-jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Rabb mu dengan hati yang puas lagi di ridhoi Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-Ku (yang bertaqwa). Dan Masuklah ke dalam Surga-Ku.” (QS. Al-Fajr: 27-30)

Posted in A Confession, Ibrah... | Tagged: , , , , , , , | Leave a Comment »

Senja di Uluwatu

Posted by Ismadi Santoso on November 23, 2008

senja014

Diambang senja sore itu

Langkah kaki ku membawaku

Menyusuri tebing-tebing berbatu

Di Uluwatu

Nun jauh di kaki langit sana

Mega merah berarak menghias angkasa

Menemani sang surya membagi sinarnya

Ke sisi lain dunia

Suasana jingga merekah seketika

Menebar hening ke dalam kalbu

Bagi mereka yang menjagakan jiwa

Dalam tafakur alam yang syahdu

Dan senja pun berlalu…

Adakah ia sejingga senjamu?

Apakah ia juga senja yang sama?

Ataukah kita berada dilangit yang berbeda?

Gelap yang datang perlahan…

Kian lama menutupi seluruh jingga mu

Bahkan Bulan sabit yang datang kemudian

Tak kan pernah dapat menggantikan aura mu

Posted in Another Stories... | Tagged: , , , , | 1 Comment »

Eid Mubaarak 1429 H

Posted by Ismadi Santoso on October 4, 2008

Demi matahari dan sinarnya di pagi hari.

Demi bulan apabila ia mengiringi.

Demi siang hari apabila ia menampakkan diri.

Demi malam hari apabila ia menutupi.

Demi langit dan segala binaannya.

Demi bumi dan segala apa yang dihamparkan diatasnya.

Demi jiwa yang telah diciptakan dan penyempurnaannya.

Maka sungguh, Allah telah mengilhamkan sukma kebaikan dan sukma kejahatan kedalam setiap jiwa.

Maka beruntunglah bagi siapa yang memilih mensucikan jiwanya

Dan Celakalah bagi siapa yang memilih untuk mengotorinya.

(QS. As-Syams 91:1-10)

Tak terasa ramadhan 1429 H telah berlalu, dan kita telah memulai syawal yang indah. Meskipun agak terlambat izinkanlah saya mengucapkan Taqobbalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamukum, Minal Aidhin wal Faidhin, Mohon maaf lahir dan bathin atas segala khilaf yang pernah terjadi, secara sengaja atau pun tidak. Semoga Allah mempertemukan kita semua dengan bulan Ramadhan berikutnya. Dan Semoga kita semua menjadi Muslim yang bertaqwa. Amin Yaa Rabbal ‘Alamin…

(Balikpapan: 04-Syawal-1429 H)

Posted in A Confession | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

POHON JENGKOL SAHABATKU

Posted by Ismadi Santoso on July 20, 2008

Ada yang suka atau bahkan mungkin tergila-gila dengan “Jengkol”? Sebagian ada yang sukanya di semur, ada yang di goreng, bahkan ada juga yang di bakar. Kalau aku sih, hanya suka menyendiri di sebatang pohon jengkol yang sangat rimbun dengan banyaknya dahan yang melintang di setiap sisinya. Kenyataan yang sangat melegakan buat orang yang tidak suka (baca: bisa) memanjat seperti diriku. Seolah pohon jengkol itu memenggil-manggil ku untuk memanjatnya, datanglah…! katanya, panjatlah diriku dengan mudahnya, dan beristirahatlah di salah satu dahan ku yang kau suka, percayalah kau akan merasa nyaman disini, bersamaku 😀.

Adalah sebuah hutan yang terletak persis dibelakang asrama tempat ku tinggal saat itu. Di seberang sebuah sungai kecil, di lereng perbukitan hutan akasia yang terletak kira-kira sepuluh kilometer dari pusat kota Balikpapan. Di tempat itulah telah berdiri dengan kokohnya sebatang pohon jengkol yang rindang. Pohon akasia dan rangkaian perdu serta semak-semak yang berada disekitarnya pun seolah takzim dengan keberadaannya. Sangatlah kontras memang, ditengah-tengah rerimbunan akasia yang tumbuh subur menutupi sisi barat laut perbukitan itu ia tumbuh dan berkembang. Ia tak pernah merasa merasa sedih ataupun kesunyian sebab akasia, perdu dan semak-semak itu menerima keadaan pohon jengkol itu apa adanya sebagai hamba Allah yang bersama-sama bertasbih siang dan malam memuji ke-Agungan Rabb nya yang telah mencipatakan mereka semua sebagai mana Firman-Nya: “Dan tumbuh-tumbuhan serta pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya” (QS. Ar-Rahman 55:06).

Read the rest of this entry »

Posted in Another Stories... | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

TANYA KU…?

Posted by Ismadi Santoso on July 13, 2008

Wanita selalu menawarkan keindahan. Entah sudah berapa juta atau mungkin berapa milyar puisi yang telah tercipta karena terinspirasi oleh mahluk yang bernama wanita. Ada berapa lagu yang liriknya menyatakan cinta seorang pria kepada wanita? Berapa juta bunga mawar yang layu bukan pada tangkainya tetapi dingenggaman seorang pria atau bahkan dipelukan wanita itu sendiri? Berapa juta uang yang dihabiskan untuk membeli rias dan perhiasan seorang wanita? Berapa banyak bangunan megah yang didirikan para pria untuk wanita yang dicintainya, sebagai bukti kecintaannya? Berapa banyak pengorbanan, kerelaan, dan pengabdian kepada seorang wanita? Dan bisakah kalian menyebutkan berapa banyak kehancuran, kerusakah, kehilangan, dan kepedihan yang disebabkan wanita? Sejauh yang aku ketahui, jumlahnya bahkan jauh lebih banyak dari jumlah wanita di dunia!

Read the rest of this entry »

Posted in A Confession | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

Satu Lagi Tunas Muda Bersemi…

Posted by Ismadi Santoso on July 2, 2008

Ketika fajar menampakkan diri di sisi timur kaki langit, maka seluruh kehidupan di muka bumi kembali bergejolak menyambut sebuah hari yang baru. Ayam jantan berkokok sahut-sahutan, burung-burung berkicau dengan riang nya, bunga-bunga telah mekar dan bersemi di malam sebelumnya dengan indah menanti sinar mentari sambil tersenyum. Inilah lembaran baru dari suatu proses yang bernama kehidupan yang sifatnya sangat dinamis. Terkadang proses itu terasa sangat lamban mengalun sehingga kita dapat dengan khidmat menikmati setiap sisinya dan mengambil pelajaran dari setiap yang terserak bersamanya. Namun, adakalanya proses itu berjalan dengan sangat cepat bahkan lebih cepat dari bekerjanya alam kesadaran kita yang membuat kita terperangah, tidak percaya, tak dapat berbuat banyak bahkan terkadang sangat sulit untuk sekedar bisa mendekatinya.

Saat itu kami semua sedang berkumpul seperti biasa, melanjutkan budaya makan malam bersama yang terus menerus kami jaga bila ada seseorang diantara kami yang sedang mendapatkan kebahagiaan meskipun saat ini ada beberapa orang dari kami yang sudah tidak sekantor lagi. Malam itu giliran Lusi yang ulang tahun, tempat berkumpul yang dipilih Lusi adalah restoran seafood favorit kami di daerah kemang. Siang hari sebelumna Risuky Kun dan Lusi sendiri yang memberitahu ku. Tanpa pikir panjang, aku pun berangkat setelah jam kantor selesai. Sesampainya disana, aku sempat agak bingung juga, sempat terfikir kao aku salah meja karena begitu banyak wajah-wajah baru yang menghiasi TornadoN’ers kali ini. Setelah kuhitung-hitung, telah enam bulan lamanya aku meninggalkan Ruang TornadoN lt 9 Plasa Kuningan. Selama itu sudah sekian banyak pendatang-pendatang baru yang mengantikan kami pendahulu-pendahulu RNP HCPT Project yang telah mengundurkan diri. Meskipun di dunia per”DGE”-an mereka enggak bisa dibilang baru sebut saja nama-nama seperti Hilda, Oming, dan Ratih. Yang bener-bener baru mungkin hanya Robi dan Budi.

Segalanya tampak sangat normal malam itu, obrolan berjalan dengan demikian hangat yang diselingi dengan canda tawa khas temen-temen TornadoN. Makanan dengan lahapnya kami habiskan, terutama aku yang hari itu nggak ada saingan dalam hal menggerogoti ikan bakar karena absennya dua lawan beratku yang seisi tornado (lama) udah pada tau Tetty dan Esty. Diakhir acara itu Lusi mengumumkan hal yang mengejutkan semua orang ”Lusi Mengundurkan Diri dari NSN”, serentak semua orang terkesima mendengarnya Latief dan Yulius menganga hampir berbarengan seolah tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya, Hilda yang tanpa sadar mengucurkan air matanya, Putri dan Oming dengan tampang mupeng nya, aku dan Risuky Kun hanya terdiam membisu seribu bahasa, Bayu Murti yang sontak langsung mengucapkan ”selamat lus akhirnya kamu lulus juga”, sementara temen-temen yang lain berusaha mencerna dengan cermat tentang apa yang sebenarnya sedang saja terjadi. Ya, Lusi Engineer yang paling jujur, lembut dan paling nrimo yang pernah ada sepanjang sejarah Siemens, XSiemens dan NSN itu akhirnya memutuskan untuk hengkang dari jagad NSN menuju ke sebuah operator telekomunikasi paling bonafit di negeri ini. Dan malam itu adalah pentahbisan dari akhir petualangan salah seorang ex tender team 2007 di NSN untuk mengikuti jejak ex tender team yang lainnya yang telah lama mendahului (Madi, Fathur, Helen). Ah apa kabar mereka semua ya? Semoga mereka baik-baik saja. Buat team yang masih tersisa sabar ya temans, aku yakin pasti giliran kalian semua akan tiba, jadi jangan pernah berhenti berusaha dan berdoa. 🙂

Read the rest of this entry »

Posted in Another Stories... | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

Rembulan di Langit Hati

Posted by Ismadi Santoso on June 11, 2008

Adalah sebuah lagu lama yang di hardisk ku terekam pada 03 Oktober 2004. Sepanjang yang kuingat hanya ”sekali” saja aku mendengarkannya. Namun saat itu jauh di lubuk hatiku ada suara yang berteriak meminta ku untuk mempelajari nya. Akupun berkata pada hatiku suatu hari nanti aku akan mencari tau tentang itu.

Satu-satu nya alasan yang membuatku menunda hal itu adalah saat itu seluruh perhatianku sedang terfokus pada satu kata ”TA” yang dalam bahasa sundanya kira2 ”tara anggeus-anggeus” :D. Dan kemudian masalah itu pun ku sisikan untuk sementara,tentunya tak lupa aku menyimpannya di hdd ku dengan harapan di masa yang kan datang, jika semuanya tlah berlalu aku akan memenuhi jeritan hati yg tertunda itu.

Waktu pun berlalu, sampai pada siang ini sesuatu telah menuntunku untuk membuka lembaran-lembaran lama dari masa laluku untuk mencari sesuatu, aku pun tak mengerti tentang apa yang kucari sesungguhnya, tangan ku hanya bergerak mengikuti kemana nurani ku menuntun. Hingga aku pun menemukannya. Ya, lagu itu, lagu yang telah kusimpan hampir empat tahun yang lalu namun terasa seperti baru kemarin siang ku mendengarkannya. Ya Allah, hampir empat tahun berlalu semenjak siang itu di lab ku tercinta, namun Rahman dan Rahim-MU tlah menuntun ku kepada satu titik dimana aku pernah berniat untuk belajar. Meskipun sempat terlewatkan demikian lama, namun tak pernah ada kata terlambat untuk belajar.

Read the rest of this entry »

Posted in Another Stories... | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

Ngantri di Pagi Buta

Posted by Ismadi Santoso on June 6, 2008

Setelah fajar menyingsing di subuh hari itu, aku menunaikan kewajiban ku dan lantas turun ke lantai bawah untuk mandi. Itu sekitar jam 5.00 AM. Kepagian? Memang harus begitu, mengingat ibu kos lagi ngerombak kamar mandi lantai atas. Dan dikarenakan sang tukang salah perhitungan, maka pipa bak penampung air di loteng pun jadi korban yang ikut dihabisinya. Walhasil meluncurlah air dari bak penampungan yg keluar dengan sia-sia. Sebagai hasil dari kesalahan yang (menurutku sangat fatal) itu hanya tersisa 1 kamar mandi yang ”available” untuk 9 anak kos yg kudu ngantor pagi2 semua. Dan itulah alasan satu-satunya kenapa aku mandi sepagi itu.

Bener aja, sampe di bawah kamar mandinya udah ”occupied”, ku tengok kedinding jam menunjukkan pukul 05.05 AM. Well, sepagi itu pun aku udh harus ngantri? Apa mau dikata, akupun lantas duduk di kursi tamu dan menyalakan TV. Kupandangi kesekeliling ku, suasana di lantai bawah sangat hening, hampir tak ada tanda2 kehidupan sama sekali, kecuali hanya ada suara gemericik air dari kamar mandi.

Sepuluh menit kemudian, kreeekkk…. pintu kamar mandi terbuka, dan mas hery lah ternyata yang sukses mendahului ku. Kulihat jam menunjukkan pukul 05.15 AM.

Apa ada yg pengen sholat subuh ya (pikirku)? Karena ragu, aku pun menunggu kalau2 ada yang bangun dan pengen wudhu. Selang 5 menit berlalu (jam 05.20 AM) aku memutuskan untuk mulai mandi dengan ber”husnuzhan” bahwa temen2 di lantai bawah udh pada solat trus tidur lg, karena hari itu waktu subuh jatuh pada pukul 04.45 AM. Udh basi pikirku.

Sepuluh menit kemudian (jam 05.30) aku keluar dari kamar mandi dan tiba2 ada yang nyeletuk ”wah masih jauh dibawah target ternyata, harusnya sampe jam 6 kan!”. Astagfirullah, apa ”bapak” itu menyindirku? Ya rasanya sangat jelas begitu, aku cuma tersenyum dan dalam hati berkata (kemana aja pak?). Heran saya? Kalau emang niat subuhan bukannya sedari td harusnya dia udh bangun ya? Bahkan aku sudah sempet memberi selang waktu untuk menunggu kalo2 ada yg mo solat, dan ternyata emang gk ada kan? Masih pada molor smuanya! Dan diruang tamu itu, setelah aku keluar kamar mandi cuma dia sendiri yang nyerocos gk enak, yg laen hanya diem aja karena memang telah kusapukan pandangan ku keseluruh penjuru ruang tamu sambil tersenyum begitu ada celetukan itu, dan begitulah faktanya.

Read the rest of this entry »

Posted in Another Stories... | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

Pesan Untuknya…

Posted by Ismadi Santoso on June 1, 2008

Tolong sampaikan pada si dia..
Tolong beritahu si dia, aku punya pesan buatnya..
Tolong beritahu si dia, cinta agung adalah cintaNya..
Tolong beritahu si dia, cinta manusia bakal membuatnya alpa..

Tolong nasehati si dia, jangan mencintaiku lebih dari dia mencintai Yang Maha Esa..
Tolong nasehati si dia, jangan mengingatiku lebih dari dia mengingat Yang Maha Kuasa..
Tolong nasehati si dia, jangan mendoakanku lebih dari dia mendoakan ibu bapak nya..

Tolong katakan pada si dia, dahulukan Allah kerana di situ ada surga..
Tolong katakan pada si dia, dahulukan ibu nya karena di telapak kaki ibu surganya..

Tolong ingatkan si dia, aku terpikat karena imannya bukan rupa..
Tolong ingatkan si dia, aku lebih mencinta zuhudnya bukan harta..
Tolong ingatkan si dia, aku mengasihinya karena kesantunannya..

Tolong tegur si dia, bila dia mengagungkan cinta manusia..
Tolong tegur si dia, bila dia tenggelam dalam angan-angannya..
Tolong tegur si dia, andai nafsu menguasai fikirannya.

Tolong sadarkan si dia, aku milik Yang Maha Esa..
Tolong sadarkan si dia, aku masih milik keluarga..
Tolong sadarkan si dia, saat ini tanggungj awabnya besar kepada keluarganya..

Tolong sabarkan si dia, usah ucapkan cinta di kala cita-cita belum terlaksana.
Tolong sabarkan si dia, andai diri ini enggan tuk dirapati kerana menjaga batasan cinta..
Tolong sabarkan si dia, bila jarak jadi penyebab bertambah rindunya..

Tolong pesan padanya, aku tidak mau menjadi fitnah besar kepadanya..
Tolong pesan padanya, aku tidak mauu menjadi puncak kegagalannya..
Tolong pesan adanya, aku membiarkan Yang Esa menjaga dirinya..

Read the rest of this entry »

Posted in A Confession | Tagged: , , , , | Leave a Comment »